Membayar fidyah memang ditetapkan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalkan untuk berpuasa. Setiap satu hari seseorang meninggalkan puasa, maka dia wajib membayar fidyah kepada satu orang fakir miskin.
Sedangkan teknis pelaksanaannya, apakah mau perhari atau mau sekaligus sebulan, kembali kepada keluasan masing-masing orang. Kalau seseorang nyaman memberi fidyah tiap hari, silahkan dilakukan. Sebaliknya, bila lebih nyaman untuk diberikan sekaligus untuk puasa satu bulan, silah saja. Yang penting jumlah takarannya tidak kurang dari yang telah ditetapkan. Berapakah Besar Fidyah? Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi'i dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW. Yang dimaksud dengan mud adalah telapak tangan yang ditengadahkan ke atas untuk menampung makanan, kira-kira mirip orang berdoa. Sebagian lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau setara dengan setengah sha' kurma atau tepung. Atau juga bisa disetarakan dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang kepada satu orang miskin. Dalam kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili jilid 1 halaman 143 disebutkan bahwa bila diukur dengan ukuran zaman sekarang ini, satu mud itu setara dengan 675 gram atau 0,688 liter. Sedangkan 1 sha` setara dengan 4 mud . Bila ditimbang, 1 sha` itu beratnya kira-kira 2.176 gram. Bila diukur volumenya, 1 sha` setara dengan 2,75 liter. Siapa Saja yang Harus Bayar Fidyah? 1. Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi. 2. Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi berpuasa. 3. Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu. Mereka itu wajib membayar fidyah saja menurut sebagian ulama, namun menurut Imam Syafi'i selain wajib membayar fidyah juga wajib mengqadha' puasanya. Sedangkan menurut pendapat lain, tidak membayar fidyah tetapi cukup mengqadha'. 4. Orang yang menunda kewajiban mengqadha' puasa Ramadhan tanpa uzur syar'i hingga Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang. Mereka wajib mengqadha'nya sekaligus membayar fidyah, menurut sebagian ulama. Jadi untuk ukuran supir kayaknya gak ada alasan deh buat gak puasa, ----- Original Message ----- From: Bona, Mirza Rotua To: [email protected] Sent: Monday, August 16, 2010 10:09 AM Subject: RE: Bls: ~ aga ~ Hormati orang yang TIDAK berpuasa Mungkin mereka bayar fidyah.. Jadi mereka ga puasa bro?? Btw ada yang punya informasi mengenai bayar fidyah ga?? Mau donk.. Thanks Bona -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Maihendra Faridian Sent: 16 Agustus 2010 10:06 To: [email protected] Subject: Re: Bls: ~ aga ~ Hormati orang yang TIDAK berpuasa itulah knp byk supir yg gk puasa bro tapi kl mnurut gw sih kl niatnya kuat wlw puasa pasti orgnya sanggup menjalaninya wlw kerjaannya berat, atau bs diakalin gmn caranya sama sprti pemain spakbola di luar negeri yg muslim apa mereka gk latihan disiang hari krn puasa atau gmn JHON DOE wrote: > khusus untuk pekerja berat dan supir emang harus dikasih jam kerja > kurang Gan. soalnya bahya kan kalo nyupir dalam keadaan mengantuk.. > > ogut non muslim, kalo makan siang di warteg (yang semua jendelanya di > tutup in) selama bulan puasa ini, sering ketemu ama sopir2 yang cuma > sekedar ngerokok ama ngupi untuk mencegah kantuk > > --- Pada *Jum, 13/8/10, Edy Haryanto /<[email protected]>/* menulis: > > > Dari: Edy Haryanto <[email protected]> > Judul: ~ aga ~ Hormati orang yang TIDAK berpuasa > Kepada: [email protected] > Tanggal: Jumat, 13 Agustus, 2010, 10:46 PM > > **Hari sabtu sambil kerja browsing2, nemu thread yg mayan bagus > nih, bisa buat pembelajaran diri bagi kita semua.** > > **Sumber : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4989410** > > ------------------------------------------------------------------------ > > ================================================== ================ > perhatian-perhatian, bagi yang minat baca trit ini, mau ane beri > penjelasan. Bukannya ane pengen bikin muslim yang berpuasa harus > menghormati yang non muslim (walau sesungguhnya itu MULIA), tapi > ane hanya ingin menggelitik pemikiran agan muslim aja. Karena > selama ini, jujur aja deh, pasti ada agan2 yang berfikiran negatif > (seperti: ih dasar non muslim, gak tau apa kita lagi puasa!) kalau > ada non muslim makan /ngerokok/minum depan orang yang puasa, ya > kan ? Nah kita sebagai yang sedang berpuasa ada bagusnya "hormati" > mereka lah, dengan artian "berikan kebebasan" ke mereka lah, toh > Indonesia bukan 100% muslim, dan toh dengan begitu kita Inshallah > akan diganjar pahala yang lebih berlipat. Slamat membaca dan > slamat berpuasa > ================================================== ================ > > Gan cuma mau sharing aja sih. > > Tadi malem di radio Sm*rt FM dengerin talkshow tentang hubungan > puasa dan kesalehan sosial. > > Ada satu pernyataan bagus dari pembicaranya yang mengatakan: > > Quote: > > "hormatilah orang yang TIDAK berpuasa" > > Ane setuju banget gan ama pernyataan itu. > > Ane heran, kenapa kalo di bulan puasa tu restoran pake di tutup tirai > Ane heran, kenapa kalo di bulan puasa tu orang non muslim musti > gak enak kalau mau makan di muka umum [tapi ada juga sih yang > cuek2 aja] > Ane heran, kenapa kalo di bulan puasa tu kehidupan harus berubah > sedemikian rupa sehingga dibuat harus sedemikian islami gan? > Ane heran, kenapa kalo di bulan puasa tu jam kerja musti dikurangi? > Ane heran, kenapa kalo di bulan puasa tu waktu sekolah musti > dikurangi? > > EMANGNYA KENAPA GANNN???!!! > > Trus, kalo bulan puasa, orang non muslim kalau makan harus > ngumpet-ngumpet? > Trus, kalo bulan puasa, orang non muslim gak boleh ke disco? > Trus, kalo bulan puasa, orang non muslim gak boleh ngadain party? > > EMANGNYA KENAPA GAAAN???!!!! > > Ane setuju banget dengan pernyataan sang pembicara tadi malam, bahwa > > Quote: > > "justru seharusnya di bulan puasa itu, semua kegiatan seharusnya > berjalan sebagaimana mustinya. Alami saja, sebagaimana biasanya" > > betul itu gan, kenapa kalo bulan puasa tu harus di istimewakan? > kenapa gan? > > Menurut pembicara itu, kita umat muslim selama ini memiliki > pemahaman yang salah terhadap bulan Ramadhan . > > KITA SELAMA INI TIAP DI BULAN PUASA SELALU MENGKONDISIKAN > SEGALANYA AGAR DAPAT MENJADI SE-ISLAMI MUNGKIN TANPA MENG-ISLAMKAN > JIWA KITA GAN! > > Apa maksudnya? > > Maksudnya adalah, kenapa harus lingkungan luar yang di rubah di > bulan Ramadhan ini? kenapa bukan kita umat muslim yang seharusnya > mempersiapkan MENTAL agar kuat MENGHADAPI GODAAN dan UJIAN, dan > bukan MALAH SIBUK MEMBUAT ORANG LAIN UNTUK MENGHORMAIT KITA YANG > BERPUASA GAN! > > Kenapa harus orang non muslim yang merasa tidak enak kalau makan > di depan orang berpuasa? - seharusnya KITA UMAT MUSLIM YANG MALU, > DAN MERASA TIDAK ENAK BILA SAMPAI MEMBUAT ORANG NON MUSLIM MERASA > SUNGKAN UNTUK MAKAN DI DEPAN KITA. > > Kenapa begitu gan? > > Karena yang namanya puasa itu adalah UJIAN! > Yang namanya ujian itu bertujuan untuk MEMBUAT KITA KUAT! > lha, kalau semua di kondisikan agar kita bisa menjalankan puasa > dengan "mudah" maka APA ARTINYA UJIAN ITU? > > Dengan kata lain, kalau ujian itu dibikin supaya mudah di jalani, > maka dengan demikian, ujian tersebut bakal jadi UJIAN YANG MUDAH > kan gan? > > Untuk itulah, > Biarkan mereka yang non muslim makan minum dengan leluasa didepan > kita. Kalau perlu, kita yang menawarkannya pada mereka. > > Biarkanlah resto-resto tetap buka seperti biasa, dan buang jauh2 > tirai penutupnya agar kita yang berpuasa bisa melihat dengan jelas > mereka-mereka yang sedang makan dengan lahap. > > Hapuslah peraturan konyol pengurangan jam kerja, dan berlakukanlah > seperti biasa. > > Semua itu tujuannya, agar puasa kita semakin terasa berbobot dan > berasa. > Semua itu tujuannya, agar puasa kita benar-benar menjadi UJIAN > buat kita. > > MAri kita jalani ujian di bulan suci ini dengan menghargai mereka > yang tidak berpuasa. Biarkanlah mereka menjalani kehidupannya > sebagaimana biasanya, dan jadikan itu menjadi ujian buat kita. Amiin > > Wasssalam > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected] > if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or > add my twitter @aga_madjid > thanks for joinning this group. > > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected] > if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid > or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or > add my twitter @aga_madjid > thanks for joinning this group. -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group. -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group. -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
