Rabu, 06/10/2010 13:45 WIB

Berkah Punya Bokong dan Paha Besar


Merry Wahyuningsih - detikHealth

 

img
(Foto: thinkstock)

Minnesota, Punya bokong dan paha besar ternyata lebih banyak berkahnya
ketimbang efek negatifnya. Kelebihan lemak di area tersebut tidak
membahayakan tapi justru menguntungkan jantung.

Studi terbaru menunjukkan bahwa lemak di bagian bokong dan paha justru dapat
mengurangi risiko
<http://www.detikhealth.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keywor
d=Mw==&width=280&height=125> penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Hal ini berdasarkan hasil studi yang dilakukan peneliti dari Mayo Clinic, di
Rochester, Minnesota. Dalam studi ini, peneliti mempelajari 28 pria dan
wanita yang banyak makan selama 8 minggu untuk melihat bagaimana kerja lemak
di dalam tubuh partisipan-partisipan tersebut.

Peneliti mengukur lemak tubuh partisipan sebelum dan sesudah penelitian.
Rata-rata partisipan memiliki lemak sekitar 2,5 kg di bagian tubuh atas
seperti perut dan 1,5 kg lemak di tubuh bagian bawah seperti bokong dan
paha.

Ternyata ada perbedaan antara sel-sel lemak yang terdapat di sekitar perut
dan lemak yang ada di sekitar paha dan bokong.

Lemak dengan mudah menumpuk di daerah perut, tapi lemak tersebut tidak
disintesis menjadi protein, sehingga akibatnya bisa membahayakan jantung dan
organ internal lainnya.

Kebalikannya, lemak di bagian bokong dan paha justru banyak yang disintesis
menjadi protein sehingga bisa melindungi tubuh dan mencegah berbagai
<http://www.detikhealth.com/index.php?fa=parserads.search&idkanal=755&keywor
d=Mw==&width=280&height=125> penyakit.

"Dengan temuan ini, kami sedang mencari cara peningkatan kapasitas untuk
memproduksi sel-sel lemak tubuh di bagian bawah, yaitu bagian bokong dan
paha, agar bisa membentuk perlindungan tubuh dan membantu mencegah
penyakit," tutur Dr Michael Jensen dari Mayoclinic, seperti dilansir dari
Dailymail, Rabu (6/10/2010).

Dr Jensen menjelaskan bahwa mekanisme lemak di perut berbeda dengan lemak di
tubuh bagian bawah. "Mekanisme yang berbeda tentunya akan memberikan dampak
yang berbeda pula," jelas Dr Jensen lebih lanjut.

Temuan terbaru yang telah dipublikasikan pada Proceedings of the National
Academy of Sciences ini bisa membantu menjelaskan manfaat dari tubuh
berbentuk buah pir.

Ukuran pinggul bisa menjadi indikator yang baik untuk mengetahui adanya
kemungkinan penyakit jantung dan penyakit lainnya, serta juga untuk mengatur
berat badan yang sehat.

Studi lain yang dilakukan peneliti Denmark juga menunjukkan data bahwa 3.000
orang pria dan wanita dengan lingkar paha 23,6 inci (60 cm) memiliki risiko
penyakit jantung lebih rendah.

Di masa depan, diharapkan ada obat yang dapat mempengaruhi bagaimana lemak
disimpan ke seluruh tubuh dan bisa digunakan untuk memerangi penyakit
jantung dan penyakit lainnya.

 

Thanks

Warm Regards,

 

 

Rochmad Sigit

 

[ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, 

bukan disebabkan oleh besarnya masalah, 

tetapi oleh kecilnya tujuan hidup. ]

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke