GW MENGUTUK APA YANG MEREKA LAKUKAN TERHADAP NEGERI DAN MASYARAKAT
INDONESIA,,

BUKANNYA MEMBANTU BENCANA YANG TERJADI DI MENTAWAI, MERAPI,, MALAH DIAM-DIAM
PLESIR KE ITALIA TANPA TUJUAN YANG JELAS,,

Kamis, 28/10/2010 07:07 WIB
Diam-diam Pergi ke Luar Negeri Tanda Anggota DPR Nafsu untuk Plesir  
Didit Tri Kertapati - detikNews

http://images.detik.com/content/2010/10/28/10/DPR-Dalam.jpg

 

Jakarta - Sejumlah anggota Komisi V DPR RI secara diam-diam pergi ke Italia.
Mereka berangkat pada Selasa (26/10) malam. Apa yang dilakukan anggota DPR
ini dinilai sebagai modus untuk memenuhi hasrat berplesiran dengan uang
negara.

"Tujuan mereka untuk melakukan studi banding hanya sekadar memuaskan nafsu
plesiran anggota DPR. Kalau punya niat baik kan nggak perlu
sembunyi-sembunyi. Ini kejahatan luar biasa yang dilakukan anggota DPR,"
ujar pengamat politi dari LSI, Burhanudin Muhtadi kepada detikcom, Rabu
(27/10/2010) malam.

Menurut Burhan, apa yang dilakukan anggota DPR semakin menunjukkan kalau
anggota parlemen tidak lagi peduli atas kritik yang disampaikan masyarakat
sehingga merekan tidak layak dianggap sebagai wakil rakyat. 

"Anggota DPR tanpa malu mempertotonkan kedunguan mereka karena tidak
mendengar kritik publik. Menurut saya mereka tidak pantas, menyadang wakil
rakyat," kritik Burhan.

Burhan menambahkan, dengan memilih Italia sebagai tempat untuk studi banding
terkait RUU Rumah Susun sangatlah janggal. Menurut Burhan, jika ingin studi
banding untuk rumah susun lebih tepat ke Singapura atau Hongkong.

"Saya yakin mereka di Italia plesiran bukan membuat RUU rumah susun," sindir
Burhan.

Burhan mengatakan, selama ini belum ada transparansi mengenai hasil
kunjungan anggota DPR ke luar negeri. Bahkan, kunjungan ke luar negeri tidak
mampu meningkatkan kualitas kerja DPR.

"Tidak pernah ada bukti kalau mereka studi banding di luar negeri. Kalau
mereka benar melakukan studi banding seharusnya produk legislasi yang
ditargetkan pada 2010. Kan targetnya 70 tapi baru tercapai 8, padahal studi
banding untuk mencari pembanding agar mempermudah produksi RUU menjadi
undang-undang," tutup Burhan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kunjungan anggota Komisi V ini akan
berlangsung selama lima hari. Mereka yang berangkat adalah Yasti Soepredjo
Mokoagow dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) dan Muhidin Mohamad Said
dari Fraksi Partai Golkar, masing-masing selaku ketua delegasi.

Lalu ada empat orang dari Fraksi Partai Demokrat, tiga dari dari Fraksi
Partai Golkar, dua dari FPDI-Perjuangan, dua orang dari FPPP, lalu
masing-masing satu orang dari FPKS, FPKB dan F-Gerindra.

Sikap diam-diam ini bertentangan dengan instruksi pimpinan Dewan sebelumnya.
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, sempat menegaskan bahwa semua kunjungan
ke luar negeri harus dilakukan transparan.

Salah satu caranya adalah dengan menyampaikan ke publik maksud dan tujuan
studi banding sebelum dan sesudah melakukan perjalanan. Namun, hal tersebut
tidak dilakukan oleh anggota komisi V.
(ddt/anw)

 

Thanks

Warm Regards,

 

 

Rochmad Sigit

 

[ Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah, 

bukan disebabkan oleh besarnya masalah, 

tetapi oleh kecilnya tujuan hidup. ]

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke