bener banget dan setuju banget sama Om Narko dan Koko Irwan :D :D begitupun sebaliknya, bahkan sang istri akan lebih menghormati, menghargai dan mencintai sang suami dgn tulussss.... ^_^'
2010/7/21 Sunarko <[email protected]> > iya lah ......... > yang harus di takuti itu cuma 1 yaitu Tuhan > kalo ma pasangan mah ga perlu > tapi kita hrs menghargai > kita aja harus menghargai orang lain pa lagi > ke istri harus lebih dong > > > ----- Original Message ----- > *From:* ear.one <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Wednesday, July 21, 2010 9:48 AM > *Subject:* RE: ~ aga ~ Suami yang Sering Berdusta > > pada dasarnya sih baik suami ato istri ngak ada yg takut satu sama > lain... bener kata bung narko, lebih kearah menghargai... kan bukan lagi 2, > melainkan 1 kalo dah jadi pasutri J > > > > > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On > Behalf Of *Winda (PCIa) > *Sent:* 21 Juli 2010 9:40 > *To:* [email protected] > *Subject:* Re: ~ aga ~ Suami yang Sering Berdusta > > > > ngeles mode on neahhh,,, > > padahal mah susis ( suami sieun istri ) laguna sule > > ----- Original Message ----- > > *From:* Sunarko <[email protected]> > > *To:* [email protected] > > *Sent:* Wednesday, July 21, 2010 9:41 AM > > *Subject:* Re: ~ aga ~ Suami yang Sering Berdusta > > > > bukan takut istri > > tapi menghargai wanita > > apalagi istri kita > > xixixixixixiiii > > ----- Original Message ----- > > *From:* erick hendrian <[email protected]> > > *To:* [email protected] > > *Sent:* Wednesday, July 21, 2010 9:32 AM > > *Subject:* Re: ~ aga ~ Suami yang Sering Berdusta > > > > suami takut istri ini mah, > > 2010/7/21 Maihendra Faridian <[email protected]> > > Apakah benar setiap suami sering berdusta seperti ini? sepertinya tidak > semua suami seperti itu > > Suami yang Sering Berdusta > > Entah kapan saya punya keberanian untuk mengakui, mungkin suatu saat tanpa > harus saya ceritakan, isteri akan tahu sendiri bahwa suaminya ini sering > berdusta, dalam banyak hal. Kata orang, sepandai-pandainya menyimpan > bangkai, akan tercium juga. Sehebat apapun seseorang menyembunyikan > kebohongan, suatu saat akan terbongkar, bagaimana pun cara dan jalannya. > Setiap dusta harus ditutupi oleh dusta yang lain, parahnya semakin lama > energi ini akan habis terkuras karena fitrah manusia itu adalah kebenaran. > > Ada nasihat yang bagus dari seorang sahabat sebelum saya menikah. Mudah > sekali membuat wanita bahagia, kuncinya ada di telinga. Telinga dia dan > telinga kita. Maksudnya, wanita itu hanya suka mendengar hal-hal yang indah > dan menyenangkan. Maka ketika berbicara dengannya cukup bicarakan yang > baik-baik, yang indah-indah dan hindari sesuatu yang bisa menyakitinya, > meskipun itu sebuah kejujuran. Sebaliknya, ketika ia berbicara maka sediakan > telinga kita seluas samudera untuk menampung segala cerita, kisah, curahan > hati hingga keluh kesahnya. > > Akhirnya waktu itu pun tiba, saya tak bisa lagi menahan untuk tidak bicara. > Meskipun saya tahu, tanpa saya berterus terang pun isteri sudah bisa > merasakannya. Mata batinnya selalu menyala, jiwanya selalu terasah untuk > mampu menangkap sinyal-sinyal yang tak sesuai dengan kenyataan. Ia seperti > tahu banyak hal yang sering saya sembunyikan, karenanya buat apa juga > saya terus menahan hati untuk tidak berbicara empat mata dengannya. > > Saya berterus terang, bahwa saya pernah mendustainya soal makan. Setiap > pulang kerja, isteri hampir tak pernah absen untuk menyiapkan makan malam. > Setiap kali isteri bertanya, “Makan sudah disiapkan, mau makan dulu apa > mandi dulu?”. Nah disaat seperti inilah saya kerap berdusta, saya selalu > bilang belum makan dan selalu menunggu untuk makan di rumah karena masakan > isteri yang paling nikmat. Padahal, sering sebelum pulang ada rekan yang > mengajak saya makan, atau teman-teman di kantor menyediakan makan malam. > Saya berdusta untuk tetap menghormati isteri yang sudah sepenuh hati > menyiapkan masakan, akan bagaimana perasaanya jika saya tak menyentuh > makanannya? > > Masih tentang makanan, saya juga pernah berdusta berkenaan soal rasa. > Kadang, mungkin karena ia terlalu letih mengurus rumah dan anak-anak > seharian, ada yang kurang dalam rasa masakannya. Kadang kurang garam, atau > terlalu manis. Saya harus menyembunyikan ekspresi saya ketika makanannya > kurang atau kebanyakan garam misalnya. Kalau soal yang satu ini, biasanya > isteri langsung tahu karena ia pun ikut makan. Paling-paling ia bilang, > “iiih kok nggak bilang kalau belum digaramin…” saya hanya tersenyum. > > Saya pernah berdusta kalau sepulang kerja isteri bertanya, “Abi capek > nggak? Ada yang mau Ummi bicarakan…”. Selelah apapun saya saat itu, selalu > saya bilang, “masih seger begini kok, ayo kita bicara…”. Belum satu jam > berbicara, beberapa kali mata ini terpejam menahan kantuk. “iih diajak > bicara kok malah tidur…”. Segera saya membelalakkan mata dan bilang, “Nggak, > tadi merem itu lagi menghayati kok…”, sering pula isteri masih berbicara > saya benar-benar tertidur lelap. Esok paginya, saya benar-benar minta maaf > kepadanya. > > Kadang isteri bertanya, “Abi ada waktu? Sedang tidak sibuk kan?” Pertanyaan > itu kerap ia lontarkan ketika saya sedang di rumah. Saya belum bilang kalau > hari itu ada kegiatan atau ada acara lain di luar rumah. Tapi karena isteri > yang meminta, maka saya katakan waktu saya sangat longgar hari itu. Maka > kami pun berjibaku menyelesaikan pekerjaan rumah, namun diam-diam saya > sambil kirim pesan singkat ke beberapa orang yang sudah terlanjur janji > bahwa saya datang telat. > > Soal uang pun demikian. Saya sering berusaha untuk tidak berkata, “tidak > punya uang” saat isteri bertanya, “masih punya uang nggak? Uang belanja > sudah habis…” atau “anak-anak perlu beli buku baru, Abi masih ada > simpanan?”. Tidak tega rasanya kalau harus “jujur” mengatakan saya tidak > punya uang saat itu. Saya hanya ingin membuat isteri tenang menjalani > aktivitasnya sebagai ibu rumah tangga tanpa harus memikirkan hal yang > menjadi kewajiban saya. Jawaban untuk pertanyaan diatas, biasanya yang > keluar dari mulut ini, “Ooh, perlunya kapan? Insya Allah akan selalu ada > pada saat diperlukan.” > > Satu lagi dusta yang sangat umum dilakukan banyak suami, meskipun sang > isteri benar-benar tahu kalau suaminya berdusta dalam hal ini, tetapi ia > tetap senang dengan “dusta” suaminya ini. Yakni ketika suaminya berkata, > “Dik, kamu adalah wanita tercantik di dunia ini…” Ini bisa dibilang jujur, > bisa juga dibilang dusta, tergantung bagaimana memandang dan > memersepsikannya. Sejujurnya memang mungkin isteri kita bukanlah yang > benar-benar tercantik di dunia, karena boleh jadi secara fisik mungkin ada > yang lebih cantik darinya. Tetapi, jika ini diungkapkan berdasarkan perasaan > cinta yang sebenarnya, maka wajar jika di hati sang suami hanya kecantikan > isterinyalah nomor satu di dunia, bukan yang lain. Cantik wajahnya, terlebih > hatinya. Ajaibnya, meskipun terdengar “merayu” tetap saja semua isteri > paling suka “dusta” yang satu ini. > > Dik, maaf ya kalau suamimu ini sering berdusta… (gaw) > > > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected] > if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] > thanks for joinning this group. > > > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected] > if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] > thanks for joinning this group. > > CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the > individual or entity to whom it is addressed and contains information that > is privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not > the intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this > communication. If you have received this communication in error, please > notify us immediately by return email and delete the original message. > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected] > if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] > thanks for joinning this group. > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected] > if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] > thanks for joinning this group. > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected] > if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] > thanks for joinning this group. > > CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the > individual or entity to whom it is addressed and contains information that > is privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not > the intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this > communication. If you have received this communication in error, please > notify us immediately by return email and delete the original message. > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected] > if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] > thanks for joinning this group. > -- ^ Jangan katakan pada Allah aku memiliki Masalah Besar, tapi katakan pada Masalah aku memiliki Allah yang Maha Besar ^ -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] or add me in Yahoo Messenger at [email protected] thanks for joinning this group.
