Senin, 16/08/2010 12:30 WIB


Ada Telinga Ketiga yang Tumbuh di Lengan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

 

img
Stelios Arcadiou (telegraph)

Melbourne, Dikaruniai sepasang telinga di kepala sepertinya belum bisa
memuaskan pendengaran seorang seniman sekaligus ilmuwan asal Australia.
Lewat sebuah proyek eksperimental, ia sukses mencangkokan telinga ketiga di
lengan kirinya. 

Seniman bernama Stelios Arcadiou alias Stelarc itu mencangkokkan telinga
palsu hasil kloning itu pada September 2006 silam. Butuh waktu 10 tahun
untuk menemukan dokter bedah yang mau melakukan pencangkokan tersebut
untuknya. 

Stelarc merupakan seniman berdarah Yunani, kelahiran Siprus 63 tahun yang
lalu. Stelarc yang juga merupakan profesor di Schools of Arts at Brunel
University memang dikenal sebagai seniman yang gemar melakukan eksperimen
dengan tubuhnya. 

Baginya, menghadirkan sentuhan teknologi ke dalah tubuh adalah sesuatu yang
menyenangkan. Dalam sebuah pertunjukkan, ia pernah menghubungkan diri dengan
perangkat mesin yang dapat mengendalikan tubuhnya secara elektronik. 

Namun di antara berbagai aksinya, cangkok telinga di lengan merupakan salah
satu yang paling ekstrem. Sebab telinga cangkokan itu tak hanya bisa
digunakan untuk mendengar, tetapi juga dapat terhubung dengan internet. 

Karena dilengkapi transmitter (pemancar) dengan teknologi Bluetooth, telinga
palsu yang terpasang di lengan kiri Sterlarc bisa terhubung dengan internet.
Iapun tidak lagi membutuhkan ponsel untuk berkomunikasi, cukup berbisik di
telinga cangkokan itu maka suaranya bisa dipancarkan ke manapun ia mau. 

"Anda bisa berbicara dengan saya lewat telepon, dan saya bicara lewat
telinga ini. Tetapi suara Anda akan saya dengarkan langsung di kepala saya,"
ungkap Stelarc seperti dikutip dari situsnya, stelarc.va.com.au, Senin
(16/8/2010). 

Hal itu dimungkinkan karena transmitter di lengannya terhubung secara
nirkabel dengan rangkaian receiver (penerima) yang dipasang di dalam
mulutnya. Jika ia membuka mulutnya, orang yang berada di sekitarnya bisa
ikut mendengarkan suara telepon yang sedang ia terima. 

Selain kendala teknis seperti infeksi dan nekrosis (kematian sel) yang
dialaminya beberapa kali selama pencangkokan, proyek ini juga menemukan
kendala nonteknis sehingga memakan waktu sangat lama. Dokter bedah di
Amerika menolak keinginannya karena ilegal, sampai akhirnya ada dokter yang
mau melakukannya di Eropa.

 

Warm Regards,

 

 

Rochmad Sigit

 

[ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, 

bukan disebabkan oleh besarnya masalah, 

tetapi oleh kecilnya tujuan hidup. ]

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke