aduuuuh.... gimana para pemimpin kita neh.. apakah meraka sadar n tau akan hal ini.........
2010/8/3 ZULKIPLI SAHARI <[email protected]> > salam semua, > > Aduh sedih aku membaca cerita ni. kenapa terjadi sebegini?????? > > 2010/8/3 aga madjid <[email protected]> > > >> >> >> >> >> >> >> >> >> Menggendong Mayat Anaknya Karena Tak Mampu Sewa Mobil >> Jenazah<http://www.bloggerkolaka.co.cc/2010/07/menggendong-mayat-anaknya-karena-tak.html> >> >> >> Share <http://www.facebook.com/sharer.php> >> >> >> >> PEJABAT Jakarta <http://javascript%3cb%3e%3c/b%3E:void%280%29;> seperti >> ditampar. Seorang warganya harus menggendong mayat anaknya karena tak mampu >> sewa >> mobil <http://javascript%3cb%3e%3c/b%3E:void%280%29;> jenazah. >> >> Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta - Bogor pun geger >> Minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono >> (38 thn) tengah menggendong mayat >> anak<http://javascript%3cb%3e%3c/b%3E:void%280%29;>, >> Khaerunisa (3 thn). >> >> Supriono akan memakamkan si kecil di Kampung Kramat, Bogor dengan >> menggunakan jasa KRL. Tapi di Stasiun Tebet, Supriono dipaksa turun >> dari<http://javascript%3cb%3e%3c/b%3E:void%280%29;>kereta, lantas dibawa ke >> kantor polisi karena dicurigai si anak adalah >> korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas >> karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa Supriono >> membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi. >> >> Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa Khaerunisa sudah empat hari terserang >> muntaber. Dia sudah membawa Khaerunisa untuk berobat ke Puskesmas Kecamatan >> Setiabudi. “Saya hanya sekali bawa Khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya >> uang <http://javascript%3cb%3e%3c/b%3E:void%280%29;> untuk membawanya >> lagi ke puskesmas, meski biaya hanya Rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, >> gelas dan botol plastik >> yang<http://javascript%3cb%3e%3c/b%3E:void%280%29;>penghasilannya hanya Rp >> 10.000,- per hari”. Ujar bapak 2 anak yang mengaku >> tinggal di kolong perlintasan rel KA di Cikini itu. >> >> Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama >> sakit Khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, Muriski Saleh >> (6 thn), untuk memulung kardus di Manggarai hingga Salemba, meski hanya >> terbaring digerobak ayahnya. >> >> Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya Khaerunisa menghembuskan >> nafas terakhirnya pada Minggu (5/6) pukul 07.00. >> >> Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak >> yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali >> sang bapak dan kakaknya. Supriono dan Muriski termangu. >> >> >> Uang di saku tinggal Rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk >> membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa >> ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak Musriki >> berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari Manggarai hingga ke >> Stasiun Tebet, Supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di >> Kramat, Bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung. >> >> >> >> *Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di Stasiun Tebet.* >> >> Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus >> jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar >> orang tak tahu kalau Khaerunisa sudah menghadap Sang Khalik. Dengan >> menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa >> menuju stasiun. >> >> >> Ketika KRL jurusan Bogor >> datang<http://javascript%3cb%3e%3c/b%3E:void%280%29;>, >> tiba-tiba seorang pedagang menghampiri Supriono dan menanyakan anaknya. Lalu >> dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke >> Bogor spontan penumpang KRL yang mendengar penjelasan Supriono langsung >> berkerumun dan Supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi >> menyuruh agar Supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans >> hitam. >> >> Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan. >> Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan >> surat<http://javascript%3cb%3e%3c/b%3E:void%280%29;>permintaan pulang dari >> RSCM. Sambil memandangi mayat Khaerunisa yang >> terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau >> adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh >> adiknya. >> >> >> Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi >> Karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki >> menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan >> Muriski. Beberapa warga <http://javascript%3cb%3e%3c/b%3E:void%280%29;>yang >> iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor. >> >> Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal >> Supriono dan Muriski di perjalanan. >> >> Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku >> benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena >> masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap >> sesama. “Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita >> bertanggung jawab untuk mengurus jenazah Khaerunisa. Jangan bilang keluarga >> Supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat >> tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia”, ujarnya >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> >> .* * >> >> -- >> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. >> to post emails, just send to : >> [email protected] >> to join this group, send blank email to : >> [email protected] >> to quit from this group, just send email to : >> [email protected]<aga-madjid%[email protected]> >> if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] >> or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or >> add my twitter @aga_madjid >> thanks for joinning this group. >> > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected]<aga-madjid%[email protected]> > if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or > add my twitter @aga_madjid > thanks for joinning this group. > -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit my facebook at [email protected] or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
<<image001.jpg>>
