aga

-----Original Message-----
From: Pru Syariah <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 20 Oct 2010 16:36:06 
To: <undisclosedrecipients>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Motivasi Islami] Dulu Haram, Kini Halal





Dulu Haram, Kini Halal

 

Pada suatu ketika di zaman
Nabi Muhammad SAW ada seorang pencuri yang hendak bertaubat, dia duduk di
majelis Nabi Muhammad SAW dimana para shahabat berdesak-desakkan di Masjib
Nabawi.

 

Suatu ketika dia menangkap
perkataan Nabi saw : "Barangsiapa meninggalkan sesuatu yang haram karena
Allah, maka suatu ketika dia akan memperoleh yang Haram itu dalam keadaan
halal". Sungguh dia tidak memahami maksudnya, apalagi ketika para shahabat
mendiskusikan hal tersebut setelah majelis dengan tingkat keimanan dan
pemahaman yang jauh dibawah sang pencuri merasa tersisihkan.

 

Akhirnya malam pun semakin
larut, sang pencuri lapar. Keluarlah dia dari

Masjid demi melupakan rasa
laparnya.

 

Di suatu gang tempat dia
berjalan, dia mendapati suatu rumah yang pintunya agak terbuka. Dengan insting
pencurinya yang tajam ia dapat melihat dalam gelap bahwa pintu itu tidak
terkunci...dan timbullah peperangan dalam hatinya untuk mencuri atau tidak.
Tidak, ia merasa tidak boleh mencuri lagi.

 

 

Namun tiba-tiba timbul bisikan
aneh : "Jika kamu tidak mencuri mungkin akan ada pencuri lainnya yang
belum tentu seperti kamu". Menjadi berfikirlah dia, maka diputuskan dia
hendak memberitahukan/mengingatkan pemiliknya di dalam agar mengunci pintu
rumahnya, karena sudah lewat tengah malam.

 

Dia hendak memberi salam
namun timbul kembali suara tadi : "Hei pemuda! bagaimana kalau ternyata di
dalam ada pencuri dan pintu ini ternyata adalah pencuri itu yang membuka, bila
engkau mengucap salam ... akan kagetlah dia dan bersembunyi, alangkah baiknya
jika engkau masuk diam-diam dan memergoki dia dengan menangkap basahnya !"
Ah.. benar juga, pikirnya.

 

Maka masuklah ia dengan
tanpa suara... Ruangan rumah tersebut agak luas, dilihatnya berkeliling ada
satu meja yang penuh makanan - timbul keinginannya untuk mencuri lagi, namun
segera ia sadar - tidak, ia tidak boleh mencuri lagi.

 

 

Masuklah ia dengan
hati-hati, hehhh ...syukurlah tidak ada pencuri berarti memang sang pemilik
yang lalai mengunci pintu. Sekarang tinggal memberitahukan kepada pemilik rumah
tentang kelalaiannya, tiba-tiba terdengar suara mendengkur halus dari sudut
ruang....Ahh ternyata ada yang tidur mungkin sang pemilik dan sepertinya
perempuan cantik.

 

Tanpa dia sadari kakinya
melangkah mendekati tempat tidur, perasaannya berkecamuk, macam-macam yang ada
dalam hatinya. Kecantikan, tidak lengkapnya busana tidur yang menutup sang
wanita membuat timbul hasrat kotor dalam dirinya.

 

Begitu besarnya hingga
keluar keringat dinginnya, seakan jelas ia mendengar jantungnya berdetak kencang
didadanya, serta tak dia sangka ia sudah duduk mematung disamping tempat
tidur...Tidak, aku tidak boleh melakukan ini aku ingin bertaubat dan tidak mau
menambah dosa yang ada, tidakk !!

 

Segera ia memutar badannya
untuk pergi. Akan ia ketuk dan beri salam dari luar sebagaimana tadi. Ketika
akan menuju pintu keluar ia melalui meja makan tadi, tiba-tiba terdengar bunyi
dalam perutnya...ia lapar. Timbullah suara aneh tadi : "Bagus hei pemuda
yang baik, bagaimana ringankah sekarang perasaanmu setelah melawan hawa nafsu
birahimu?"

 

Eh-eh, ya. Alhamdulillah ada
rasa bangga dalam hati ini dapat berbuat kebaikan dan niat perbuatan
pemberitahuan ini akan sangat terpuji. Pikir sang pemuda. Suara itu berkata
:"Maka sudah sepatutnya engkau memperoleh ganjaran dari sang pemilik rumah
atas niat baikmu itu, ambillah sedikit makanan untuk menganjal perutmu agar
tidak timbul perasaan dan keinginan mencuri lagi!!"

 

Berpikirlah dia merenung
sebentar, patutkah ia berbuat begitu? "Hei - tiba2x ia tersadar serta
berucap dalam hati - engkau dari tadi yang berbicara dan memberi nasihat
kepadaku? Tapi nasihatmu itu telah menjadikan aku menjadi tamu tidak diundang
seperti ini, tidak.. aku tidak akan mendengarkan nasihatmu. Bila engkau Tuhan,
tidak akan memberi nasihat seperti ini. Pasti engkau Syaithon....(hening).

 

Celaka aku, bila ada orang
yang di luar dan melihat perbuatanku .... aku harus keluar." Maka
tergesa-gesa ia keluar rumah wanita tersebut, ketika tiba dihadapan pintu ia
mengetuk keras dan mengucap salam yang terdengar serak menakutkan.

 

Semakin khawatir ia akan
suaranya yang berubah, setelah itu tanpa memastikan pemiliknya mendengar atau
tidak ia kembali menuju masjid dengan perasaan galau namun lega, karena tidak
ada orang yang memergoki dia melakukan apa yang disarankan suara aneh tadi.

 

Sesampai dimasjid, ia
melihat Nabi saw sedang berdiri sholat. Di sudut ruang ada seorang yang membaca
al qur-aan dengan khusyu' sambil meneteskan air mata, di sudut-sudut terdapat
para shahabat dan kaum shuffah tidur. Dingin sekali malam ini, lapar sekali
perut ini teringat lagi ia akan pengalaman yang baru dia alami, bersyukur ia
atas pertolongan Allah yang menguatkan hatinya.

 

Tapi ... tidak di dengar
bisikan Allah di hatinya, apakah Allah marah kepadaku? Lalu ia menghampiri
sudut ruang masjid duduk dekat pintu, dekat orang yang membaca al qur-aan.
Ditengah melamunnya ia mendengar sayup namun jelas bait-bait ayat suci ......

 

    Dan
mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah,
lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang
sombong:"Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka
dapatkah kamu menghindarkan dari pada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja
Mereka menjawab:"Seandainya Allah memberi petunuk kepada kami, niscaya
kami dapat memberi petunjuk kepadam.Sama saja bagi kita apakah kita mengeluh
ataukah bersabar.Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan
diri". (QS. 14:21)

 

    Dan
berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah
diselesaikan:"Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang
benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku
menyalahinya.Sekali-kali tidak kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar)
aku menyeru kamulalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu
mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri.Aku sekali-kali tidak dapat
menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku.Sesungguhnya aku
tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak
dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang
pedih. (QS. 14:22)

 

 

Bergetarlah hatinya
mendengar perkataan Allah yang di dengarnya, berkatalah ia "Engkau
berbicara kepadakukah, ya Allah?" Serasa lapang hatinya, semakin asyik dia
mendengarkan bacaan suci itu, maka lupalah ia akan laparnya, segar rasanya
badannya.

 

Cukup lama ia mendengarkan
bacaan orang itu hingga tiba-tiba tersentak ia karena bacaan itu dihentikan
berganti dengan ucapan menjawab salam. Terlihat olehnya pula bahwa pria itu
menjawab salam seseorang wanita dan seorang tua yang masuk langsung menuju
tempat Nabi Muhammad SAW sedang duduk berdzikir, dan wajah wanita itu ...
adalah wajah wanita tadi !!!??? Timbul gelisah hatinya, apakah tadi ketika ia
berada diruangan itu sang wanita pura-pura tidur dan melihat wajahnya? Ataukah
ada orang yang diam-diam melihatnya, mungkin laki-laki tua yang bersamanya
adalah orang yang diam-diam memergokinya ketika ia keluar dan mengetuk pintu
rumah itu? Ahh ... celaka, celaka.

 

Namun gemetar tubuhnya,
tidak mampu ia menggerakkan anggota tubuhnya untuk bersembunyi atau pergi
apalagi tampak olehnya pria yang tadi membaca al Qur-aan hendak tidur dan tak
lamapun mendengkur. Dan ia lihat mereka sudah berbicara dengan Nabi saw....
celaka, pikirnya panik !!

 

Hampir celentang jantuh ia ketika
terdengar suara Nabi Muhammad SAW. : "Hai Fulan, kemarilah !" Dengan
pelahan dan perasaan takut ia mendekat. Ia berusaha

menyembunyikan wajahnya.

 

Ia mendengar sang perempuan
masih berbicara kepada Nabi Muhammad SAW. katanya : "...benar ya Rosulullah,
saya sangat takut pada saat itu saya bermimpi rumah saya kemasukan orang yang
hendak mencuri, dia mendekati saya dan hendak memperkosa saya, ketika saya
berontak ... ternyata itu hanya mimpi. Namun ketika saya melihat sekelilingnya
ternyata pintu rumah saya terbuka sebagaimana mimpi saya dan ada suara
menyeramkan yang membuat saya takut. Maka segera saya menuju rumah paman saya
untuk meminta dicarikan suami buat saya, agar kejadian yang dimimpi saya tidak
terjadi bila saya ada suami yang melindungi. Sehingga beliau mengajak saya
menemui engkau disini agar memilihkan calon suami untuk saya".

 

Nabi saw memandang kepada si
pemuda bekas pencuri, lalu berkata : "Hai Fulan, karena tidak ada pria
yang bangun kecuali engkau saat ini maka aku tawarkan padamu, maukah engkau
menjadi suaminya?" Terkejut ia mendengar itu, cepat mengangguklah ia.

 

Dan setelah sholat shubuh
Nabi saw mengumumkan hal ini dan meminta para shahabat mengumpulkan dana untuk
mengadakan pernikahan dan pembayaran mas kawin si pemuda ini.

 

Setelah pernikahannya,
tahulah ia akan arti perkataan Nabi Muhammad yang lalu :

"Barangsiapa
meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, maka suatu ketika dia akan
memperoleh yang Haram itu dalam keadaan halal".

 

Sekarang ia dapat memakan
makanan yang tadi dengan halal (dahulunya haram), dan ia dapat menikmati wanita
itu sebagai isterinya dengan halal. Allahu Akbar, wal Hamdu Lillah.



http://www.puarman-asuransi-syariah.blogspot.com/


-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
if you wanna know me, please visit to www.facebook.com/aga.madjid
or add me in Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke