Tinggal Tunggu aja azab dari Allah, tuh orang yang ( kalau emang ) ngebakar... 





 



Date: Thu, 16 Sep 2010 19:23:11 -0700
From: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Pembakaran Alquran Ternyata Jadi Dilakukan
To: [email protected]; [email protected]









Liputan6.com, Springfiled: Pembakaran Alquran yang sebelumnya akan dilakukan 
oleh pendeta dari Florida Terry Jones, pada peringatan tragedi 11 September, 
urung dilaksanakan karena mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Namun 
ternyata oleh pendeta Bob Old dan Danny Allen. Mereka membakar Alquran di 
halaman belakang sebuah rumah di Springfileld, Amerika Serikat, Sabtu (11/9) 
silam.




Bob Old dan rekannya Danny Allen berdiri bersama di halaman belakang rumah tua. 
Mereka menyebut tindakan itu sebagai panggilan dari Tuhan. Mereka membakar dua 
salinan Quran dan satu teks Islam lainnya di depan segelintir orang, yang 
sebagian besar dari media.




Seperti dilansir Detroit News, ternyata pembakaran Alquran juga terjadi di 
Michigan. Sebuah Alquran dibakar di depan pusat ajaran Islam di kota tersebut.




Ryanne Nason, seorang cendekiawan Amerika Serikat, seperti dilansir sebuah 
koran lokal Mainecampus, Kamis (15/9), menyebut bahwa pembakaran yang dilakukan 
oleh sejumlah orang sangat menyedihkan dan memalukan. Di AS, negara yang 
dibentuk pada keyakinan kebebasan beragama, setiap orang diberikan hak untuk 
mempraktikkan agama yang mereka yakini, seperti Yudaisme, Islam, Kristen, atau 
tidak menganut agama sama sekali. Dengan membakar Alquran atau kitab suci agama 
lain, bayangan seluruh bangsa lain membuat AS adalah negara tanpa kelas dan 
tidak etis.




Sungguh ironis bahwa Terry Jones atau Bob Old merasa memiliki perlindungan 
berdasarkan amandemen pertama untuk membakar kitab suci agama lain yang ia 
tidak percaya. Padahal semua muslim di AS dilindungi oleh undang-undang 
konstitusional yang sama. Hal ini akan memeberikan cela pada reputasi Amerika.




Menurut Ryanne, orang beragama menggunakan moral yang kuat dan nilai-nilai, 
namun sekarang orang mendiskreditkan keyakinan mereka karena bersifat 
menghakimi dan intoleransi. Salah satu dari banyak alasan mengapa kita memiliki 
pasukan di Irak dan Afghanistan adalah untuk melawan penindasan dan 
penganiayaan agama terhadap penduduk negara di negara tersebut. Namun, saat ini 
ternyata warga negara Amerika sendiri yang melecehkan agama lain.




Di Chicago, Mohammed Kaiseruddin, Dewan Direksi Pusat Ajaran Islam memberikan 
gambaran terhadap pembakaran Alquran yang sangat berbeda dengan nilai-nilai 
yang dianutnya. Ia mengatakan kepada Huffington Post hari ini, "Kami merasa 
seperti kita sudah menjadi korban. Ketika kami memegang Alquran, kami 
memperlakukannya dengan sangat hormat. Kami tidak pernah menaruh salinan 
Alquran di lantai. Sejak kecil, kami selalu mengingatkan anak-anak untuk 
menghormati kitab suci ini. Kami juga mengajarkan kepada mereka ketika selesai 
membaca Alquran, mereka menutup dan menciumnya, lalu menyimpannya". (Huffington 
Post/Mainecampus/Detroitnews/DES/IAN)



-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.
                                          

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke