*Jejak Hubungan Gelap Indonesia-Israel** * Sebagai bagian dari perjalanan bangsa dan pemuda
salam Jaya Pemuda Indonesia *Jejak Hubungan Gelap Indonesia-Israel* Posted on Mei 19, 2010 by Goda-Gado *Ilustrasi Hubungan Indonesia - Israel** * Menelusuri perselingkuhan gelap antara pemerintah Indonesia – Israel boleh dibilang susah-susah gampang. Agustus 2009, santer terdengar bahwa Israel membuka kantor dagangnya di Indonesia1. Kendati tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, hubungan dagang bisa diteruskan dan dikelola dengan baik. Orah Korn, koresponden pada desk ekonomi di harian Dza Marker berbahasa Ibrani yang terbit di Israel, menulis laporan, Israel tengah berupaya memperluas jaringan dan hubungan ekonominya dengan negara-negara di Asia Tenggara, salah satunya adalah Indonesia. Tujuan dibukanya kantor dagang Israel di Jakarta sendiri, demikian Korn, adalah untuk memulai babak baru hubungan ekonomi antara Israel dan Indonesia. Ternyata, sebelum kantor dagang Israel itu dibuka di Jakarta, hubungan "gelap dan diam-diam" antara Indonesia dan Israel telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Hal tersebut diungkapkan sendiri oleh Ran Kohin, kepala kantor dagang Israel-Asia. Kohin menegaskan, dibukanya kantor dagang Israel di Jakarta merupakan hasil dari perkembangan yang baik dalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Israel yang telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu, meskipun tak ada hubungan diplomatik antara keduanya. Pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, tahun 1999, telah merencana kan untuk membuka kembali hubungan perdagangan dengan negeri penjajah itu, yang telah terputus sejak tahun 1967. Rencana itu pun diwujudkan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut Binsar Pandjaitan pada tahun 2001. Menteri ini menandatangani Surat Keputusan Menperindag No.23/MPP/01/2001 tertanggal 10 Januari 2001 yang melegalkan hubungan dagang antara RI dengan Zionis-Israel. Dari Gus Dur, berlanjut ke masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pada 13 September 2005, Menteri Luar Negeri Hassan Wirayudha bertemu dengan Menlu Israel, Silvan Shalom, di New York, AS.2 Hassan mengaku pertemuan itu tidak membahas pemulihan hubungan diplomatik. "Kami tidak bicara masalah hubungan diplomatik. Israel sangat tahu posisi Indonesia seperti apa," katanya. Saat itu pemberitaan di sejumlah media massa asing ramai menyiarkan keinginan Israel untuk membangun hubungan diplomatik dengan Indonesia. Menurut media asing itu, Jerusalem (Israel) telah mengirimkan surat tentang hal itu kepada Jakarta. SBY menolak fakta tersebut. "Tidak ada yang gelap, karena, sekali lagi, kita ingin membantu perjuangan bangsa dan rakyat Palestina," ujar SBY di kantor Perwakilan Tetap Republik Indonesia di New York waktu itu. Shraga Brosh (The Israeli Manufacturer's Association) - Mohammad S Hidayat (KADIN) Menandatangani Kesepakatan Kerjasama Tahun 2006, sebuah misi dagang Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) berkunjung ke Israel3. Saat itu Ketua Kadin Indonesia Mohammad Hidayat menandatangani perjanjian ekonomi kedua negara. "Indonesia bisa menjadi pasar utama bagi ekspor barang-barang Israel ke Asia Tenggara," kata Presiden Israel Manufacturers Association, Shraga Brosh dalam acara itu. Sedangkan Hidayat mengatakan kerja sama ini bisa membantu perusahaan-perusahaan Israel untuk melakukan kegiatan di Indonesia. Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa telah terjalin kontak yang intensif antara kedua negara di sektor perdagangan. Lihat saja data volume data volume perdagangan Indonesia-Israel selama tahun 2005 mencapai 154 juta dolar. Dari nilai ini, Israel hanya mengekspor 14 juta dolar, sedang Indonesia mengekspor 140 juta dolar ke Israel terutama, terutama untuk barang elektronika, plastik, dan karet. Negara Zionis itu menargetkan volume perdagangan kedua negara bakal mencapai 600 juta dolar di tahun 2010. Zionis mengincar berbagai proyek penting di Indonesia misalnya proyek pembangunan PLT-Geothermal di Sumatera senilai 200 juta dolar yang dimenangkan oleh Ormat Technology, perusahaan engineering Israel di bidang energi geothermal. Selain itu, Indonesia menjadi sasaran pemasaran produk-produk teknologi biomedik. Di bidang medis, hubungan Indonesia – Israel terjalin mesra dengan banyaknya peralatan ICU yang ada di rumah-rumah sakit besar di negeri ini yang dibeli dari Israel. Pemerintah Indonesia telah mengirimkan tenaga-tenaga medis Indonesia ke sana untuk pelatihan ICU (Intensive Care Unit). Rumah-rumah sakit besar yang ada di Indonesia, terutama di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, sudah lazim mengirim tenaga-tenaga medisnya untuk mendapat pelatihan ICU di Israel. Sangat besar kebijakan ke depan masih akan terus berjalan mengingat Menteri Kesehatan baru dijabat mantan pejabat Namru 2 yang misterius. Sementara di bidang militer, Jenderal (Pur) Soemitro dalam memoarnya berjudul, "Soemitro dari Pangdam Mulawarman sampai Pangkopkaptib," menegaskan adanya hubungan yang harmonis antara intelijen Israel, Mossad, dan TNI4. Hubungan Israel – Indonesia memiliki hubungan yang sangat strategis. Menurut Kohin, Israel melihat adanya peluang serta potensi pasar dagang dan ekonomi yang begitu besar di Indonesia. Indonesia dipandang sebagai negara yang subur, memiliki cadangan sumber daya alam yang melimpah, memiliki wilayah yang luas (seluas benua Eropa), juga penduduk yang mencapai 200 juta jiwa. "Dengan segala potensi itu, Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi yang besar," terang Kohin. Atas dasar itulah didirikanlah sebuah website yang menjembatani hubungan Indonesia – Israel khususnya dalam bidang perdagangan. Nama domain website tersebut adalah Indolink . Berdiri sejak tahun 2004, Indolink memiliki visi & misi untuk membantu para pengusaha Indonesia yang ingin menjalin kerjasama strategis yang sukses dan saling menguntungkan dengan rekan usahawan Israel. Indolink memberikan layanan menyeluruh bagi para importir dan distributor Indonesia yang bekerjasama dengan suplair dari Israel mulai dari penjajakan produk, pemilihan suplair, negosiasi harga dan kondisi kerjasama hingga transaksi pembelian dan perjanjian distribusi. Secara umumnya, Indolink berperan sebagai agen bisnis anda di Israel. Di dalam website Indolink, juga dijelaskan beberapa kebiasaan yang terjadi dalam hubungan bisnis Israel yang diterima. Dijelaskan, bangsa Israel memiliki mentalitas yang dikenal dengan istilah "tzabarim" (asli Israel) yang dapat dipahami hanya oleh orang-orang yang tinggal di Israel. Keberhasilan hubungan bisnis dengan orang Israel tergantung pada pemahaman atas mentalitas tzabarim, suatu faktor yang jauh lebih penting daripada faktor objektif kecocokan produk, harga dan solusi birokrasi ekspor-impor. Indolink sendiri, berdiri sejak tahun 2004 yang ditujukan sebagai solusi atas berbagai kendala yang dihadapi oleh para usahawan Indonesia dalam memanfaat kan peluang bisnis dengan Israel. Meski baru 5 tahun usianya, Indolink telah mencatat sejumlah keberhasilan mensukseskan hubungan bisnis antara para usahawan dan organisasi bisnis Indonesia dengan para rekanan Israel. Indolink bisa terbilang memberikan layanan yang lengkap. Tercatat, service yang disiapkan Indolink sebagai berikut: - Penjajakan produk sesuai spesifikasi yang diminta, - Identifikasi dan koneksi dengan para suplair potensial, - Pemilihan suplair yang tepat, - Negosiasi harga dan kondisi kerjasama, - Transaksi pembelian, - Perjanjian distribusi, - Solusi birokrasi ekspor-impor, - Solusi komunikasi guna menghindari dan mengatasi kesalahpahaman, - Memfasilitasi kunjungan ke pabrik suplair di Israel (visa, dll.) - Mempererat hubungan dengan pihak suplair guna terjalinnya kerjasama jangka panjang Perusahaan yang memiliki alamat pusat di Zamir Building 22A Raul Wallenberg St. Ramat Hahayal, Tel-Aviv 69719 ini, ternyata menyediakan jasa yang cukup komplit, antara lain, jasa penerjemahan, layanan pendampingan dengan rekanan Israel, pelatihan bahasa ibrani dan persiapan pertemuan bisnis dengan kolega bisnis Israel, dan sebagainya. Di dalam website Indolink juga terdapat informasi tentang Sampoerna Buying 20.2% of Harel dan juga penggambaran potensi Indonesia di Indonesian Medical Market. Jika anda tertarik untuk bekerjasama dengan Indolink serta secara langsung atau tidak langsung membunuh rakyat Palestina, silakan menghubungi alamat email *[email protected]* atau telepon +972-3-654 0087 dan fax: +972-3-654 0787. Ahmed Fikreatif 1 * http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/3807/israel-buka-kantor-dagang-d\i-indonesia<http://www.muslimdaily.net/berita/lokal/3807/israel-buka-kantor-dagang-d%5Ci-indonesia> * 2 * http://khilafahislam.multiply.com/journal/item/21?&item_id=21&view:repli\es=reverse<http://khilafahislam.multiply.com/journal/item/21?&item_id=21&view:repli%5Ces=reverse> * 3 Kadin's Business Visit To Israel A business delegation consisting of 15 Indonesian prominent businessmen coordinated by KADIN visited Israel last week to strengthen cooperation with the Israeli counterpart organizations. A cooperation agreement was signed by Mr. Mohamad S. Hidayat, President of KADIN, and Mr. Shraga Brosh, President of IMA (The Israeli Manufacturer's Association) whereby the two would work to exchange information, advance joint business projects and help Indonesian companies in their activities in Israel and vice versa. A joint working committee has been formed to ensure the agreement is implemented, Mr. Brosh and Mr. Hidayat announced after the signing. A similar agreement was also signed between KADIN and the Israeli Export Institute (IEI) During the short four-day-visit, the Indonesian delegation had a very hectic schedule conducting working visits to Israeli industries, R&D centers as well as networking meetings with leading businessmen and companies. They had learned a lot about the Israeli economy, industries and businesses. Indolink, on behalf of the Israeli Export Institute, delivered a lecture to KADIN delegation about the Israeli business culture. The lecture was intended to bridge the sharp cultural gap between Indonesian and Israeli business conducts so the two sides will be able to understand each other and adapt their differences when developing business relations. In fact, trade between the two countries has been active though the volume is far below the potential. Since the issuance of permit to conduct trade with Israel, Indonesia has been in trade surplus with Israel. In 2005 trade value was approximately $154 million, of which just $14M were Israeli exports while imports from Indonesia were $140 M predominantly in electronics products, plastics and rubber. IMA estimated the cooperation agreement with KADIN would increase trade between the two countries four-fold within five years, to reach $600M by 2010. The areas to develop cooperation will include agriculture, telecommunications, electronics and medical products. IMA estimated the cooperation agreement with KADIN would increase trade between the two countries four-fold within five years, to reach $600M by 2010. The areas to develop cooperation will include agriculture, telecommunications, electronics and medical products. (*http://www.indolink.co.il/Articles/z_article_8_i.html*) / *http://www.indolink.co.il/articles_i.html#art4*) 4 Soemitro menulis, "David, Raviv, dan Yosi Melman dalam buku mereka Every Spy Prince menulis bahwa Indonesia pernah mengadakan hubungan dengan Mossad. Katanya, Mossad mengirimkan utusan, satu tim dari posnya di Singapura ke Jakarta lalu mengadakan pembicaraan yang berbuah: Pihak Israel menyeleng-garakan latihan buat tentara Indonesia dan intelijennya. Mossad, katanya, telah menganggap pilihan yang bagus, dan intelijen Israel membuka perwakilan-nya di Jakarta dengan `berwajah dagang'. Indonesia mengirimkan tenaganya ke Israel untuk mendapatkan pelatihan di sana. Saya sendiri tidak pernah punya hubungan langsung dengan pihak Israel, tidak pernah. Paling-paling, saya ingat, saya pernah datang ke Jl Tosari (kalau tidak salah) memenuhi undangan mata rantai Israel yang ada di Jakarta. Yang saya benar-kan waktu itu mengdakan hubungan dengan Israel, dan itu sehubungan dengan penumpasan PKI, adalah intelijen kita. Dalam hal ini Pak Sutopo Yuwono, Pak Kharis Suhud, dan Nicklany. Tiga orang ini yang saya izinkan. Kami mengada kan hubungan dengan Mossad dan dengan MI-6 (Inggris). Kedua-duanya amat peka mengenai masalah komunis. Amerika (CIA) kalah dalam hal ini. Apalagi setelah terjadinya Water-gate. Hancur intelijen Amerika waktu itu. Kerja sama Indonesia waktu itu dengan intelijen itu (Mossad dan MI-6) adalah meliputi komunisme, dan itu berjalan baik. Ahmed Fikreatif "Gajah Mati Meninggalkan Gading, Harimau Mati Meninggalkan Belang, Manusia Mati Meninggalkan Nama, Blogger Mati Meninggalkan Postingan" ============================================ From: *abe* (SPION - Sejarah) *Lahirnya Partai Politik - Maklumat 3-11- '45* MAKLUMAT PEMERINTAH PARTAI POLITIK. Andjuran Pemerintah tentang Pembentukan Partai-partai Politik Berhubung dengan usul Badan Pekerdja Komite Nasional Indonesia Pusat kepada Pemerintah, supaja diberikan kesempatan kepada Rakjat seluas-luasnja untuk mendirikan partai-partai politik, dengan retriksi, bahwa partai-partai politik itu hendaknja memperkuat perdjuangan kita mempertahankan kemerdekaan dan menjamin keamanan Masjarakat. Pemerintah menegaskan pendiriannja jang telah diambil beberapa waktu yang lalu, bahwa: 1.Pemerintah menjukai timbulnja partai-partai politik, karena dengan adanja partai-partai itulah dapat dipimpin ke djalan jang teratur segala aliran paham jang ada dalam masjarakat. 2.Pemerintah berharap supaja partai-partai politik itu telah tersusun, sebelumnja dilangsungkan pemilihan anggauta Badan-badan Perwakilan Rakjat pada bulan Djanuari 1946. Djakarta, 3 November 1945 Wakil Presiden, MOHAMMAD HATTA. -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
