ZAINAL ARIFIN 












السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها
 semoga bermanfaat
wass....zainal
Kisah Tragis Ahli Ibadah yang Mati Su'ul Khatimah
Janganlah kita terlampau puas dengan amal shalih yang sudah kita lakukan 
dan bersandar padanya. Apalagi diikuti dengan merasa bangga diri dan 
merasa sudah pasti menjadi ahli surga. Akibatnya, tidak lagi berharap 
kepada rahmat Allah dan kemurahan-Nya. 
Sesungguhnya perbuatan hamba ditentukan pada akhir hayatnya. Dan kita 
tidak tahu di atas kondisi apa mengakhiri kehidupan kita, apakah  husnul 
khatimah (akhir hayat yang baik) atau su'ul khatimah (akhir hayat yang 
buruk). 
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya segala  
perbuatan ditentukan bagian akhirnya.” (HR. Bukhari). 
Artinya, barangsiapa yang telah ditetapkan oleh Allah beriman di akhir 
hayatnya, meskipun sebelumnya dia kufur dan selalu melakukan maksiat, 
menjelang kematiannya ia akan beriman. Ia meninggal dalam keadaan beriman 
dan dimasukkan ke dalam surga. Demikan juga dengan orang yang sudah 
ditentukan kafir atau fasik di akhir hayatnya, meskipun sebelumnya ia 
beriman, maka menjelang kematiannya ia akan melakukan kekufuran. Ia 
meninggal dalam keadaan kufur dan akan dimasukkan ke dalam neraka.
Dari Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam 
bersabda: 
فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ 
الْجَنَّةِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ فَيَعْمَلُ 
بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ 
النَّارِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ 
أَهْلِ الْجَنَّةِ
"Sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli 
surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya hanya tinggal satu 
hasta, tapi (catatan) takdir mendahuluinya lalu dia beramal dengan amalan 
ahli neraka, lantas ia memasukinya. Dan sesungguhnya ada salah seorang 
dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara 
dirinya dengan neraka hanya tinggal satu hasta, tapi (catatan) takdir 
mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, lantas ia 
memasukinya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Sahl bin Sa'ad al Sa'idi, "Sesunggunya ada seorang dari 
kalian benar-benar melakukan amalan ahli surga, dalam apa yang nampak 
kepada manusia. . . ." (HR. Bukhari dan Muslim)
Karenanya, kita harus senantiasa berdoa supaya Allah senantiasa memberikan 
keteguhan hati di atas kebenaran dan kebaikan serta memberikan kepada kita 
husnul khatimah. Sebaliknya kita juga berlindung kepada Allah dari su'ul 
khatimah dan kesudahan yang buruk.
Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam senantiasa berdoa, 
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati di atas 
agama-Mu.”
Dalam riwayat muslim beliau shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, 
“sesungguhnya hati semua manusia berada di antara dua jari Allah, 
seolah-olah hanya satu hati. Allah berbuat sekehendak-Nya.” Lalu beliau 
berdoa, 
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“Wahai Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan 
kepada-Mu.”
Sebab Su'ul Khatimah
Ibnu Hajar al Haitami berkata, “Sesungguhnya akhir hayat yang buruk 
diakibatkan bibit keburukan yang terpendam dalam jiwa manusia, yang tidak 
diketahui orang lain. Kadang-kadang seseorang melakukan 
perbuatan-perbuatan ahli neraka, namun di dalam jiwanya terpendam bibit 
kebaikan. Maka, menjelang ajalnya bibit kebaikan itu tumbuh dan 
mengalahkan kejahatannya. Sehingga ia mati dalam keadaan husnul khatimah." 

Abdul Aziz bin Dawud berkata, “Aku hadir pada seseorang yang sedang 
ditalqin (dibimbing untuk mengucapkan kalimat syahadat), akan tetapi ia 
tidak mau. Lalu aku bertanya tentang orang ini. Ternyata ia seorang 
peminum khamer."
Pada kesempatan yang lain ia berkata, “Berhati-hatilah dengan dosa, karena 
dosa bisa menjerumuskan seseorang ke dalam su'ul khatimah."
Kisah Tragis seorang ahli Ibadah yang mati Su'ul Khatimah
Manshur bin Ammar mengisahkan, dulu kala aku punya seorang teman yang suka 
melampaui batas, lalu bertaubat. Aku melihat dia banyak beribadah dan 
shalat tahajjud. Suatu ketika aku putus komunikasi dengannya. Dan menurut 
kabar dari orang-orang, ia sedang sakit. Maka aku pergi ke rumahnya dan 
anak perempuannya datang menemuiku. Dia bertanya, “Siapa yang engkau ingin 
temui?” Aku menjawab, “Si fulan.” Maka ia mengizinkanku masuk dan akupun 
bergegas ke dalam rumah.Aku melihatnya sedang tebaring di atas ranjang 
yang terletak di tengah rumah. Mukanya terlihat kehitaman, kedua matanya 
tertutup dan kedua bibirnya bengkak dan menebal.
Aku berkata padanya dengan perasaan takut melihatnya, “Wahai saudaraku, 
perbanyaklah mengucap Laa Ilaaha Illallaah.” Ia membuka kedua matanya dan 
menatapku dengan penuh kemarahan, lalu ia tak sadarkan diri. Kembali 
kuulangi perkataanku kedua kalinya, wahai saudaraku perbanyaklah mengucap 
Laa Ilaaaha Illallaah.” Pada saat aku mengulanginya untuk ke tiga kalinya, 
lalu ia membuka matanya dan berkata, “Wahai Manshur, saudaraku, kalimat 
ini telah menjauh dariku.”
Aku bergumam, "Tiada daya dan tiada upaya melainkan dengan izin Allah, 
Dzat Mahatinggi dan Mahamulia." 
Kemudian aku bertanya padanya, “wahai  saudaraku, di manakah shalat, 
puasa, tahajud dan shalat malammu?” 
Ia menjawab, “Aku melakukan semua itu bukan untuk Allah Subhanahu wa 
Ta'ala dan taubatku hanyalah taubat  palsu. Sebenarnya aku melakukan semua 
itu supaya aku dikenal dan disebut-sebut orang, aku melakukannya dengan 
maksud pamer kepada orang lain. Bila aku menyepi seorang diri, aku masuk 
ke dalam rumah dan memasang tirai-tirai, lalu aku minum khamer dan 
menantang Tuhan dengan kemaksiatan-kemaksiatan. Aku terus melakukan itu 
sampai beberapa masa. Kemudian aku ditimpa penyakit hingga hampir binasa. 
Saat itu juga aku suruh anak perempuanku, ‘ambilkanlah aku mushaf!’ dan 
aku berdoa, ‘Ya Allah, demi kebenaran Al-Qur’an yang agung, sembuhkanlah 
aku!’ Dan aku berjanji tidak akan kembali melakukan dosa untuk selamanya. 
Maka Allah membebaskanku dari penyakit. 
Setelah sembuh, aku kembali kepada keadaan semula, hidup berpoya-poya dan 
berhura-hura. Syetan telah membuatku lupa dengan perjanjian yang telah 
kuikrarkan kepada Tuhanku. Aku terlena dalam keadaan itu sampai beberapa 
saat lamanya hingga aku menderita sakit hampir mati karenanya. Lalu aku 
perintahkan keluargaku membawaku ke tengah-tengah rumah seperti biasanya. 
Kemudian aku suruh mereka mengambilkan mushaf dan aku mulai membacanya. 
Lalu aku acungkan mushaf itu seraya berdoa, ‘Ya Allah, demi kehormaan 
kalam-Mu yang ada dalam mushaf ini, bebasknalah aku dari penyakitku!.’ 
Maka Allah mengabulkan permintaanku dan menyembuhkan penyakitku. 
Kemudian aku kembali hidup bersenang-senang dan akupun jatuh sakit lagi. 
Lalu aku perintahkan keluargaku membawaku ke tengah-tengah rumah seperti 
yang engkau lihat sekarang ini. Kemudian aku menyuruh mereka mengambilkan 
mushaf untuk kubaca, tetapi mataku sudah tidak bisa melihat saru 
huruf-pun. Aku pun menyadari bahwa Allah sudah murka kepadaku. Lalu aku 
acungkan mushaf itu di atas kepalaku sembari memohon, ‘Ya Allah, demi 
kehormatan mushaf ini, bebaskalah aku dari penyakit ini, wahai penguasa 
bumi dan langit!’ Tiba-tiba aku mendengar seperti suara memanggil, ‘engkau 
bertaubat tatkala engkau sakit, dan engkau kembali kepada perbuatan dosa 
tatkala engkau sembuh. Betapa banyak Dia menyelamatkanmu dari kesusahan, 
dan betapa bayak Dia menyingkap bala’ cobaan tatkala engkau diuji. 
Tidaklah engkau takut dengan kematian? Dan engkau telah binasa di dalam 
kesalahan-kesalahan’.”
Manshur bin ‘Ammar berkata, “sungguh demi Allah aku keluar dari rumahnya 
dengan air mata tertumpah merenungkan ‘ibrah yang baru kulihat, dan belum 
sampai di pintu rumahku, sampailah kabar bahwa dia sudah meninggal.”
 (Sumber: Mi’ah Qishash wa Qishah fi Anis ash-Shalihin wa Samir al 
Muttaqin, Muhammad Amin al Jundi, (edisi Indonesia: 101 kisah teladan,  
Mitra Pustaka Yogyakarta, Cet XI November 2006).
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke