Menjadi orangtua atau parenting adalah sebuah profesi yang tidak ada
sekolahnya. Sementara itu, menjadi orangtua adalah sebuah pekerjaan yang
sangat berat; mempersiapkan anak untuk kelak bermasyarkat dan membesarkannya
untuk menjadi individu yang bertanggung jawab.

 

Menurut ahli ilmu konseling keluarga keluarga dari Johnson Institute
Minneapolis, Amerika Serikat, David J.Wilmes (1995), orangtua perlu sensitif
dalam mengambil peran yang tepat dalam kehidupan anak dan harus sepakat
dalam mendidik. Hindari "mixed messages"  sehingga anak bingung siapa yang
harus dituruti, kata mama atau kata papa?

 

Ada beberapa tahapan parenting menurut wilmes yang dia sebut sebagai "job
description" atau deskripsi tugas sebagai orangtua. Tahapan ini berbicara
tentang peran orangtua yang perlu disesuaikan pada setiap tingkat kehidupan
anak.

 

Level I : From Control to Freedom

Dari memegang kendali:  memberikan kebebasan

 

Level II : From Freedom to Responsibility Memberikan kebebasan: menekankan
tanggung jawab

 

Pada Level I diperlukan kejelian orangtua untuk 'mengambil kendali' atau
'membiarkan anak memilih'. Batasan itu memerlukan kesediaan dan kerelaan
orangtua untuk 'melepas' anak untuk bersikap. Karena hal itu berarti
orangtua harus siap dengan kenyataan bahwa mereka tidak lagi berkuasa penuh
atas hidup anak mereka. Pada saat anak bertumbuh, ketika mereka telah dapat
lebih mandiri, orangtua seakan-akan kehilangan 'kuasa' atas anak mereka.
Inilah konsekuensi pendidikan.

 

Pendidikan membuat seorang individu dapat mempunyai pendapat dan pendirian.
Hal itulah yang menjadi dasar mereka dalam mengambil keputusan secara
dewasa. Orangtua harus dapat menerima saat anaknya mulai mempertanyakan
pendapat orangtua atau 'melawan' kehendak orangtuanya.

 

Hanya dengan kebijaksanaan maka orangtua harus tahu kapan akan mengambil
kendali atau membiarkan anak untuk tumbuh dengan memiliki rasa aman dan
kemerdekaan sejati sebagai individu. Orangtua harus memfasilitasi proses ini
sehingga kebebasan atau kemerdekaan yang dimiliki anak untuk bersikap dan
berpikir ini tertuju kepada kebebasan yang bertanggung jawab. *

 

 

Warm Regards,

 

 

Rochmad Sigit

 

[ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, 

bukan disebabkan oleh besarnya masalah, 

tetapi oleh kecilnya tujuan hidup. ]

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke