-

ZAINAL ARIFIN













السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها
semoga bermanfaat
wass....zainal
Jauhi Sifat Angkuh dan Sombong
  
Oleh : Abu Abdillah Dzahabi

Sifat angkuh dan sombong telah banyak mencelakakan makhluk ciptaan Allah 
subhanahu wata’ala, mulai dari peristiwa terusirnya Iblis dari sorga 
karena kesombongannya untuk tidak mau sujud kepada Nabi Adam alaihis salam 
tatkala diperintahkan oleh Allah subhanahu wata’ala untuk sujud hormat 
kepadanya. 

Demikian juga Allah subhanahu wata’ala telah menenggelamkan Qorun beserta 
seluruh hartanya ke dalam perut bumi karena kesombongan dan keangkuhannya 
terhadap Allah subhanahu wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya. 

Allah subhanahu wata’ala juga telah menenggelamkan Fir'aun dan bala 
tentaranya di lautan karena kesombongan dan keangkuhannya terhadap Allah 
subhanahu wata’ala dan juga kepada sesama kaumnya, dan karena 
kesombongannya itulah dia lupa diri sehingga dengan keangkuhannya dia 
menyatakan dirinya adalah tuhan yang harus disembah dan diagungkan. 

Kehancuran kaum Nabi Luth alaihis salam juga karena kesombongan mereka 
dengan menolak kebenaran yang disampaikan Nabi Luth alaihis salam agar 
mereka meninggalkan kebiasaan buruk mereka yaitu melakukan penyimpangan 
seksual, yakni lebih memilih pasangan hidup mereka sesama jenis (homosek), 
sehingga tanpa disangka-sangka pada suatu pagi, Allah subhanahu wata’ala 
membalikkan bumi yang mereka tempati dan tiada satu pun di antara mereka 
yang bisa menyelamatkan diri dari adzab Allah yang datangnya tiba-tiba. 

Dan masih banyak kisah lain yang bisa menyadarkan manusia dari kesombongan 
dan keangkuhan, kalaulah mereka mau mempergunakan hati nurani dan akalnya 
secara sehat. 

Mengapa manusia tidak boleh sombong? Sebab manusia adalah makhluk yang 
lemah, maka pantaskah makhluk yang lemah itu bermega-megahan dan sombong 
di hadapan penguasa langit dan bumi? Namun fenomena dan realita yang ada 
masih banyak manusia itu yang lupa hakikat dan jati dirinya, sehingga 
membuat dia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran, merendahkan orang 
lain, serta memandang dirinya sempurna segala-galanya. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, telah menjelaskan tentang 
bahayanya sifat kesombongan dan keangkuhan, sebagaimana diriwayatkan dari 
Abdullah Bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu , dari Nabi shallallahu ‘alaihi 
wasallam, beliau bersabda, 
"Tidak masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit 
kesombongan, kemudian seseorang berkata: "(ya Rasulullah) sesungguhnya 
seseorang itu senang pakaiannya bagus dan sandalnya bagus", Beliau 
bersabda: "Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia menyenangi keindahan, (dan 
yang dimaksud dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan 
melecehkan orang lain" (HR. Muslim) 

Imam An-Nawawi rahimahullah berkomentar tentang hadits ini, "Hadits ini 
berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada 
manusia, merendahkan mereka dan menolak kebenaran". (Syarah Shahih Muslim 
2/269). 

Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah berkata, "Orang yang sombong 
adalah orang yang memandang dirinya sempurna segala-galanya, dia memandang 
orang lain rendah, meremehkannya dan menganggap orang lain itu tidak 
pantas mengerjakan suatu urusan, dia juga sombong menerima kebenaran dari 
orang lain". (Jami'ul Ulum Wal Hikam 2/275) 

Raghib Al-Asfahani rahimahullah berkata, "Sombong adalah keadaan/kondisi 
seseorang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri, memandang dirinya 
lebih utama dari orang lain, kesombongan yang paling parah adalah sombong 
kepada Rabbnya dengan cara menolak kebenaran (dari-Nya) dan angkuh untuk 
tunduk kepada-Nya baik berupa ketaatan maupun dalam mentauhidkan-Nya.” 
(Umdatul Qari` 22/140). 

Nash-nash Ilahiyyah banyak sekali mencela orang yang sombong dan angkuh, 
baik yang terdapat dalam Al-Qur`an maupun dalam As-Sunnah. 

1. Orang Yang Sombong Telah Mengabaikan Perintah Allah subhanahu wata’ala. 

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya: 
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan 
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah 
tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri (angkuh)." 
(QS. 31:18) 

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, menjelaskan makna firman Allah subhanahu 
wata’ala: (Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia) dia 
berkata: "Janganlah kamu sombong dan merendahkan manusia, hingga kamu 
memalingkan wajahmu ketika mereka berbicara kepadamu." (Tafsir At-Thobari 
21/74) 

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan Firman Allah subhanahu wata’ala, ”Dan 
janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh”, maksudnya janganlah 
kamu menjadi orang yang sombong, keras kepala, berbuat semena-mena, 
janganlah kamu lakukan semua itu yang menyebabkan Allah murka kepadamu". 
(Tafsir Ibnu Katsir 3/417). 

2. Orang Yang Sombong Menjadi Penghuni Neraka. 

Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya: 
"Katakanlah kepada mereka: Masuklah kalian ke pintu-pintu neraka jahannam 
dan kekal di dalamnya, maka itulah sejelek-jelek tempat kembali." (QS. 
Az-Zumar: 72) 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
"Tidak akan masuk surga siapa saja yang di dalam hatinya terdapat sedikit 
kesombongan." (HR. Muslim) 

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
"Maukah Aku beritakan kepada kalian tentang penghuni surga? Para shahabat 
menjawab: tentu (wahai Rasulullah), lalu beliau berkata: "(Penghuni surga 
adalah) orang-orang yang lemah lagi direndahkan oleh orang lain, kalau dia 
bersumpah (berdo'a) kepada Allah niscaya Allah kabulkan do'anya, Maukah 
Aku beritakan kepada kalian tentang penghuni neraka? Para shahabat 
menjawab: tentu (wahai Rasulullah), lalu beliau berkata: "(Penghuni neraka 
adalah) orang-orang yang keras kepala, berbuat semena-mena (kasar), lagi 
sombong". (HR. Bukhori & Muslim) 

3. Orang Yang Sombong Pintu Hatinya Terkunci & Tertutup. 

Sebagaimana Firman Allah subhanahu wata’ala, artinya: 
"Demikianah Allah mengunci mati pintu hati orang yang sombong dan 
sewenang-wenang" (QS. Ghafir 35) 

Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata, "Sebagaimana Allah mengunci mati 
hati orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah maka demikian juga halnya 
Allah juga mengunci mati hati orang yang sombong lagi berbuat semena-mena, 
yang demikian itu karena hati merupakan sumber pangkal kesombongan, 
sedangkan anggota tubuh hanya tunduk dan patuh mengikuti hati". (Fathul 
Qodir 4/492). 

4. Kesombongan Membawa Kepada Kehinaan Di Dunia & Di Akhirat 

Orang yang sombong akan mendapatkan kehinaan di dunia ini berupa 
kejahilan, sebagai balasan dari perbuatannya, perhatikanlah firman Allah 
subhanahu wata’ala, artinya: 
"Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di dunia ini 
tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaanku". (QS. Al-'Araf: 146) 


(Maksudnya) yaitu Aku (Allah) halangi mereka memahami hujah-hujjah dan 
dalil-dalil yang menunjukkan tentang keagungan-Ku, syari'at-Ku, 
hukum-hukum-Ku pada hati orang-orang yang sombong untuk ta'at kepada 
kepada-Ku dan sombong kepada manusia tanpa alasan yang benar, sebagaimana 
mereka sombong tanpa alasan yang benar, maka Allah hinakan mereka dengan 
kebodohan (kejahilan). (Tafsir Ibnu Katsir 2/228) 

Kebodohan adalah sumber segala malapetaka, sehingga Allah sangat mencela 
orang-orang yang jahil dan orang-orang yang betah dengan kejahilannya, 
Allah subhanahu wata’ala berfirman, artinya: 
"Sesungguhnya makhluk yang paling jelek (paling hina) di sisi Allah ialah 
orang-orang yang tuli dan bisu yang tidak mengerti apapun (jahil).” (QS. 
Al-Anfal:22) 

Maksudnya Allah subhanahu wata’ala menghinakan orang-orang yang tidak mau 
mendengar-kan kebenaran dan tidak mau menutur-kan yang haq, sehingga orang 
tersebut tidak memahami ayat-ayat-Nya yang pada akhirnya menyebabkan dia 
menjadi seorang yang jahil dan tidak mengerti apa-apa, dan kejahilan 
itulah bentuk kehinaan bagi orang-orang yang sombong. 

Dan orang yang sombong di akhirat dihinakan oleh Allah subhanahu wata’ala 
dengan memperkecil postur tubuh mereka sekecil semut dan hinaan datang 
kepada dari segala penjuru tempat, hal ini sebagaimana disabdakan oleh 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits berikut: 
"Orang-orang yang sombong akan dihimpunkan pada hari kiamat seperti dalam 
bentuk semut-semut kecil dengan rupa manusia, dari segala tempat datang 
hinaan kepada mereka, mereka digiring ke penjara neraka jahannam yang di 
sebut Bulas, di bagian atasnya api yang menyala-nyala dan mereka diberi 
minuman dari kotoran penghuni neraka". (HR. Tirmizi & Ahmad, dihasankan 
oleh Syekh Al-Albani dalam Al-Misykat) 

Semoga dengan merenungi nash-nash Ilahiyyah diatas, karunia Allah 
subhanahu wata’ala beserta kita dan bisa menjauhkan kita dari sifat angkuh 
dan sombong.
 Tulisan ini disadur dari Majalah Al-Furqon Edisi: 5 Tahun V /Dzulhijjah 
1426 /Januari 2006 
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke