FYI

Thanks and Best Regards

Besa Wade Ruapensa
  ----- Original Message ----- 
  From: Maihendra Faridian 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, June 23, 2010 1:29 PM
  Subject: ~ aga ~ Menyiapkan Anak Menghadapi Pubertas


  Menyiapkan Anak Menghadapi Pubertas

  Sandika Dwi Putri - detikHealth



  <!--[if !vml]--><!--[endif]-->
  Ilustrasi (Foto: saintbarnabas)

  Jakarta, Jangan terkejut ketika anak yang selama ini dianggap masih kecil 
mulai memiliki ketertarikan seksual atau menunjukkan beberapa perilaku seksual. 
Itu hal yang normal dan sebaiknya orangtua mempersiapkan anak menghadapi 
pubertas.

  Pubertas membawa perubahan fisik dan emosi yang cukup dramatis, yang mungkin 
saja menakutkan bagi anak-anak yang belum siap.

  Anak bisa tenang ketika anggota keluarga mulai menyadari perubahan dalam diri 
mereka. Bicara tentang bagaimana kau merasa dan bagaimana mengatasi situasi 
rumit seperti menstruasi atau mimpi basah perlu dilakukan agar anak tidak kaget 
menghadapi pubertas.

  Seperti dilansir dari Better Health Channel, Rabu (23/6/2010), pada usia 
sekolah dasar, perilaku-perilaku tertentu yang muncul bisa berupa:
  1. Anak merasa malu bila telanjang di depan orang tua mereka.
  2. Anak mulai berkumpul dengan teman sesama jenisnya, dan mulai mengeluhkan 
'gangguan anak perempuan' dan 'gangguan anak laki-laki' ketika membicarakan 
lawan jenis.
  3. Permainan yang dilakukan bisa berupa permainan ciuman atau memerankan 
pernikahan.
  4. Anak-anak penasaran mengenai perbedaan gender, hubungan seksual dan 
kehamilan. Dan mereka juga mulai membicarakan topik ini di antara mereka 
sendiri dengan berbagai tingkatan tertentu.
  5. Permainan gender yang dimulai di awal masa kanak-kanak, seperti bermain 
'dokter-dokteran', bisa saja terus berlanjut karena anak-anak usia ini tertarik 
untuk mengetahui lebih.

  Bagaimana mempersiapkan anak menghadapai pubertas?
  1. Mulailah pembicaraan mengenai pubertas saat anak berusia 9 tahun.
  2. Bila Anda merasa tidak yakin atau tidak jelas mengenai perubahan pubertas, 
cari tahulah.
  3. Gunakan alat-alat seks edukasi yang sesuai dengan usia, seperti buku, 
untuk menjelaskan pada anak Anda mengenai perubahan yang akan mereka alami.
  4. Anak-anak perempuan bisa mulai menstruasi mereka saat usia 8 tahun. 
Pastikan kalau mereka tahu apa yang harus dilakukan. Tunjukkan padanya seperti 
apa itu pembalut. Semakin mendekatnya waktu, sediakan pembalut dalam kemasan 
kecil di tas mereka.
  5. Anak lelaki perlu tahu mengenai ereksi dan mimpi basah yang tidak 
diinginkan, sebelum hal ini terjadi, sehingga kejadian ini tidak mengagetkan 
mereka.
  6. Beritahu para anak perempuan mengenai perubahan pubertas laki-laki, begitu 
pula sebaliknya.

  Selain masalah pubertas, anak juga mendapat informasi mengenai hubungan 
seksual agar tidak salah langkah. Hal-hal yang sebaiknya anda lakukan dalam 
berbicara dengan anak mengenai topik seksual ini antara lain:
  1. Jangan tunggu anak anda untuk bertanya. Jika usia anak anda sudah mencapai 
10 tahun, tetapi mereka belum pernah menanyakan apapun pada anda, namapaknya 
rasa malu membuatnya berhenti pada poin ini.

  2. Beberapa anak mungkin merasa lebih sederhana saat usia 6 tahun dan mungkin 
menginginkan keleluasaan pribadi di kamar mandi. Hal ini merupakan kesempatan 
yang baik untuk membuatnya yakin kalau mereka bisa mengatakan 'tidak' atas apa 
yang tidak mereka inginkan.

  3. Masturbasi adalah hal normal dan sehat untuk anak-anak dan bisa saja sudah 
terjadi jauh sebelum masa pubertas dimulai. Yang perlu diketahui anak-anak, 
masturbasi adalah suatu hal yang dilakukan secara pribadi.

  4. Banyak orang tua yang mulai membicarakan tentang kehamilan ketika anak 
mereka masih berusia pra-sekolah. Tentunya, sangat penting untuk memulai 
pembicaraan ketika usia mereka 8 atau 9 tahun. Jika anak Anda belum pernah 
bertanya, Anda bisa mulai dengan pertanyaan, 'Pernahkah kau bayangkan bagaimana 
kau lahir?'. Cari kesempatan untuk memulai pembicaraaan, contohnya menggunakan 
buku atau mengomentari saudara yang sedang hamil.

  5. Beberapa anak perempuan akan mulai berkembang dadanya dan berakhir pada 
usia 8 tahun. Pada usia 9 tahun, mulai bercakap-cakap dengan laki-laki dan 
perempuan mengenai pertumbuhan dan perubahan tubuh.

  6. Pastikan anak Anda tahu pada siapa mereka bisa bicara mengenai hal 
memalukan. Beritahukan padanya, ke mana mereka harus bertanya bila mereka 
membutuhkan bantuan orang dewasa, di saat mereka segan untuk mendatangi Anda.

  (ir/ir)


  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
  or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
  thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

<<clip_image001.jpg>>

Kirim email ke