Jakarta, Bayi yang berusia beberapa bulan memang  belum bisa berbicara, 
sehingga 
salah satu komunikasinya hanya melalui  tangisan dan bahasa tubuh. Tapi 
orangtua 
bisa mempelajari bahasa tubuh  si bayi untuk mengetahui keinginannya.

Bayi memang memiliki cara  berkomunikasi yang unik dengan orangtua atau 
orang-orang disekitarnya.  Dikutip dari Parenting, Jumat (9/7/2010) orangtua 
bisa  mempelajari bahasa tubuh dari si mungil, yaitu:

Menendang  kakinya
Kondisi ini berarti bayi terkesima atau tertarik  dengan sesuatu, misalnya 
ketika ia melihat sesuatu yang menakjubkan atau  mecipratkan air di bak 
mandinya.

Bahasa tubuh ini juga bisa  berarti bayi mengungkapkan kata 'Wow'. Atau bisa 
juga bayi ingin sesuatu  yang lebih, misalnya mengajaknya bermain atau ia ingin 
bergerak tapi  tempatnya sempit.

Cara meresponsnya adalah dengan berbagi  semangat dengannya atau memangkunya 
sambil diajak bermain. Karena  menendangkan kakinya juga membantu mengembangkan 
otot yang dibutuhkan  saat merangkak.

Memalingkan mukanya
Kondisi  ini bisa berarti bayi membutuhkan sedikit waktu untuk mengetahui apa  
yang terjadi, terutama sesuatu yang dilihatnya. Atau bisa juga bayi  
membutuhkan 
waktu untuk ruang pribadinya.

Cara meresponsnya  adalah biarkan ia memeriksa sekelilingnya, bahkan jika untuk 
melihat  bayangan dicerminnya atau bisa juga dengan memberinya waktu untuk  
bersantai. Tapi jika bayi terlalu lama berpaling, cobalah untuk menarik  
perhatiannya lagi.

Mengucek atau menutup matanya
Kondisi  ini bisa berarti ia berusaha untuk bermain 'ciluk ba' atau permainan  
lain untuk memikat orang lain. Hal lainnya adalah bayi bersiap untuk  pergi 
tidur ketika ia sudah merasa lelah.

Cara meresponsnya  adalah menanggapi minatnya dengan cara mengajaknya bermain, 
misalnya  dengan cara melemparkan selimut tipis sehingga ia akan berusaha untuk 
 
menarik selimut tersebut. Tapi jika ia mengantuk, gendonglah ia sambil  
dinyanyikan atau dibacakan cerita pendek sambil diayun-ayunkan.

Memilin-milin  rambutnya
Kondisi ini bisa berarti ia sedang berusaha  membuat dirinya merasa lebih baik. 
Selain itu melakukan gerakan berulang  juga bisa berarti untuk menutupi rasa 
gugupnya, seperti karena ada  pengasuh baru atau dilingkungan baru yang terlalu 
bising untuknya.

Cara  meresponsnya adalah membiarkan ia melakukan hal tersebut, karena itu  
bukan suatu hal yang harus dicegah. Bisa juga mengajaknya berbicara  dengan 
nada 
suara yang menenangkan atau mengajaknya bermain untuk  melupakan kegugupannya.

Bayi melengkungkan punggungnya
Kondisi  ini bisa berarti ia sedang marah, rewel, kesal dengan suatu hal atau  
mengalami sakit yang belum bisa diungkapkannya.

Cara meresponsnya  adalah cobalah untuk menenangkannya, biasanya membutuhkan 
waktu lebih  lama karena bayi yang melengkungkan punggungnya merupakan 
akumulasi 
dari  rasa tidak nyamannya.

Jika disertai dengan gejala lain seperti  muntah atau demam, maka segera 
periksakan ke dokter agar tidak terjadi  kesalahan diagnosis dan bayi kembali 
merasa nyaman.

Meregangkan  lengan atau tangannya
Kondisi ini berarti bayi dalam  suasana hati yang baik, santai dan bersiap 
untuk 
melihat sekelilingnya,  tapi sebaiknya tetap perhatikan ekspresi wajahnya.

Selain itu  juga bisa berarti bayi sedang belajar untuk duduk yang mana ia 
butuh  
sesuatu untuk menjaga keseimbangannya.

Cara meresponsnya adalah  jika bayi menunjukkan wajah ceria, maka manfaatkan 
suasana optimisnya  untuk memberikan rangsangan positif. Tapi jika ia sedang 
belajar untuk  duduk berikan bantuan saat ia membutuhkan, jika tidak perlu 
bantuan  biarkan ia membangun otot perutnya untuk membantunya duduk tegak.

Menarik-narik  telinganya
Kondisi ini berarti ia mengalami kesulitan dalam  melakukan sesuatu, misalnya 
sebagai tanda susunya terlalu panas,  perutnya kembung atau ia perlu 
bersendawa. 
Arti lainnya adalah ia merasa  tidak nyaman akibat sakit seperti infeksi 
telinga, sakit tenggorokan  atau gangguan di hidungnya.

Cara meresponsnya adalah cobalah  untuk menenangkannya misalnya dengan 
membuatnya bersendawa, jika belum  tenang juga cobalah untuk menutup tirai, 
pindah ke ruang lain atau  mematikan televisi.

Selain itu juga periksa tanda-tanda lain yang  membuatnya tidak nyaman, 
misalnya 
memeriksa telinga, hidung dan  tenggorokannya.


      

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.

Kirim email ke