Kasino kaleeee mrinding Disco.

Hahahahahahahaa...

Tp . thx Hes. pagi2 dah dpt bacaan.

Tinggal nunggu gbr2 aja niy.

:-)


SAFETY - FIRST, LAST, and ALWAYS


P Please consider the environment before printing this e-mail.


The information transmitted is intended only for use by the addressee
and may contain confidential and//or privileged material. Any review,
re-transmission, dissemination or other use of it, or the taking of any
action in reliance upon this information by persons and//or entities
other than the intended recipient is prohibited. If you received this in
error, please inform the sender and//or addressee immediately and delete
the material from all locations. Thank you.

The Redpath Group
Head Office: 710 McKeown Avenue, North Bay, Ontario, Canada P1B 7M2
(705) 474-2461

 

From: Hesti [mailto:[email protected]] 
Sent: Wednesday, October 13, 2010 10:00 AM
To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ email misterius

 

Ciaaaahhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Pagi-pagi..cerita na buat aku merinding disco...iiihhhh,,,,,,

 

 

 

 

Thanks & Regards
Hesti B.S
Costing aDCI
Ext : 6057

 

 

 

PERLU DIBACA BAGI PARA PECANDU KERJA: "EMAIL MISTERIUS" !

Image removed by sender. Posted Image

Richa membuka email pribadinya dan ia mendapat kiriman email baru dari
seseorang yang tak dikenalnya.

Isinya sebagai berikut :

Hai Richa,

Saya melihatmu setiap malam duduk di kantor sampai larut malam. Apakah
kamu tak memiliki banyak teman ? Apakah kamu tak ingin mengobrol-ngobrol
dengan sahabatmu ? Kamu jangan terlalu malam kerja di kantor! Ini adalah
nasehat dari lubuk hatiku.

Terima kasih,

Rahul Mehra.

Setelah membaca, Richa sangat marah kepada pengirimnya. Ia segera
menghapus email tersebut sambil berkata dalam hatinya: "Siapakah orang
ini yang memberiku nasihat ?" Lalu Richa kembali bekerja.

Setelah kejadian malam itu, setiap malam, Rahul, si pengirim email
misterius, tetap mengirim email kepada Richa. Namun Richa segera
menghapusnya tanpa dibaca terlebih dahulu isinya. Sampai pada suatu
malam ia membaca "subyek" email yang dikirim oleh Rahul menarik
perhatiannya. Richa kemudian membuka email tersebut dan membacanya.

Subyeknya bertuliskan "Hai Cantik". Isinya sebagai berikut :

Hai Cantik,

Hari ini kamu kelihatan cantik sekali dengan gaun merahmu. Saya tahu
bahwa setelah kamu menerima emailku yang pertama, kamu tidak pernah lagi
membaca emailku yang kukirim kepadamu, karena kamu tidak suka akan
nasehatku! Jadi hari ini aku tak akan memberimu nasehat, aku hanya ingin
mengatakan bahwa aku jatuh cinta padamu ! Tahukah kamu bahwa kamu itu
cantik dan jika kamu peduli, maka banyak laki-laki akan jatuh cinta
padamu !

Aku yakin pada suatu saat kamu akan jatuh cinta padaku, dan kita akan
keluar kantor, pergi berpacaran.

Oh ya, sebelum aku akhiri email ini, aku harus mengatakan padamu bahwa
sesuatu yang indah itu adalah senyuman.

Jaga dirimu sayang.

Cintamu,

Rahul Mehra.

Setelah membaca email tersebut, Richa terkejut sekali. Seseorang yang
tak pernah ia temui, tak pernah ia lihat, tak pernah berbicara
kepadanya, berani-beraninya mengatakan jatuh cinta kepada dirinya !
Timbul pertanyaan pada diri Richa bagaimana orang misterius itu
mendapatkan identitas dirinya ? Dimanakah orang itu bertemu dengan
dirinya ? Banyak pertanyaan lagi yang timbul dibenak Richa mengenai hal
ini. Akhirnya Richa ingin memberi teguran kepada si pengirim email dan
membalasnya.

Hai Rahul,

Saya tak ingin merusak karir anda, akan tetapi saya akan melaporkan anda
kepada polisi jika anda tidak menghentikan mengirim email kepada saya.

Terima kasih dan salam,

Richa Jain.

Setelah Richa mengirim email teguran, kiriman email dari Rahul berhenti.
Richa berpikir, bahwa Rahul akhirnya ketakutan dan tak berani mengirim
email lagi kepadanya. Setelah beberapa malam berlalu, suatu malam Richa
beristirahat di kursi kantornya dan memejamkan matanya. Ketika ia
membuka matanya ia melihat email Rahul masuk ke email pribadinya. Richa
penasaran dan kemudian membaca isinya :

Hai Cantik,

Apakah kamu membayangkan diriku sewaktu kamu memejamkan matamu ? Maaf
kalau aku tak mengirim email kepadamu dalam beberapa hari ini. Aku
sedikit sibuk. Aku yakin, pasti kamu merindukan diriku ...

Sebelum aku lupa, ada satu lagi yang akan kukatakan padamu, aku tidak
takut pada polisi ! Karena polisi tak dapat menghentikan cintaku padamu
...!

Cintamu,

Rahul Mehra

Richa menyibak-nyibak rambutnya dan kemudian meletakkannya disamping
telinganya. Pada saat itu pula email yang lain datang dari Rahul.

Hai Cantik,

Stop bermain-main dengan rambutmu dan tinggalkan kantormu, ini sudah
larut malam !

Love,

Rahul Mehra.

Richa terkejut sekali bagaimana si pengirim email ini bisa mengetahui
apa yang sedang ia perbuat di kantor. Ia kemudian bangkit dari kursinya
dan mencari-cari apakah ada orang lain di lantai ruangan kantornya ?
Namun ia tak menemukan siapapun, hanya bilik-bilik kosong yang ia temui.
Kemudian Richa berniat meninggalkan kantornya. Sebelum sempat
meninggalkan kantornya, ia melihat kiriman email baru dari Rahul. Isinya
:

Hai Richa,

Engkau mencariku ? Rupanya kau mulai jatuh cinta padaku ... !

Love,

Rahul Mehra.

Richa kembali terkejut bukan kepalang dan sangat ketakutan ! Ia segera
mematikan komputernya dan lari keluar kantornya. Dalam beberapa hari
berikutnya ia tak berniat sedikitpun untuk membuka email yang dikirim
oleh Rahul. Pada suatu malam, email dengan subyek "Jangan takut padaku"
masuk ke email Richa. Semula Richa tak ingin membacanya, namun akhirnya
ia penasaran ingin tahu apa isi emailnya kali ini. Isinya :

Hai Richa,

"Jangan takut padaku ! Aku bisa mengatakan demikian karena aku melihatmu
berlari keluar kantormu setelah kamu membaca emailku terakhir yang lalu.
Aku tahu, beberapa menit kemudian kamu kembali sehabis kamu minum kopi.
Kamu bertanya-tanya bagaimana aku tahu ? Aku tahu karena aku bisa
merasakanmu di sekitarku.

Aku sangat dekat denganmu ! Aku duduk di sampingmu ! Aku selalu
menunggumu setiap malam kapan kamu memiliki perasaan yang sama denganku
..

Yang selalu mencintaimu,

Rahul Mehra.

Richa mulai berpikir apakah Rahul sungguh-sungguh mencintainya ? Apakah
yang ia katakan tentang cintanya adalah benar ? Bagaimana bisa ia
mengatakan apa yang Richa lakukan dan apa yang tidak ? Richa berpikir
dan berkata dalam hatinya: "Biarlah aku mencoba dan melihatnya apakah
Rahul sungguh-sungguh mencintaiku atau tidak ?" Sejak malam itu Richa
membalas email-email yang dikirim oleh Rahul kepadanya.

Isi email berikutnya dari Rahul :

Hai Richa,

Apakah kamu merasa terganggu bila aku memanggilmu Cantik ?

Love you,

Rahul Mehra.

Jawaban Richa :

Ya Rahul. Aku tak suka kata "Cantik" kau sebutkan!

Kamu cukup menulis Richa saja, nama kesayanganku !

Terima kasih dan salam,

Richa Jain.

Jawaban Rahul :

Richa, ketika saat itu aku merasa berbahagia dan bergairah, sehingga aku
memanggilmu dengan nama Cantik ! Besok kamu akan menerima sertifikat
yang membanggakan dirimu.

Love you,

Rahul Mehra.

Richa kembali terkejut bagaimana Rahul bisa mengetahui soal sertikat
yang akan ia terima. Padahal ia tak pernah menceriterakan kepadanya !

Balasan Richa :

Rahul, siapa yang memberitahumu tentang diriku ? Aku tak pernah
memberitahumu mengenai sertifikat, bagaimana kamu tahu ?

Terima kasih dan salam,

Richa Jain.

Rahul balik membalas :

Aku tahu, karena aku berada di depanmu ! Dapatkah kau melihatku ?
Dapatkah kamu merasakan diriku dekat dengan dirimu ? Aku juga mengetahui
bahwa 3 hari lagi kamu akan memperoleh kenaikan jabatan yang tidak kamu
ketahui kecuali Personal Manajer mu. Apakah kamu mengira bahwa Personal
Manajer akan menceritakan hal ini kepadaku ?

Love,

Raul Mehra.

Ia tahu bahwa tidak mungkin Personal Manajer akan memberi tahu kepada
Rahul tentang kesemuanya itu, tetapi bagaimana Rahul mengetahui begitu
banyak tentang dirinya ? Richa tak mampu menjawab misteri ini. Akhirnya
ia memutuskan untuk menemui dan berbicara dengan Personal Manager,
Rohan, untuk menceriterakan kesemua misteri ini.

Esoknya, Richa menemui Personal Manajer, Rohan, dan berkata :

"Bapak, saya ingin menanyakan kepada bapak sesuatu yang mengganggu
saya."

Rohan : "Silahkan Richa. Apakah ada masalah serius ?"

Richa : "Tidak. Saya hanya ingin mengetahui seseorang yang bernama Rahul
Mehra, apakah bapak mengenalnya ?"

Rohan tampak terkejut ketika mendengar nama Rahul Mehra.

Rohan : "Mengapa kamu menanyakan nama tersebut ? Apakah ada orang yang
menceritakan kepadamu ?"

Richa : "Tak seorangpun yang mengatakan kepada saya tentang Rahul.
Beberapa hari yang lalu Rahul mulai mengirim email kepada saya.
Awal-awalnya saya tak memperdulikannya, namun kemudian setelah ia
memberi tahu hal-hal yang detail tentang diri saya, mulailah saya
memperhatikannya. Bahkan ia mengetahui hari kenaikan jabatan saya yang
akan datang."

Rohan : "Apakah kamu yakin bahwa kamu mendapat email itu itu dari Rahul
Mehra ?

Richa : "Ya saya yakin betul ! Tetapi mengapa bapak kelihatan terkejut
sekali ketika saya menyebutkan nama Rahul Mehra ?"

Rohan : "Ya saya terkejut karena Rahul Mehra telah meninggal dunia 2
tahun yang lalu ! Ia menduduki kursi yang sama dimana kamu duduk bekerja
.. ! Bagaimana orang sudah mati bisa mengirim email kepadamu."

Richa shok berat mendengarnya. Ia tak tahu bagaimana mananggapi hal ini.

Rohan : Kalau kamu tidak percaya, coba kamu temukan nomor telepon Rahul
di "direktori komputer" yang menyimpan data karyawan kantor kita. Lalu
coba kamu telepon ke rumahnya dan tanyakan tentang Rahul, pasti orang
rumah akan menerangkan soal kematian Rahul. Jika kamu menceriterakan
kepada mereka bahwa kamu menerima email dari Rahul, pasti kamu dianggap
"stress berat" yang menimbulkan halusinasi.

Richa : "Saya tidak berhalusinasi sedikitpun Pak ! Rahul benar-benar
mengirim email kepada saya ! Saya akan tunjukkan ke bapak kotak email
saya yang berisi kiriman email-email dari Rahul !"

Rohan : "Oke Richa, saya percaya padamu, namun sebaiknya kamu perlu
beristirahat dan pulanglah ke rumah !"

Richa tetap "shok" karena mendapat informasi tentang kematian Rahul dari
Rohan. Richa berusaha mencari data Rahul Mehra di "direktori komputer",
namun selalu ditolak berkali-kali oleh mesin komputer dengan munculnya
tulisan "No matches found for the given search criteria" (tak ada yang
sesuai dengan kreteria yang dicari).

Richa tak yakin bahwa ada seseorang yang membobol (hack) sistem komputer
kantornya dan mengirim email kepadanya dengan identitas email Rahul yang
tak ada di direktori. Kemudian Richa "mem-forward" email-amail dari
Rahul kepada Personal Manajer, Rohan, untuk membuktikan bahwa ia tidak
berhalusinasi.

Ketika Rohan membaca email-email Rahul yang dikirim oleh Richan, Rohan
sangat terkejut, kemudian menghampiri meja Richa.

Rohan : "Saya rasa pasti ada seseorang yang membobol data Rahul di
direktori komputer, dan kemudian menggunakan emailnya untuk mengirim
email ke kamu, Richa !"

Richa : Tapi Pak, saya telah mencek berulang-ulang data Rahul di
direktori, namun tak ditemukan sama sekali !"

Rohan : "Coba panggilkan pegawai kita ahli komputer dan suruh dia
memeriksanya !"

Richa memanggil pegawai ahli komputer. Mereka bersama-sama memeriksa
sistem komputer Richa dan melihat email yang dikirim oleh Rahul Mehra.
Ternyata email Rahul dikirim dari komputer yang sama yang di pakai oleh
Richa ! Sungguh aneh, bagaimana email Rahul bisa dikirim melalui sistem
komputer Richa dan dari orang tak tercatat identitasnya ?

Tak ada virus atau gangguan lainnya yang ditemukan pada sistem komputer
Richa. Anti virus yang dipasang pada komputer sangat canggih dan
keluaran terbaru. Hampir seharian waktu dihabiskan untuk memecahkan
teka-teki namun tanpa hasil, bagaimana bisa Richa menerima email dari
Rahul tersebut. Richa sangat lelah hari itu dan memutuskan pulang lebih
awal dari biasanya.

Esoknya ketika Richa masuk kantor, ia melihat kiriman email baru berasal
dari Rahul Mehra ! Ia bimbang apakah ia akan menghapus atau membacanya ?
Ia merasa takut untuk membukanya. Akhirnya ia memberanikan diri untuk
membacanya. Isi emailnya sebagai berikut :

Hai Richa,

Aku akan senang melihatmu jika malam hari ini kamu pulang lebih awal.
Aku tahu bahwa Rohan telah memberi tahu kepadamu soal kematianku. Aku
adalah seorang "pecandu kerja" (workaholic) seperti dirimu ! Aku sering
duduk bekerja di kantor sampai jauh larut malam, walaupun pekerja
lainnya telah pulang. Waktuku banyak kuhabiskan di kantor. Aku tak
memiliki teman dekat, tak ada kehidupan sosial. Walaupun libur di akhir
pekan, aku tetap masuk kekantor.

Semasa hidupku aku kehilangan segala hal yang menyenangkan. Bahkan juga
sewaktu aku mati ketika aku sedang bekerja keras dikantor ! Jasadku
ditemukan oleh penjaga malam kantor. Aku mengalami stres berat akibat
terlalu larut bekerja, sehingga akhirnya aku tak kuat lagi menanggungnya
pada malam itu. Aku tak memperdulikan semua penyakit yang kuderita,
sehingga pada malam hari itu (jam 13.10) akibat kesehatanku yang
memburuk akhirnya aku meninggal dunia !

Kini aku sungguh-sungguh mencintaimu Richa. Aku senang jika engkau mulai
malam ini pulang lebih awal sehingga kesehatanmu terjaga, namun tentu
saja aku akan berbahagia jika engkau mengalami kematian untuk bertemu
dengan diriku ...

Love you always.

Yang menanti kematianmu,

Rahul Mehra. 

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke