Really Nice !!! I like it .....


  *Eko Pratomo Suyatno, siapa yang tidak kenal lelaki bersahaja ini? Namanya
sering muncul di koran, televisi, di buku-buku investasi dan keuangan.
Dialah salah seorang dibalik kemajuan industri reksadana di Indonesia dan
juga seorang pemimpin dari sebuah perusahaan investasi reksadana besar di
negeri ini. *
 * *
*Dalam posisinya seperti sekarang ini, boleh jadi kita beranggapan bahwa
pria ini pasti super sibuk dengan segudang jadwal padat. Tapi dalam note ini
saya tidak akan menyoroti kesuksesan beliau sebagai eksekutif. Namun ada
sisi kesehariannya yang luar biasa!!!!*
* *
*Usianya sudah tidak muda lagi, 60 tahun. Orang bilang sudah senja bahkan
sudah mendekati malam, tapi Pak Suyatno masih bersemangat merawat istrinya
yang sedang sakit. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Dikaruniai 4 orang
anak.*
* *
*Dari isinilah awal cobaan itu menerpa, saat istrinya melahirkan anak yang
ke empat. tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Hal itu
terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi
lemah bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan
lagi.*
* *
* *
*Setiap hari sebelum berangkat kerja Pak Suyatno sendirian memandikan,
membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke tempat tidur. Dia
letakkan istrinya di depan TV agar istrinya tidak merasa kesepian. Walau
istrinya sudah tidak dapat bicara tapi selalu terlihat senyum. Untunglah
tempat berkantor Pak Suyatno tidak terlalu jauh dari kediamannya, sehingga
siang hari dapat pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.*
* *
*Sorenya adalah jadwal memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas
maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa saja yg
dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa menanggapi lewat tatapan
matanya, namun begitu bagi Pak Suyatno sudah cukup menyenangkan. Bahkan
terkadang diselingi dengan menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan penuh
kesabaran dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati
mereka. Sekarang anak- anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yg masih
kuliah.*
* *
*Pada suatu hari…saat seluruh anaknya berkumpul di rumah menjenguk ibunya--
karena setelah anak-anak mereka menikah dan tinggal bersama keluarga
masing-masing- - Pak Suyatno memutuskan dirinyalah yang merawat ibu mereka
karena yang dia inginkan hanya satu 'agar semua anaknya dapat berhasil'.*
* *
*Dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata:*
* *
*“Pak kami ingin sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak
merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……bahkan
bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu." Sambil air mata si sulung berlinang.*
* *
*"Sudah keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa
ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak, dengan
berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji akan
merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”. Si Sulung melanjutkan
permohonannya.*
* *
*”Anak-anakku. ..Jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk
nafsu, mungkin bapak akan menikah lagi, tapi ketahuilah dengan adanya ibu
kalian di sampingku itu sudah lebih dari cukup,dia telah melahirkan
kalian….*sejenak kerongkongannya tersekat*… kalian yang selalu kurindukan
hadir di dunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat dihargai
dengan apapun. Coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya
seperti ini ?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa
bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya seperti sekarang, kalian
menginginkan bapak yang masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang
lain, bagaimana dengan ibumu yang masih sakit." Pak Suyatno menjawab hal
yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya*
* *
*Sejenak meledaklah tangis anak-anak Pak Suyatno, merekapun melihat
butiran-butiran kecil jatuh di pelupuk mata Ibu Suyatno..dengan pilu
ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu.*
* *
*Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta
untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Pak
Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah
tidak bisa apa-apa....disaat itulah meledak tangisnya dengan tamu yang hadir
di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru.*
* *
*Disitulah Pak Suyatno bercerita : “Jika manusia di dunia ini mengagungkan
sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi waktu, tenaga,
pikiran, perhatian itu adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi
pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat
saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia
memberi saya 4 anak yang lucu-lucu..Sekarang saat dia sakit karena berkorban
untuk cinta kami bersama… dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya
dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu
saya mencari penggantinya apalagi dia sakit...” Sambil menangis*
* *
*" Setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya hanya dapat bercerita
kepada Allah di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya
untuk menyimpan dan mendengar rahasia saya..."BAHWA CINTA SAYA KEPADA ISTRI,
SAYA SERAHKAN SEPENUHNYA KEPADA ALLAH".*
* *
*(Semoga Allah memberkahi para suami yang sholeh dan istri yang sholehah)*

__._,_.___

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke