hehehehe iya ya, brarti blm sadi2 ama jg tu
tapi yg yg sering gw liat kn kek gt, yg satu bonyok dihajar, lalu dia bw
tmn2nya tuk cr yg hajar dia td trus gantian yg hajar td yg bonyok
trus yg barusanbonyok gk trima n bw tmn2 pula
bgitu d strusnya gk selesai2 n cm krn hal sepele smacam itu lah
Ear-One wrote:
Wakakaka.... masih untung baru dihajar y, kalo disate loh????
Soal dicari sama orang, urusan belakangan deh... bukan begitu bro asean :)
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Maihendra Faridian
Sent: Tuesday, July 13, 2010 5:39 PM
To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Balada Pengendara Motor
ini baru sadis beneran nih
tapi yg gw msh penasaran tu stlh kjadian apa lu gk was was bro ntr ada
yg nyariin elu ?
Asean, Anthonious wrote:
Yang namanya dijalanan....emang susye...
Kalo gw sih slalu taat peraturan.... baik nek motor or mobil... macet
ya sabar...berjalan sesuai jalur.
Tp kalo gw dah bner tp dizolimi.... biasanya lsg jadi hokum rimba tuh...
Bbrp kali gw pernah... mukulin sopir angkot,biker or sopir mobil lain...
Karena gw slalu benar peraturan.... jadi kalo tuh orang masih ba-bi-bu....
Hajar !!!!!!
SAFETY - FIRST, LAST, and ALWAYS
P Please consider the environment before printing this e-mail.
The information transmitted is intended only for use by the addressee
and may contain confidential and//or privileged material. Any review,
re-transmission, dissemination or other use of it, or the taking of
any action in reliance upon this information by persons and//or
entities other than the intended recipient is prohibited. If you
received this in error, please inform the sender and//or addressee
immediately and delete the material from all locations. Thank you.
The Redpath Group
Head Office: 710 McKeown Avenue, North Bay, Ontario, Canada P1B 7M2
(705) 474-2461
-----Original Message-----
From: Maihendra Faridian [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, July 13, 2010 3:54 PM
To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Balada Pengendara Motor
bukan salah bunda mengandung bro
salahkanlah bapak yg pnya burung xixixixixi
gw pan cm ngikutin materi pelajaran dr instrukturnya ja xixixixixix
Ear-One wrote:
Wakakaka.... gmn calon dewan yg terhormat nih, niatnya aja dah salah,
ngebo'ongin rakyat, bahasa gaulnya bersilat lidah tuh hehehe......
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On
Behalf Of Maihendra Faridian
Sent: Tuesday, July 13, 2010 3:44 PM
To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Balada Pengendara Motor
dr kursus how to be a senate yg gw ikutin emang langkah awal tuk jd
anggota dewan musti pinter pribahasa dl bro
katanya biar ntr pas sidang bs pinter bersilat lidah hehehehe
Ear-One wrote:
Wakakaka, kayaknya calon dewan terhormat ini terlalu byk belajar
peribahasa
hehehe........
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On
Behalf Of Maihendra Faridian
Sent: Tuesday, July 13, 2010 3:13 PM
To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Balada Pengendara Motor
yah intinya sih satu, guru kencing berdiri dua tiga pulau terlampaui
yg artinya rumput tetangga lebih hijau dr rumput dilapangan bola hehehe
Ear-One wrote:
Gw sih bilang semua yg naik kendaraan, baik motor n mobil ada enak ada
ngak
nya...
Kepanasan, keujanan, bensin, sparepart, mogok, ongkos tol.... itu dah
harus
dilakoni, semua mengikuti pilihan...apalagi kalo (amit2 sih) sampe
kecelakaan...
Naik mobil kalo kena macet jg ngiri sama yg naik motor, belum biaya
bensin
sama ganti sparepart... tapi y berpulang ke masing2 pribadi, tuh
kendaraan
buat dipamerin ato kebutuhan hehehe...
Kalo kata gw sih, ENJOY AJA!!!!!!!!!!! Bukan begitu calon bapak
dewan yg
terhormat, bro mahen wakakaka............
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On
Behalf Of Maihendra Faridian
Sent: Tuesday, July 13, 2010 2:28 PM
To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Balada Pengendara Motor
hahahaha cm menyampaikan aspirasi rakyat aja bro
scara mo bljr jd anggota dewan gw-nya hahahahahahaha
Rochmad Sigit wrote:
Wah Bro Mahen Curhat dari hati yang paling dalam,, jadi miris hati
gw,,
:(
Warm Regards,
Rochmad Sigit
[ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah,
bukan disebabkan oleh besarnya masalah,
tetapi oleh kecilnya tujuan hidup. ]
-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]]
On
Behalf Of Maihendra Faridian
Sent: Tuesday, July 13, 2010 2:22 PM
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Balada Pengendara Motor
Sebelumnya saya mohon maaf
bila tulisan berikut kurang berkenan.
Kami hanyalah ingin meminta maaf
kepada bapak ibu pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan
raya.
Sungguh,
kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan anda.
Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri,
itu hanyalah karena kami merasa kepanasan.
Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker,
yang kami gunakan di siang bolong.
Tentunya rasa kepanasan ini tdk anda rasakan,
karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi dashboard
mobil
anda.
Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket,
ataupun bagian
bawah helm, he he he.
Bila anda melihat kami mendaki trotoar,
ataupun mengambil jalur kanan yang berlawanan,
itupun bukan karena kami sok jago.
Tapi kami hanya mencari alternatif jalur,
sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV bapak ibu
?.
Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot anda,
yg belum tentu bebas emisi (maaf ya).
Belum lagi kami takut di PHK,
hanya karena telat masuk kerja.
Tentunya khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan?,
kalo masuk kerja?
Sebab kalo sebagian besar dari kami,
harus pak-buu... Minimal dipotong uang transport, hiks!!
Belum lagi,
kami suka malu bila harus melewati resepsionis nan cantik
yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot
dan 'bau matahari' dari jaket lusuh kami.
Walau deodorant 5 ribuan telah kami
semprot,
tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda
yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.
Kami sadar kok,
kami jg suka keterlaluan.
Tapi kami juga gak pernah memprotes roda empat.
Kami cukup tau diri kok,
dengan pajak yg super murah kami,
sehingga
kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir.
Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami.
Tentu berbeda dengan areal parkir bapak-ibu.
Memang sih,tarif parkirnya aja beda J.
Hmmm . . . . . ,
kami juga gak pernah protes kok,
terhadap roda empat yang telah oleh pemerintah di-anak emaskan.
Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun,
di atas gusuran tanah dan rumah kami.
Kami harus putar otak mencari tempat tinggal bagi anak dan keluarga,
hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai tamasya ke ancol ataupun taman
safari.
Ngomong2 tentang
tamasya.
Memang sih . . . . . . . . . . . . . . . .,
mungkin anda sering melihat kami
berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan.
Tapi kami gak yakin apakah anda melihat kami,
memijit tangan, kaki dan bahu mereka yang kecil ditempat parkir.
Ini karena cara duduk
mereka yg sedikit berakrobat di atas motor kami.
Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri anda
yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok
belakang.
Kami juga gak keki kok,
dengan senyum kecil bapak-ibu,
bila melihat kami panik saat hujan turun.
Dimana kami harus buru-buru,
loncat dari motor, buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas
hujan.
Terkadang kami membayangkan,
bila kami ada di posisi anda.
Mau gerimis kek, mau hujan gede kek, bodo' amat,
cukup putar tuas kecil disamping stir,
maka wiper kaca akan bekerja lembut
membersihkan air di kaca depan &
belakang.
Aaaah enaknyaa di mobil.
Kami juga gak protes kok,
bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa menginstruksikan lembur kepada
kami.
kami cukup mengerti bila anda tidak pernah membayangkan,
betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
motor.
Kami cuma berharap,
bahwa petuah orang tua,
yang mengatakan, kalo kena angin malam bisa kena paru-paru basah,
adalah isapan jempol semata.
Amit-amiiiit.
Kami juga gak protes kok,
bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya lewat jendela,
sehingga mengenai jaket kami.
Ataupun celana kami harus 'menerima' sampah,
yang anda buang lewat jendela.
Mungkin kami dengan jaket hitamnya,
tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi
Mohon maaf juga bila,
kami harus terlihat melotot di depan anda.
Hmm sungguh, itu gak sengaja kok,
.
Sebab selama naik motor, mata kami harus dipicingkan agar tidak kena
debu.
Naaah begitu berhenti,
secara refleks mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
Maaf ya pak-bu. Peace !!!
Memang siiih,
kami sering bikin masalah di jalan raya,
tapi setidaknya,
kaum kami
belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
(Jadi gak enak nerusinnya)
Memang siiih,
rata rata dari kami tidak berpendidikan.
Walau beberapa rekan kami masih setia berprofesi pengojek
untuk mengantar kaum berpendidikan nan terhormat ke tujuan,
bila mereka diburu waktu atau hampir terlambat.
Memang siih,
rata-rata dari kami gak memiliki tata krama.
Karena kami gak punya cukup uang untuk belajar
di tempat kursus kepribadian ataupun pelatihan image development.
(SD aja DO ? hiks!).
Tapi setidaknya,
kami cukup tau diri
kok,
untuk tetap menganggukan kepala
kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis,
bila kami bertemu anda di koridor kantor.
Ataupun menjauh
dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu lift,
karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan
akibat sedan mewah anda
menyalip kami.
Namun kami cukup terhibur kok,
bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu kesukaan kami,
saat kita bersanding manis di lampu merah.
Hilang rasa penat bahu dan pinggang kami,
bila dentuman sound system anda membagi lagunya lewat kisi kisi
jendela.
He he he,
pernah gak anda melihat kami
juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda,
walo cuma 10-20 detik.
Eh. . . . . Jadi malu...
Namun kami cukup terhibur kok,
dengan sigapnya pak presiden menaiki motor roda dua
untuk meresmikan balapan mobil,
hiks.
Walau kami tau persis, itu hanya gara gara terlalu
banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi padat.
Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat.
Padahal mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing,
udah gak sabar buat melesat,
hanya untuk bisa dibilang sebagai yang
tercepat,
dan rebutan trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat.
What an ironic...
Namun, kami cukup terhibur juga kok,
dengan iklan di TV.
Di mana banyak artis nan ganteng dan cantik,
artis senior maupun junior, politikus, budayawan,
berebut mengiklankan motor untuk kami.
Walau kami tau persis,
gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan
motor
bebek.
Sebab kami tau persis,
mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan turun dari mobil,
karena supir nan setia membukakan pintu belakang bagi
mereka.
Yaahhh,
kami gak bermaksud membela diri siih.
Kami cuma mau sharing aja kok,
kepada anda pengendara mobil roda empat,
bahwa rasa sebel, muak, benci anda terhadap kami,
sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
Tuhan Maha Adil kan?
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected]
or add me in Yahoo Messenger at [email protected]
thanks for joinning this group.