Nice.. 2010/10/27 Titik <[email protected]>
> > > (Good Article to Read) > > Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan > sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar > maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman > lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan > hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya. > > Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling > berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang > paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat. > > 'Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja > suruh gue nginep di kantor!' > > 'Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan 'job-des' > gue' > > 'Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu'. > > Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya. > > Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita > mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu > mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan > setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai > atasan atau rekan-rekan sekerjanya. > > Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan > atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu > pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu > pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh. > > Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal > ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu > kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu > berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang > berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa > mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki > lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa > membuat kita kehilangan teman-teman kita. > > > Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena > kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. > Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, > kita hanya perlu bersyukur. > > Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang > dapat kita syukuri. > > Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa > banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ? > > Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi > bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda > mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah > Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya > kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda > menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan. > > Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, > mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi > lebih cepat dari yang Anda harapkan. > > Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan > keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat > hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda > terlalu sibuk mengeluh. > > *Try it now:* > > 1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. > > Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun > yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk > bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda. > > 2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal > berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan > kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah > dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang > terjadi pada saat ini. > > [image: cid:[email protected]] > > > 3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama > teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak > sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup > Anda. > > 'Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka > semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri.' > > [image: cid:[email protected]] > > > P.S.: Saya bersyukur karena Anda telah membaca email ini dan saya akan > lebih bersyukur lagi jika Anda mengirimkan email ini ke rekan-rekan Anda > sehingga Anda juga dapat bersyukur karena telah membuat orang lain > bersyukur. > > > > > > <http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlOWYwMGZuBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzEwNTUxMjA2BGdycHNwSWQDMTcwNTA3OTYwNQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTIyNjM2ODM1MA--> > > . > > > > . > > __,_._,___ > > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected]<aga-madjid%[email protected]> > please visit to www.facebook.com/aga.madjid, > add my Yahoo Messenger at [email protected] or > add my twitter @aga_madjid > thanks for joinning this group. > -- ketika hidup penuh dgn makna Regards, Eka Prasetia (Phecor) -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
OCTET-STREAM;charset=windows-1252&msgno=821&partno=2&foldername=INBOX
Description: Binary data
OCTET-STREAM;charset=windows-1252&msgno=821&partno=1&foldername=INBOX
Description: Binary data
