- aep.saepuloh
Berpuasa Bersama Pemerintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, الصوم يوم تصومون, و الفطر يوم تفطرون, و الأضحى يوم تضحون “Puasa adalah hari ketika kalian berpuasa bersama. Hari raya idul fitri juga di hari ketika kalian berhari raya bersama. Kurban juga di hari ketika kalian berkurban bersama.” (HR. Tirmidzi [693] dan Ibnu Majah [1660] dinyatakan sanadnya jayyid oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah [hadits ke-224], Sahih wa Dha’if Sunan At-Tirmidzi [697], dan Shahihul Jami’ [3869] dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu). At-Tirmidzi mengatakan setelah membawakan hadits di atas, وفسر بعض أهل العلم هذا الحديث فقال: إنما معنى هذا, الصوم والفطر مع الجماعة وعظم الناس “Sebagian ulama menafsirkan hadits ini dengan mengatakan : sesungguhnya makna dari ungkapan tersebut adalah berpuasa dan berhari raya (hendaknya) bersama dengan masyarakat (jama’ah) dan kebanyakan orang.” (Sunan At-Tirmidzi, Bab ma jaa’a annal fithra yauma tufthiruun wal adh-ha yauma tudhahhuun). Abul Hasan As-Sindi mengatakan setelah menyebutkan hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Tirmidzi di atas, “Yang tampak ialah bahwa maksudnya perkara-perkara ini bukan wewenang setiap orang. Mereka tidak boleh menyendiri dalam melakukannya (hari raya, puasa, dan kurban, pen). Akan tetapi urusan itu harus dikembalikan kepada imam (pemimpin/pemerintah) dan jama’ah (masyarakat Islam di sekitarnya). Sehingga wajib bagi setiap individu untuk mengikuti ketetapan pemerintah dan masyarakat. Berdasarkan hal ini, apabila ada seorang saksi yang melihat hilal dan pemerintah menolak persaksiannya maka dia tidak boleh menetapkan perkara-perkara tersebut untuk dirinya sendiri. Dia wajib untuk mengikuti masyarakat dalam melaksanakan itu semua.” (Hasyiyah As-Sindi ‘ala Ibni Majah, hadits 1650. Asy-Syamilah). Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Apabila pemerintah sudah mengumumkan melalui radio atau media yang lainnya mengenai ditetapkannya (masuknya) bulan (hijriyah) maka wajib beramal dengannya untuk menetapkan waktu masuknya bulan dan keluarnya, baik ketika Ramadhan atau bulan yang lain. Karena pengumuman dari pemerintah adalah hujjah syar’iyyah yang harus diamalkan. Oleh sebab itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu memerintahkan Bilal untuk mengumumkan kepada masyarakat penetapan (awal) bulan agar mereka semua berpuasa karena ketika itu masuknya bulan telah terbukti di sisi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau menjadikan pengumuman itu sebagai ketetapan yang harus mereka ikuti untuk melakukan puasa.” (Majalis Syahri Ramadhan, hal. 16). Kisah yang disebutkan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin terdapat di dalam Sunan At-Tirmidzi dengan lafazh, عن ابن عباس قال: “جاء أعرابي إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: إني رأيت الهلال, فقال: أتشهد أن لا إله إلا الله؟ أتشهد أن محمدا رسول الله؟ قال: نعم, قال: يا بلال أذن في الناس أن يصوموا غدا”. Dari Ibnu Abbas, dia berkata : Seorang arab Badui datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan, “Saya telah melihat hilal.” Nabi pun mengatakan, “Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang haq) selain Allah? Apakah kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah?”. Dia menjawab, “Iya”. Nabi lantas berkata, “Hai Bilal, umumkanlah kepada orang-orang agar mereka berpuasa besok.” (HR. Abu Dawud [1993], Tirmidzi [627], Al-Hakim dalam Mustadrak [1491] dan lain-lain). Namun hadits ini lemah sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Al-Albani di dalam Shahih wa Dha’if Sunan At-Tirmidzi [691], Dha’if Sunan Ibnu Majah [364], Al-Irwa’ [907], Dha’if Sunan An-Nasa’i [121/2112], Dha’if Sunan Abu Dawud [507/2340, 508/2341]. Asy-Syamilah). Meskipun demikian, terdapat hadits lain yang sahih serta menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal yang serupa (yaitu menerima persaksian satu orang saksi dalam menetapkan masuknya bulan puasa dan mengumumkan kepada umat bahwa hari berikutnya puasa). Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, تراءى الناس الهلال فأخبرت النبي صلى الله عليه وسلم أني رأيته فصام وأمر الناس بصيامه “Orang-orang berusaha untuk melihat hilal, aku pun memberitahukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku telah melihatnya. Maka beliau pun berpuasa dan memerintahkan orang-orang untuk mengerjakan puasa pada hari itu.” (HR. Abu Dawud [2342] dan lain-lain. Al-Hakim menyatakan hadits ini sahih sesuai dengan kriteria Muslim, hal itu juga disepakati oleh Adz-Dzahabi. Disahihkan Al-Albani dalam Irwa’ Al-Ghalil, 4/16. Hadits 908). >From : "Haryanto" Muhammadiyah dan NU Sepakat 1 Ramadhan Jatuh Pada 11 Agustus 2010 SURABAYA (voa-islam.com) - Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sepakat menetapkan 1 Ramadhan 1431 Hijriyah jatuh pada 11 Agustus 2010. Kalender Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memprediksi 1 Ramadhan 1431 Hijriah bertepatan dengan 11 Agustus 2010. “Itu prediksi secara hisab (perhitungan matematis), karena kami tetap menunggu rukyatul hilal (melihat rembulan muda secara kasat mata),” kata Ketua Lajnah Falaqiah PWNU Jatim H Abdus Salam Nawawi di Surabaya, Ahad (11/7/2010). Menurut dia, awal Ramadhan 1431 H akan mungkin bersamaan dengan Muhammadiyah yang sudah menetapkan pada 11 Agustus, karena ketinggian “hilal” (rembulan usia muda/pergantian kalender) mencapai 2 derajat. ...Awal Ramadhan 1431 H, NU akan mungkin bersamaan dengan Muhammadiyah pada 11 Agustus, karena ketinggian “hilal” (mencapai 2 derajat... “Dari sudut peluang sama memang ada karena ketinggian hilal di atas dua derajat, tapi nggak tahu kalau ada mendung, karena itu kami akan menunggu hasil rukyatul hilal,” katanya. Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya itu mengatakan PWNU Jatim akan melakukan rukyatul hilal pada 9 Agustus petang di sejumlah daerah seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Madura, Blitar, Malang, Jember, dan sebagainya. Sebelumnya, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur juga menetapkan 1 Ramadhan 1431 Hijriyah jatuh pada 11 Agustus 2010. “Penetapan itu berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah,” kata Sekretaris PW Muhammadiyah Jawa Timur Nadjib Hamid di Surabaya, Sabtu (10/7) malam. Dijelaskannya, awal Ramadan tahun ini dimulai pada Rabu, 11 Agustus 2010. Ijtima‘ akhir Sya‘ban terjadi pada Selasa, 10 Agustus 2010, bertepatan dengan 29 Sya‘ban 1431 Hijriyah pukul 10.09 WIB. “Pada saat matahari terbenam hari itu, hilal sudah wujud 2 derajat lebih. Jadi, tanggal 10 Agustus malam sudah mulai tarawih,” jelas Nadjib. ...Pada saat matahari terbenam hari itu, hilal sudah wujud 2 derajat lebih. Jadi, tanggal 10 Agustus malam sudah mulai tarawih... Nadjib menegaskan bahwa penghitungan di PW Muhammadiyah Jawa Timur, sama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. “Hasil penghitungan memang di level provinsi, tapi sama dengan penghitungan dengan Pimpinan Pusat. Jadi tidak ada perbedaan antara Wilayah dan Pusat,” papar dia. Nadjib juga mengaku, hasil penghitungan ini juga akan dikomunikasikan dan dilaporkan ke pemerintah. “Pasti kami laporkan ke pemerintah tentang penghitungan hisab Majelis Tarjih Muhammadiyah ini,” tegasnya. Ramadhan Momentum Introspeksi dan Silaturrahim Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan tahun nini, Muhammadiyah Jawa Timur mengimbau kepada umat Islam di Indonesia, untuk menghadapi bulan suci Ramadan dengan suka cita. Selain itu, menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan dan memperkokoh tali silaturahmi dengan siapa saja, termasuk keluarga, teman dan semua masyarakat. ...Jadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk introspeksi atas segala kesalahan dengan jalan memohon ampunan dan rahmat Allah SWT... Muhammadiyah Jawa Timur juga mengimbau kepada masyarakat Islam untuk menjadikan bulan suci Ramadan sebagai momentum untuk introspeksi atas segala kesalahan dengan jalan memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. “Mari kita jauhi kemungkaran dan berlomba-lomba demi kebaikan. Apalagi, di bulan Ramadan, pahala segala kebaikan kita dilipatgandakan pahalanya,” ucap Nadjib Hamid. [taz/metro, ant] ______________________________________________ This message is for the designated recipient only and may contain privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have received it in error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other use of the email is prohibited. ______________________________________________________ This message is for the designated recipient only and may contain privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have received it in error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other use of the email is prohibited. ______________________________________________________ This message is for the designated recipient only and may contain privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have received it in error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other use of the email is prohibited. ______________________________________________ This message is for the designated recipient only and may contain privileged, proprietary, or otherwise private information. If you have received it in error, please notify the sender and delete the message immediately. Any other use of the email is prohibited. -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] or add me in Yahoo Messenger at [email protected] thanks for joinning this group.
