Secara ekonomi, potensi qurban sangat besar dampaknya terhadap perputaran
ekonomi tanah air. Mau tahu analisanya, mari kita simak analisa berikut.
Menurut Ahmad Erani Yustika, Direktur Eksekutif Indef (*Institute for
Development of Economics and Finance Indonesia*), ada 30% penduduk Indonesia
atau sekitar 70 juta orang yang mempunyai penghasilan rata-rata US$5.200 per
tahun. Angka ini kita anggap sebagai angka untuk menunjukkan tingkat sosial
ekonomi menengah masyarakat Indonesia. Jika 60% saja di antara mereka adalah
ummat Islam (karena mayoritas), maka jumlah muslim yang masuk dalam strata
ekonomi kelas menengah adalah 42 juta orang. Dengan asumsi harga kambing
qurban yang minimal adalah Rp. 1 juta, maka kemungkinan besar golongan ini
mampu untuk mengeluarkan dana pembelian kambing qurban satu tahun sekali.
Mari kita anggap saja yang memiliki kesadaran untuk berqurban hanya 50% saja
yaitu 21 juta orang. Maka nilai uang yang beredar menyambut idul adha adalah
sekitar Rp. 21 triliun (bandingkan dengan potensi zakat yang ‘hanya’ Rp. 19
triliun). Jika kita anggap margin keuntungan bagi peternak kambing adalah
sekitar 30%, maka Rp. 6,3 triliun-nya akan dapat dinikmati oleh mereka
(peternak) yang kebanyakan berasal dari desa. Angka perhitungan ini adalah
angka yang minimum, karena tidak jarang satu orang yang berqurban lebih dari
satu ekor kambing, bahkan sapi. Selain itu harga hewan qurban juga
bervariasi.
Namun demikian sampai saat ini kita tidak memiliki catatan yang pasti
tentang potensi ekonomi qurban ini, karena tidak adanya pencatatan secara
nasional jumlah pequrban di tanah air. Potensi bahwa angka analisa di atas
tidak sesuai (dibawah analisa) dengan kenyataan adalah sangat besar. Factor
penyebabnya antara lain; adanya orang Indonesia di luar negeri; jama’ah haji
Indonesia yang ternyata memilih berqurban di tanah suci, dan; masih banyak
orang Islam yang mampu untuk berqurban namun tidak berqurban.
*Berqurban Di Luar Negeri*
Secara ekonomi melaksanakan ibadah qurban bagi orang-orang Indonesia yang
berada di luar negeri adalah suatu hal yang tidak sulit, secara ekonomi
sebagian besar dari mereka adalah orang mampu, meskipun seorang mahasiswa.
Karena penulis mempunyai teman yang sedang kuliah di Australia, rutin
menitipkan qurbannya di Indonesia melalui lembaga zakat tempat penulis
pernah bekerja.
Biasanya, qurban yang dilaksanakan di luar negeri dikoordinir oleh
perkumpulan mahasiswa muslim setempat. Standar luar negeri tentang
penyembelihan hewan yang berbeda dengan di Indonesia membuat mereka memang
harus dikoordinir. Karena lokasi penyembelihan biasanya harus dirumah potong
hewan atau harus mendapatkan ijin dari pemerintah setempat untuk
penyembelihan sendiri.
Ada kisah yang menggambarkan betapa berbedanya pelaksanaan qurban di luar
negeri dengan di Indonesia. Seorang warga Negara Indonesia yang tinggal di
Kanada mengisahkan, karena ketatnya peraturan tentang penyembelihan hewan
ternak di Kanada, dan tidak adanya kerjasama yang baik dengan rumah potong
hewan akhirnya mereka harus menyembelih kambing di *bath up* kamar mandi
apartemen, bayangkan anda menyembelih kambing di bak mandi anda, kegaduhan,
darah berceceran, belum lagi kotorannya. Bahkan kejadian ini sempat
menimbulkan salah paham dengan tetangga mereka yang hampir melaporkannya ke
polisi setempat. Ini baru kisah penyembelihannya, pendistribusiannya juga
tidak kalah repot, karena untuk dibagikan ke tetangga tentu mereka tidak
akan begitu saja menerima daging yang tidak diketahui tingkat kesehatannya.
Sangatlah bijak jika orang-orang yang berada di luar negeri juga ikut
membangkitkan ekonomi tanah airnya sendiri, selain harga hewan qurban yang
lebih murah, sasaran pendistribusian hewan qurban juga akan lebih bermanfaat
jika memang diterima oleh yang membutuhkan. Saat ini untuk berqurban di
tanah air sangatlah mudah, banyak lembaga zakat yang menerima amanah
pelaksanaan ibadah qurban. Anda tinggal transfer, mereka akan melaksanakan
tugasnya dengan baik. Laporan pelaksanaan juga biasanya akan dikirimkan
melalui email.
*Qurban Jama’ah Haji Indonesia*
Bagi sebagian jama’ah haji Indonesia, berqurban di tanah suci
adalah sebuah target tersendiri ketika sedang melaksanakan ibadah hajinya.
Mereka berpikir sekali-kali ingin merasakan qurban di tanah suci. Padahal
dengan berqurban di tanah suci mereka secara tidak langsung tengah
mengurangi jatah tahunan yang menjadi hak para peternak Indonesia. Memang
tidak salah berqurban di tanah suci, namun coba kita simak penuturan K.H.
Aminuddin Saleh pimpinan Yayasan Ta-Qua Kota Cimahi ketika melaksanakan
ibadah haji. Ia pernah melihat bangkai seekor domba yang sudah disembelih
diletakkan begitu saja di depan teras sebuah rumah. "Untuk hewan dam akibat
haji tamattu atau qiran di tanah suci berlebihan akhirnya menjadi bangkai
karena sulit membagikannya. Apalagi ditambah dengan ibadah kurban," katanya.
Sebagian besar daging qurban tersebut memang diawetkan untuk
dikirim ke Negara-negara yang miskin. Namun ternyata di tanah air sendiri
masih banyak yang berebutan demi mendapatkan hanya sekerat daging yang jika
di masak akan habis sekali santap. Bahkan penulis pernah melihat seorang
dhuafa yang membanting daging qurban di depan panitia pembagian daging
qurban karena sangat sedikitnya daging yang diterima. Kita tidak
membicarakan minimnya rasa syukur dhuafa tersebut yang telah mengantri
berjam-jam ditambah dibentak-bentak panitia karena dianggap keluar dari
barisan antriannya, namun yang patut kita soroti adalah, betapa
kekurangannya kita akan daging qurban, hingga akhirnya panitia harus
membaginya dengan porsi yang sangat sedikit.
Tidak ada salahnya jika calon jama’ah haji yang akan berangkat ke tanah suci
jauh-jauh hari merencanakan qurbannya di tanah air, mereka bisa
menitipkannya ke sanak saudara atau ke lembaga amil zakat yang ada di
Indonesia. Selain itu, pelaksanaan qurban di Indonesia akan meringankan
ibadah haji, karena mereka tidak harus repot-repot datang ke pasar hewan
(maslah) Jabal Nur untuk memilih dan membeli hewan qurban di tanah suci.
Ada Rp. 60 miliar potensi ekonomi yang dapat dinikmati oleh peternak
Indonesia jika seluruh jama’ah haji Indonesia melaksanakan qurbannya di
Indonesia.
*Kesadaran Ber-Qurban*
Saya mempunyai seorang teman yang berprofesi sebagai teknisi mesin printer,
gajinya sangat mepet dengan standar UMP, dengan tanggungan istri dan seorang
anak serta kontrakan dan lain sebagainya, teman saya ini hampir tiap tahun
melaksanakan ibadah qurban. Lalu bagaimana dengan jawaban seperti ini,
“Tahun lalu kan sudah qurban” yang keluar dari seorang pengusaha yang
notabene mampu untuk berqurban.
Sebagian ulama sepakat bahwa hukum berqurban adalah sunnah muakadah, yaitu
sunnah yang mendekati wajib bagi mereka yang mampu melaksanakannya. Ada
ulama yang mendefinisikan ‘mampu’ disini yaitu, masih memiliki kelebihan
(sisa) harta setelah melaksanakan (membeli) hewan qurban.
Sebagian lagi menghukuminya wajib bagi yang mampu dengan bersandar pada
dalil hadist berikut ini:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Bersabda Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (yang artinya) : ”Siapa yang memiliki
kelapangan (harta) tapi ia tidak menyembelih kurban maka jangan sekali-kali
ia mendekati mushalla kami” [Riwayat Ahmad (1/321), Ibnu Majah (3123),
Ad-Daruquthni (4/277), Al-Hakim (2/349) dan (4/231) dan sanadnya hasan]
Sisi pendalilannya adalah beliau melarang orang yang memiliki kelapangan
harta untuk mendekati mushalla jika ia tidak menyembelih kurban. Ini
menunjukkan bahwa orang itu telah meninggalkan kewajiban, seakan-akan tidak
ada faedah mendekatkan diri kepada Allah bersamaan dengan meninggalkan
kewajiban ini (qurban).
Qurban sebagai ritual ibadah tahunan yang melibatkan harta, sebenarnya dapat
direncanakan, sebagaimana halnya dengan haji melalui tabungan haji. Bahkan
nilainya yang lumayan kecil memudahkan seseorang untuk merencanakannya
jauh-jauh hari. Saat ini banyak lembaga zakat yang memiliki tabungan qurban,
mereka menerima titipan sejumlah dana yang ketika sudah cukup bisa dibelikan
hewan qurban melalui lembaga zakat tersebut juga. Sangat praktis bukan.
Hal inilah yang dilakukan oleh teman saya tersebut, setiap bulan dia
menyisihkan Rp. 50-100 rb/bulan untuk tabungan qurban. Dan hasilnya tiap
tahun dia mampu berqurban.
Mari kita laksanakan ibadah qurban dan meningkatkan kesejahteraan peternak
Indonesia.
(Penulis adalah seorang Amil *area manager* LAZISMU Bekasi. Email:
[email protected])
__._,_.___
Reply to
sender<[email protected]?subject=qurban+bangkitkan+ekonomi+pedesaan>|
Reply
to group <[email protected]?subject=qurban+bangkitkan+ekonomi+pedesaan> |
Reply via web
post<http://groups.yahoo.com/group/bmmi/post;_ylc=X3oDMTJxZHAxMGQzBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1MDU1ODE2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRtc2dJZAM2MTIzBHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTI4NzM5Njc0MQ--?act=reply&messageNum=6123>|
Start
a New
Topic<http://groups.yahoo.com/group/bmmi/post;_ylc=X3oDMTJmYW1qYm1iBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1MDU1ODE2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEyODczOTY3NDE->
Messages in this
topic<http://groups.yahoo.com/group/bmmi/message/6123;_ylc=X3oDMTM1dG5sdXVkBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1MDU1ODE2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRtc2dJZAM2MTIzBHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTI4NzM5Njc0MQR0cGNJZAM2MTIz>(
1)
Recent Activity:
- New
Members<http://groups.yahoo.com/group/bmmi/members;_ylc=X3oDMTJndHJlYjdoBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1MDU1ODE2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJycwRzdGltZQMxMjg3Mzk2NzQx?o=6>
8
Visit Your
Group<http://groups.yahoo.com/group/bmmi;_ylc=X3oDMTJmc3Njb2s0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1MDU1ODE2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEyODczOTY3NDE->
==========================================
Mailing List ini diasuh oleh
Rahmat
Owner http://www.motivasi-islami.com
http://www.rahmatst.info
Penulis buku Meraih Berkah dan Pahala
Melalui Internet.
FaceBook Profile:
http://www.facebook.com/rahmat.st
http://www.facebook.com/motivasi.islami
Twitter
http://www.twitter.com/rahmatst
==========================================
Dapatkan produk gratis di
http://www.zonasukses.com
==========================================
TERIMA KASIH Jika bersedia memforward email
ini.
[image: Yahoo!
Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlNWM5N3JjBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzE1MDU1ODE2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTI4NzM5Njc0MQ-->
Switch to:
Text-Only<[email protected]?subject=change+delivery+format:+Traditional>,
Daily Digest <[email protected]?subject=email+delivery:+Digest> •
Unsubscribe <[email protected]?subject=unsubscribe> • Terms
of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
.
__,_._,___
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.