" Rusia, Negeri Dingin yang Kini Terbakar
Dihajar Suhu Panas hingga Kobaran Api

Dampak negatif perubahan iklim dirasakan oleh warga Rusia. Berawal dari
pecahnya rekor suhu panas di Negeri Beruang Merah itu akhir Mei lalu,
kebakaran yang membumihanguskan area hutan serta permukiman seluas hampir 2
ribu kilometer persegi sejak akhir Juli lalu belum padam. Sedikitnya, 53
nyawa melayang.

http://www.jawapos.co.id/imgall/4/imgori/149820large.jpg
"SEKARANG kami bisa tegaskan bahwa fenomena abnormal di seluruh penjuru
dunia belakangan ini telah mencapai puncaknya di Rusia," ucap Alexei
Kokorin, kepala program iklim dan energi pada WWF Rusia, seperti dilansir
BBC kemarin (10/8). Fenomena abnormal yang dia maksud adalah temperatur
ekstrem musim panas di Rusia. Normalnya, temperatur maksimal berkisar 35
derajat Celsius. Kali ini temperatur mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.

Temperatur ekstrem gara-gara perubahan iklim itu membuat api yang melalap
hutan Rusia menjadi-jadi. Pemadaman yang dilakukan sejak titik api pertama
terdeteksi akhir Juli lalu belum membuahkan hasil signifikan hingga kemarin.
Asap yang terus mengepul dari hutan dan lahan pertanian yang terbakar
mengakibatkan warga mulai menderita sesak napas. Terbatasnya jarak pandang
juga menghentikan aktivitas penerbangan serta bisnis di Kota Moskow dan
sekitarnya.

"Suhu panas di Rusia terjadi karena aliran udara yang konsisten dari kawasan
selatan dan timur," terang Jeff Knight, ilmuwan yang khusus mempelajari
variasi iklim di Badan Meteorologi Inggris. Kawasan selatan dan timur Rusia
tersebut dipenuhi stepa alias padang rumput. Selain aliran udara panas,
faktor lain yang sangat memengaruhi terjadinya suhu ekstrem di Rusia,
menurut dia, adalah konsentrasi gas rumah kaca yang terus meningkat.

El nino yang terjadi tiap lima tahun sekali di sekitar Samudra Pasifik juga
punya andil dalam memunculkan suhu ekstrem di Rusia. "Anomali suhu permukaan
laut (el nino, Red) menciptakan penyimpangan temperatur di berbagai belahan
dunia. Suhu panas yang sangat ekstrem muncul di kawasan barat Rusia.
Sedangkan suhu dingin di bawah rata-rata terjadi di kawasan Siberia, belahan
lain Rusia," papar Knight. Menurut dia, anomali tersebut bertahan beberapa
hari ke depan.

Bahkan, jika efek rumah kaca terus memburuk, bisa jadi Rusia dirundung suhu
ekstrem (baik panas maupun dingin) hingga beberapa tahun mendatang. "Karena
itu, kita harus siap menghadapi kebakaran hebat seperti itu pada masa depan.
Sebab, sangat mungkin musim panas dengan berbagai fenomena aneh semacam itu
terjadi lagi," papar dia. Tanpa pengurangan emisi yang signifikan, lanjut
dia, Rusia akan terjebak dalam suhu ekstrem selama minimal 40 tahun.

Dampak suhu itu bakal kian parah. Sebab, seiring dengan berjalannya waktu,
akan semakin banyak permukiman yang tumbuh. Artinya, pepohonan yang
berfungsi meredam panas dan menyerap karbon dioksida semakin habis. Area
yang semula merupakan hutan dan lahan pertanian berubah fungsi menjadi
kampung. "Semakin banyak manusia yang hidup di wilayah yang semula merupakan
area hijau tersebut. Juga, semakin banyak hutan serta satwa penghuninya yang
hilang," ungkapnya.

Namun, bukan hanya faktor alam yang membuat Rusia kalang kabut dalam
menaklukkan api dan menghalau asap. Kebijakan yang ditelurkan oleh
pemerintahan Perdana Menteri (PM) Vladimir Putin beberapa bulan lalu tentang
sentralisasi sistem pengendali kebakaran juga disebut sebagai biang bencana,
terutama oleh kelompok aktivis pencinta lingkungan, Greenpeace Rusia.

"Sentralisasi itu membuat jumlah personel pemadam kebakaran berkurang
banyak, sekitar separo dari jumlah awal," keluh Mikhail Kreyndlin, kepala
program sumber alam yang dilindungi pada Greenpeace Rusia. Dia juga prihatin
atas banyaknya jumlah satwa yang terpanggang bersama pepohonan yang habis
dilalap api. Selain satwa berukuran besar, hewan berukuran kecil, termasuk
serangga, terpanggang dalam musibah itu. ""bumi kita, akankah seperti ini??"
"10 BENCANA BESAR AKIBAT GLOBAL WARMING

1. Gletser Menciut
Perubahan iklim yang terjadi akibat global warming akan menghancurkan
ekosistem yang ada. Setelah sebagian mahkluk hidup di bumi musnah akibat
bencana kekeringan, banjir , badai, atau ditenggelamkan air laut, mahkluk
hidup yang tersisa bakal mengalami kesulitan untuk bertahan hidup.
Penyebabnya adalah berkurangnya sumber air , udara bersih, bahan bakar ,
sumber energi , bahan makanan, obat-obatan yang dibutuhkan untuk survive.
pic:"
http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:YIj17Z81rXemJM::&t=1&usg=__rsIpXKH3SQe2S50es2ha9RbhQz0=
"

2. Pulau Tenggelam
Indonesia , Amerika Serikat, dan Bangladesh adalah beberapa negara yang
paling terancam tenggelam. Bahkan beberapa pulau di Indonesia sudah hilang
tenggelam. Ini disebabkan mencairnya permukaan gletser di kutub yang membuat
volume air laut meningkat drastis. Menyusutnya hutan bakau memperparah
pasangnya air laut. Sekarang saja pasang air laut Pantai Kuta telah
membanjiri beberapa lobi hotel disekitarnya. Pulau Jawa juga bernasib sama ,
sampai saat ini permukaan Teluk Jakarta sudah naik 0,8 cm. Dan kalau suhu
bumi terus naik , tahun 2050 derah-daerah Jakarta dan Bekasi seperti Kosambi
, Penjaringan , Cilincing , Muaragembong , dan Tarumajaya akan terendam.
pic:"
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:QhCD_LOHBG93BM::&t=1&usg=__ERWfb01_M-uWX1NYx3tLr1n2708=
"

3. Badai
Badai memang bisa terjadi karena kehendak alam. Tapi suhu air yang
menghangat akibat global warming mendukung terjadinya badai yang jauh lebih
kuat dan besar. Beberapa tahun belakangan ini , negara-negara di Eropa,
Amerika, dan Karibia telah mengalami begitu banyak badai dibandingkan abad
sebelumnya.
pic:"
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:zuSLWzmFeSoEEM::&t=1&usg=__SGwxXTf6jEX667RP9OzUyHaaBe0=
"

4. Gelombang Panas
Tahun 2003 lalu, Eropa diserang gelombang panas alias heat wave , yang
menewaskan banyak orang. Mengejutkan ! Tapi bencana ini sudah diperkirakan
ratusan tahun yang lalu , tepatnya tahun 1900 oleh para ilmuwan di masa itu
. Gelombang panas memang pernah terjad beberapa kali di bumi , namun
belakangan ini makin sering terjadi. Dan diperkirakan 40 tahun lagi
frekwensinya akan meningkat 100 kali lipat.
pic:"
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:iGM8XuKJb1Q44M::&t=1&usg=__sJXbHOQr3tmCkKkLRg9xLoBdYd4=
"

5. Kekeringan
Afrika, India, dan daerah-daerah kering lainnya bakal menderita kekeringan
lebih parah ! Air akan makin sulit di dapat dan tanah tak bisa ditanami
apa-apa lagi, hingga suplai makanan berkurang drastis. Ilmuwan memperkirakan
hasil tani negara-negara Afrika akan menurun 50 % di tahun 2020 , dan
tingkat kekeringan di dunia meningkat 66 % . Tak terbayang kalau kekeringan
ini sampai terjadi di bumi ini.

6. Perang dan Konflik
Negara yang kekurangan air dan bahan pangan kemungkinan besar akan mengalami
panik dan berubah jadi agresif. Lalu bukan tak mungkin mereka berusaha
saling merebut lahan yang belum rusak.
pic:"
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:Lg2_7Ng6qy3j9M::&t=1&usg=__VT-kC_lVZHINMX12oInSjtzdCoE=
"

7. Penyakit Merajalela
Malaria, demam berdarah , ebola , dan banyak penyakit yang dulu cuma di
anggap sebagai penyakit negara tropis , bisa menyebar ke berbagai negara
Eropa yang dikenal dingin. Penyebabnya apalagi kalau bukan banjir atau
kekeringan yang mengundang banyak hewan pembawa penyakit bersarang disana!!!

8. Perekonomian Kacau
Ladang tani , perkebunan yang biasanya menghasilkan akan musnah ole banjir
atau kekeringan. Penduduk akan di buat makin menderita karena stok bahan
pangan dan kebutuhan pokok lainnya akan jauh berkurang dan harganya pasti
akan melambung naik. Pemerintah juga membutuhkan biaya yang banyak untuk
membangun kembali wilayah yang terkena bencana dan menanggulangi penyakit
yang mewabah.

9. Ekosistem Hancur
Perubahan iklim yang terjadi akibat global warming akan menghancurkan
ekosistem yang ada. Setelah sebagian mahkluk hidup di bumi musnah akibat
bencana kekeringan, banjir , badai, atau ditenggelamkan air laut, mahkluk
hidup yang tersisa bakal mengalami kesulitan untuk bertahan hidup.
Penyebabnya adalah berkurangnya sumber air , udara bersih, bahan bakar ,
sumber energi , bahan makanan, obat-obatan yang dibutuhkan untuk survive.
pic:"
http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:joBfStSmeS59QM::&t=1&usg=__ykKmQj3ycaml9DsLQ3BqzvK0mzQ=
"
10. Mahkluk Hidup Punah
Sebanyak 30 % mahkluk hidup yang ada sekarang bakal musnah tahun 2050 kalau
temperatur bumi terus naik. Spesies yang punah ini kebanyakan yang
habitatnya di tempat dingin . Hewan-hewan laut diperkirakan banyak yang tak
bisa bertahan setelah suhu air laut jadi menghangat. Kalau tumbuhan dan
hewan makin berkurang, jelas manusia akhirnya terancam karena kekurangan
bahan makanan.
"

source : "http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=149820";
dan "
http://yoszuaccalytt.blogdetik..com/2010/03/21/10-bencana-besar-akibat-global-warming/comment-page-1/
"
"Ayoo, hijau kan bumi kita kembali
mulai dari diri sendiri

**

__,_._,___

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke