Selasa, 29/06/2010 15:50 WIB
Yang Keliru Tentang Demam Berdarah
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Ilustrasi (Foto: getty image)Jakarta, Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi
masalah kesehatan besar di Indonesia dengan angka kejadian dan
kematian yang terus meningkat. Masih banyak orang yang salah memahami
tentang DBD.
Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk
Aedes aegypti yang membawa virus Dengue. DBD memang sering terjadi pada
anak-anak, tapi sebenarnya DBD bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.
Beberapa orang yang terinfeksi virus ini ada yang
menimbulkan gejala, tapi ada juga yang tidak bergejala sama sekali.
Gejala khas DBD antara lain:
1. Keluhan demam tinggi secara terus-menerus selama 2 hari atau lebih
2. Nafsu makan berkurang
3. Ada riwayat DBD pada lingkungan sekitar dalam jarak 200-400 meter
4. Ada pola deman yang khas, menyerupai punuk unta
5. Adanya kebocoran plasma darah, yang terlihat dari bintik-bintik
merah di tubuh atau bagian tubuh lain
6. Hepatomegali (pembesaran hati)
7. Kegagalan sikulasi
"Selama ini DBD masih menjadi kasus yang menakutkan dan banyak
orangtua yang panik bila anaknya mengalami demam tinggi. Dan ternyata
banyak salah pemahaman yang beredari di masyarakat," ujar dr Alan R.
Tumbelaka, SpA (K) dari Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis, Departemen Ilmu
Kesehatan Anak FKUI-RSCM, dalam acara konferensi pers Ulang Tahun & Seminar
Ilmiah Bidan 2010, di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta,
Selasa (29/6/2010).
dr Alan mengungkapkan ada banyak
kesalahpahaman tentang kasus DBD. Salah satunya, banyak orang yang
menganggap bahwa kasus kematian DBD terjadi karena adanya pendarahan,
seperti mimisan dan lebam di tubuh.
Padahal, yang perlu
diperhatikan adalah adanya renjatan (shock) pada masa-masa
kritis demam, yaitu pada saat suhu tubuh mulai turun, sekitar hari ke-3
sampai hari ke-6.
Kasus kematian DBD terjadi karena shock yang terjadi tidak ditangani dengan
baik yang mengakibatkan pendarahan
hebat. Jadi yang perlu diwaspadai jangan sampai ada shock yang
terjadi.
Tanda-tandashock pada DBD adalah:
1. Tampak gelisah dan lemah
2. Kesadaran menurun
3. Napas cepat
4. Dapat disertai nyeri perut
5. Perfusi perifer atau capillary refill (tingkat isi ulang darah
kapiler kosong) menurun
6. Nadi cepat dengan volume mengecil
7. Tekanan darah dan tekanan nadi menurun
8. Ujung tangan dan kaki terasa dingin
9. Diuresis (kelainan pada sistem urinase dalam memproduksi urine)
berkurang
Selain itu, ada pula yang perlu diluruskan dalam menangani dan
mengobati DBD, antara lain:
1. Parasetamol adalah satu-satunya obat penurun demam yang
direkomendasikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk DBD
2. Pasien yang demam dan menunjukkan gejala DBD jangan diberikan asetil
salisilat (aspirin), asam mefenamat, steroid, ibuprofen. Zat kimia ini
dapat berisiko menambah pendarahan pada kasus DBD
3. Tidak perlu memberikan antibiotik, karena DBD disebabkan oleh virus
4. Pengobatan DBD sebenarnya cukup dengan istirahat dan minum cukup air
(> 5 gelas sehari)
5. Susu, jus buah dan air beras tidak terlalu dianjurkan karena tidak
banyak membantu. Cukup dengan banyak minum air putih saja.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.