wah tumben materi artikel kiriman bro rully islami gini hehehehe
btw thanks y bro, its a good one
Rully Fabian wrote:
*10 Hal sering diremehkan ketika Ramadhan*
------------------------------------------------------------------------
*1- Mengilmui ibadah di bulan Ramadhan.
*Maka seorang muslim yang ingin meraih kebaikan bulan Ramadhan,
pastilah dia harus mengilmui ibadah yang dilakukan di bulan ini.
Mengilmui tentang puasa, tentang tata cara shalat Tarawih, tentang
membaca Al-Quran, i’tikaf, zakat dan ibadah-ibadah lainnya.
Sangat disayangkan banyak kaum muslimin yang meremehkan hal ini.
Padahal, jika mereka melakukan ibadah tanpa ilmu, bisa jadi ibadah
yang mereka lakukan akan menjadi sia-sia, tidak diterima oleh Allah —
ta’ala –. Akhirnya, kita pun banyak melihat bermunculan berbagai
perkara ibadah yang tidak dituntunkan oleh Allah dan Rasul-Nya —
shollallohu ‘alaihi wa sallam — di bulan mulia ini. Sehingga apa yang
mereka harapkan menjadi kebaikan, berbalik menjadi kerugian semata.
Semoga Allah melindungi kita dari hal ini.
*2- Niat ikhlas dalam puasa.
*Puasa adalah ibadah yang sangat agung di bulan suci ini.
Sampai-sampai Allah pun mengkhususkan ibadah ini hanya untuk-Nya.
Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — bersabda,
قَالَ اللهُ عز وجل كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَام ، فَإنَّهُ
لِي وَأنَا أجْزِي بِهِ
“Allah ‘azza wa jalla berfirman, semua amalan manusia adalah untuknya
kecuali puasa. Puasa adalah untuk-Ku dan Aku sendirilah yang akan
membalasnya.” (Muttafaq ‘alaih)
Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya suatu ibadah, selain harus
sesuai dengan tuntunan Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam –.
Sehingga jika kita ingin puasa kita diterima, pertama kita harus
mengikhlaskan puasa kita hanya karena Allah, bukan karena ikut-ikutan
rutinitas manusia atau karena niat yang lain.
*3- Yang wajib lebih utama dari yang sunah.
*Semangat yang menggebu terkadang menjadikan seseorang lalai dengan
skala prioritas yang harusnya diperhatikan. Inilah yang sering kita
saksikan pada bulan ini. Kaum muslimin terkadang lebih memerhatikan
yang sunah dengan melalaikan yang wajib. Padahal seharusnya yang wajib
harus lebih diperhatikan dari yang sunah, sedangkan yang sunah
diusahakan tidak ditinggalkan.
Sebagai contoh, kita lihat kaum muslimin berbondong-bondong shalat
Tarawih berjamaah ke masjid sampai membuat masjid tak muat, padahal
shalat Tarawih tidak termasuk dalam shalat wajib. Namun sayang, mereka
lupa atau lalai shalat berjamaah di masjid untuk lima shalat waktu
yang notabene adalah shalat wajib.
*4- Mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.
*Yang ini, nampaknya banyak dianggap remeh oleh sebagian kaum
muslimin. Di antara mereka ada yang makan sahur jauh sebelum waktu
sahar (akhir waktu malam menjelang terbit fajar). Bahkan di antara
mereka ada yang sama sekali tidak makan sahur. Lalu ketika berbuka pun
di antara mereka ada yang mengakhirkannya sampai menjelang Isya.
Semacam ini tentu saja bertentangan dengan tuntunan Nabi — shollallohu
‘alaihi wa sallam
Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — bersabda, “Makan
sahurlah, karena ada berkah dalam makan sahur.” (Muttafaq ‘alaih)
Dan disebutkan pula dalam hadits Muttafaq ‘alaih (Riwayat al-Bukhari
dan Muslim) bahwa antara makan sahur Rasulullah — shollallohu ‘alaihi
wa sallam — dengan adzan shubuh berselang sekitar bacaan 50 ayat al-Quran.
Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — juga bersabda, “Pembeda
antara puasa kita dengan puasa Ahlul kitab adalah makan sahur.”
(Riwayat Muslim)
Adapun tentang menyegerakan berbuka, Rasulullah – shollallohu ‘alaihi
wa sallam – bersabda, “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka
masih menyegerakan berbuka.” (Muttafaq ‘alaih)
Dan yang dimaksud menyegerakan berbuka di sini, segera berbuka setelah
terbenam matahari. Karena jika seseorang menyengaja berbuka sebelum
terbenam matahari padahal dia tahu, maka puasanya tidak sah alias batal.
*5- Mulianya waktu.
*Keagungan waktu dan urgensi memerhatikannya, sudah tidak kita ragukan
lagi. Sampai-sampai ada yang mengatakan, “waktu bagaikan pedang, jika
tidak kau patahkan dia yang akan menebasmu.” Maksudnya, jika waktu ini
tidak kita manfaatkan untuk hal-hal yang baik, niscaya dia bisa
menjadi bumerang yang mencelakakan kita.
Nah, di bulan mulia ini, kemuliaan waktu menjadi jauh lebih mulia dari
biasanya. Namun sekali lagi sayang, banyak kaum muslimin yang lalai
akan hal ini. Mereka menghabiskan waktunya di bulan Ramadhan untuk
perkara kesenangan jiwa belaka. Dengan bercanda ria, berjalan-jalan,
tidur, ngobrol, begadang, dan seterusnya. Padahal jika mereka mau
memanfaatkannya untuk ibadah seperti membaca Al-Quran, berdzikir atau
yang lain, maka sesungguhnya di bulan ini amal ibadah kita
dilipatgandakan pahalanya.
*6- Ramadhan bulan doa.
*Di antara rahasia yang sering dilalaikan, bahwa Ramadhan adalah bulan
doa. Dalam surat al-Baqarah ayat 186, Allah menyebutkan sebuah
keterangan tentang doa. Bahwa Allah dekat dengan hamba-Nya, dan Dia
mengabulkan doa orang yang berdoa kepada-Nya. Jika diperhatikan, ayat
ini Allah sampaikan di tengah-tengah ayat tentang puasa. Hal ini
menunjukkan –sebagaimana dijelaskan para ulama – bahwa Ramadhan adalah
waktu yang tepat untuk berdoa.
Terlebih lagi Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — telah
bersabda, “Tiga doa yang tidak akan ditolak; doa seorang tua untuk
anaknya, doa orang yang berpuasa, doa orang yang bersafar.”
(Dihasankan al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 3032)
*7- Antara hemat dan sedekah.
*Di antara keistimewaan amalan Nabi – shollallohu ‘alaihi wa sallam –
di bulan Ramadhan, beliau – shollallohu ‘alaihi wa sallam – lebih
banyak bersedekah dibandingkan bulan-bulan lainnya. Padahal beliau
adalah orang yang paling dermawan di bulan-bulan yang lain. Nah,
tentunya ini menjadi dorongan bagi kita sebagai umat beliau —
shollallohu ‘alaihi wa sallam –, untuk lebih banyak bersedekah di
bulan Ramadhan.
Anjuran untuk bersedekah ini tentu menuntut kita untuk lebih berhemat
dalam menggunakan harta untuk keperluan duniawi. Inilah hal yang
mungkin banyak dilalaikan. Yang sering terjadi malah sebaliknya,
pengeluaran untuk urusan duniawi; untuk membeli makanan sahur dan
buka, dan juga untuk membeli perlengkapan menyambut lebaran, lebih
diperhatikan dari pada pengeluaran untuk sedekah.
*8- Keagungan malam-malam terakhir.*
Ada fenomena yang perlu dikoreksi. di awal-awal Ramadhan mereka
bersemangat melaksanakan ibadah seperti shalat Tarawih, membaca
Al-Quran dan sebagainya. Namun semakin mendekati akhir Ramadhan,
mereka mulai “lemas” dalam ibadah. Masjid-masjid yang tadinya penuh
dengan jamaah, kini tinggal dua atau tiga shaf saja. Padahal Allah
lebih mengagungkan malam-malam terakhir Ramadhan dibandingkan
sebelumnya. Dan Rasulullah — shollallohu ‘alaihi wa sallam — pun
bertambah giat dalam beribadah jika telah memasuki sepuluh malam
terakhir bulan Ramadhan.
*9- I’tikaf.
*Di antara sunnah (ajaran) Nabi — shollallohu ‘alaihi wa sallam — yang
banyak dilalaikan oleh kaum muslimin adalah i’tikaf. Berdiam di masjid
dan tidak keluar darinya, dalam rangka mengkhususkan diri untuk ibadah
kepada Allah — ta’ala –. Ibadah ini merupakan kebiasaan yang dilakukan
Nabi — shollallohu ‘alaihi wa sallam — pada 10 hari terakhir Ramadhan.
Ibadah yang mulia ini sering tidak bisa dilakukan oleh kaum muslimin,
karena mereka sibuk dengan persiapan menyambut hari raya. Seolah-olah,
mereka sangat gembira dengan hampir selesainya bulan Ramadhan. Padahal
para pendahulu kita yang shalih, merasa sedih ketika harus berpisah
dengan bulan mulia ini. Lalu di manakah posisi kita dibandingkan mereka?
*10- Jangan lupakan tujuan puasa.
*Kita semua tentu tahu tujuan agung ibadah puasa. Namun, apakah kita
sadar ketika Ramadhan telah berlalu, sudahkan kita mencapai tujuan
itu? Ketakwaan, sebagai tujuan dari ibadah puasa, tidak hanya dituntut
pada bulan Ramadhan saja. Bahkan ketakwaan harus senantiasa diusahakan
mengiringi kita di mana pun dan kapan pun. Rasulullah — shollallohu
‘alaihi wa sallam — bersabda, “Bertakwalah kamu di mana atau kapan pun
kamu berada.” (Riwayat at-Tirmidzi)
http://majalahsakinah.com/2010/08/09...tika-ramadhan/
<http://majalahsakinah.com/2010/08/09/10-hal-sering-diremehkan-ketika-ramadhan/>
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.