inspiring om fab..

  ----- Original Message ----- 
  From: Rully Fabian 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, August 26, 2010 2:54 PM
  Subject: ~ aga ~ Pedagang nasi goreng yang sempat diusir dan kini punya 5 
resto


  Pedagang nasi goreng yang sempat diusir dan kini punya 5 resto 

------------------------------------------------------------------------------
  Sabtu, 3 Juli 2010 | 17:28 WIB
  BANDUNG, KOMPAS.com — Pada awalnya, Tabari Busro (45) hanya seorang pedagang 
nasi goreng keliling di Bandung, Jawa Barat. Ia menjajakan dagangannya dengan 
gerobak sewaan. Setelah bekerja keras sejak tahun 1983, ia kini memiliki usaha 
restoran Hidangan Laut (HDL) 293.
  Kalau sudah akhir pekan, apalagi pada penghujung bulan, tamu membeludak 
sampai harus antre. "Mereka rela menunggu hingga 1,5 jam," kata Busro. Jumlah 
pengunjung di semua restoran HDL 293 dapat mencapai 1.500 orang per hari.
  Jika hendak mencicipi menu HDL 293, restoran itu tersebar di Jalan Cilaki 
nomor 36, Bandung Indah Plaza, sebuah tenda di Jalan Cilaki, Jalan Cilember 
nomor 293 A Cimahi, dan Jalan Cilaki Nomor 67. Menu di HDL 293 terdiri lebih 
dari 200 makanan dan sekitar 30 minuman. Menu favorit di HDL 293 yakni kepiting 
asap saos padang seharga Rp 100.000 per porsi dengan berat sembilan ons.
  Akan tetapi, jangan membayangkan harga semua menu di HDL 293 mahal. Restoran 
itu juga menyediakan menu dengan harga mulai Rp 10.000 per porsi. "Suasana HDL 
293 selalu ramai dengan tamu kalangan bawah hingga atas karena harganya relatif 
terjangkau," kata Busro.
  Berkat HDL 293 pula Busro bisa memiliki bangunan untuk usahanya yakni di 
daerah Cimindi, Cimahi, pada tahun 1998. Tempat usaha kedua di Jalan Cilaki 
nomor 36 dimiliki pada tahun 2006, disusul di Jalan Cilaki nomor 67, sekitar 
empat bulan lalu.
  Busro juga mampu menunaikan ibadah haji pada tahun 2005. Ia sendiri saat ini 
tinggal di sebuah rumah di Sadang Serang, Bandung, yang dia beli pada tahun 
1990. Padahal, Busro dulu pernah diusir berjualan di tempat lamanya, Jalan 
Diponegoro, Bandung.
  "Saya lalu memindahkan tendanya ke Jalan Cilaki. Di sana, saya dikasih tempat 
yang sangat sempit, hanya sembilan meter persegi," katanya. Penjualan pun 
sempat anjlok. Selama empat bulan berikutnya, tenda Busro sepi. Hanya sekitar 
30 orang per hari yang datang.
  "Kemudian, saya bikin menu yang lebih bervariasi terutama untuk hidangan 
laut. Syukurlah, lama-lama, pengunjung yang datang banyak juga," tuturnya.

  http://bisniskeuangan.kompas.com/rea....Punya.5.Resto 

  -- 
  you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
  to post emails, just send to :
  [email protected]
  to join this group, send blank email to :
  [email protected]
  to quit from this group, just send email to :
  [email protected]
  if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
  or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
  add my twitter @aga_madjid
  thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke