-

السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها
 semoga bermanfaat
wass....zainal
SEPULUH SEBAB HADIRNYA CINTA

Cinta adalah kedudukan yang banyak diperebutkan oleh manusia, bahkan 
dengan antusiasnya, mereka berlomba-lomba ingin mengetahui hakikatnya. 

Dengan semangat ruh cinta lah, para ahli ibadah bersungguh-sungguh 
melaksanakan ibadah. Maka cinta adalah makanan hati, nutrisi jiwa, dan 
penyejuk mata. 

Cinta adalah kehidupan, yang jika seseorang diharamkan darinya, niscaya 
dia termasuk di antara sekian banyak orang yang mati. 

Cinta adalah cahaya, yang apabila seseorang kehilangannya, niscaya dia 
akan berada di laut kegelapan. 

Cinta adalah penawar, yang apabila seseorang tidak memilikinya, maka 
niscaya semua macam penyakit akan singgah di dalam hatinya. 

Cinta adalah kelezatan yang apabila seseorang tidak memperolehnya, niscaya 
hidupnya seluruhnya adalah kesedihan dan kepedihan. 

Cinta adalah ruhnya iman, amal perbuatan, segala kedudukan dan keadaan 
yang apabila musnah darinya, niscaya ia bagaikan tubuh tanpa nyawa di 
dalamnya. 

Cinta adalah kendaraan suatu kaum yang mereka selalu berjalan di atas 
punggungnya menuju sang kekasih. Dan dia adalah jalan mereka yang sangat 
kokoh yang mengantarkan mereka menuju rumah-rumah mereka dengan cepat. 

Demi Allah, sungguh telah pergi sang pemilik cinta membawa kemulian dunia 
dan akhirat, di mana ketika bersama kekasih mereka merupakan puncak 
kesempurnaan. Dan sungguh Allah Subhanahu Wata'ala telah memutuskan dengan 
kehendak dan hikmahNya yang sempurna bahwa seseorang bersama orang yang 
dicintainya. Maka cinta merupakan kenikmatan yang sempurna bagi para 
pecinta. 

Adapun di antara sebab-sebab yang dapat menghadirkan cinta seorang hamba 
kepada Rabbnya dan menghadirkan cinta Rabb kepadanya yaitu: 

1. Membaca al-Qur`an dengan mentadabburinya dan memahami makna-maknanya 
dan maksudnya (tafsirnya). 

2. Mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wata'ala dengan mengerjakan 
amalan-amalan sunnah setelah amalan-amalan yang wajib. Rasulullah 
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda tentang sesuatu yang beliau 
riwayatkan dari Rabbnya , “Tidaklah seorang hamba mendekatkan diri 
kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang Aku wajibkan 
atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan dirinya kepadaKu dengan 
ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. al-Bukhari). 
 “Bergegaslah kalian untuk beramal, (karena akan datang) fitnah-fitnah 
ibarat potongan-potongan malam. (Disebabkan fitnah tersebut) di pagi hari 
seseorang dalam keadaan beriman dan sore harinya dalam keadaan kafir, di 
sore hari dalam keadaan beriman dan keesokan harinya dalam keadaan kafir. 
Dia menjual agamanya dengan sesuatu dari (gemerlapnya) dunia ini.” (HR. 
Muslim no. 118, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

3. Terus menerus berdzkir kepada Allah Subhanahu Wata'ala dalam setiap 
kondisi, baik dengan lisan, hati, ataupun dengan perbuatan. Maka besarnya 
kecintaan seseorang (kepada sesuatu) sebesar dan sebanyak dzikirnya 
kepadanya. Dan barangsiapa yang mencintai sesuatu, niscaya akan banyak 
mengingatnya. Sebagaimana yang terdapat dalam hadits qudsi, Allah 
Subhanahu Wata'ala berfirman, “Aku sebagaimana perasangka hambaku 
kepadaKu, dan Aku bersamanya apabila dia mengingatKu.” (HR. al-Bukhari dan 
Muslim)
 Dan Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Ingatlah, hanya dengan 
mengingat Allah lah hati menjadi tenteram.” (QS. ar-Ra’d: 28).
 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anak kalian 
(dapat) memalingkan kalian dari dzikrullah. Barangsiapa berbuat demikian 
maka merekalah orang-orang yang merugi.” (Al-Munafiqun: 9)


4.Mengutamakan kecintaaan kepada Allah Subhanahu Wata'ala atas kecintaan 
kepada dirimu sendiri ketika diliputi hawa nafsu, dan mengikuti serta 
mentaati RasulNya shallallahu 'alaihi wasallam. Allah Subhanahu Wata'ala 
berfirman, artinya, “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, 
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah 
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31). 

Telah disebutkan tanda cinta, buah dan manfaatnya, maka tanda cinta 
(seseorang) kepada Allah Subhanahu Wata'ala adalah mengikuti RasulNya 
shallallahu 'alaihi wasallam , sedangkan manfaat dan buahnya adalah 
kecintaan Allah Subhanahu Wata'ala kepada siapa saja yang mengikutinya 
(RasulNya). Maka jika tidak ada al-Mutaba’ah (mengikuti RasulNya), ini 
menunjukkan bahwa cintanya adalah dusta (tidak benar). 

5. Menelaah/mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu Wata'ala 
, mengakui dan mengenalnya serta menelusuri dan menyelaminya di dalam 
taman-taman pengetahuan (tentangnya). Maka barangsiapa yang mengenal Allah 
Subhanahu Wata'ala dengan nama-nama dan sifat-sifatNya, serta 
perbuatan-perbuatanNya pasti dia akan mencintaiNya. 

6. Mengakui dan mensyukuri kebaikan Allah Subhanahu Wata'ala dan 
nikmat-nikmatNya yang tampak (Zhahir) maupun yang tidak tampak (bathin), 
karena sesungguhnya hal itu dapat memotivasi seseorang untuk mencintai 
Allah Subhanahu Wata'ala , dan sungguh hati ini tercipta (fitrahnya) 
mencintai orang yang berbuat baik kepadanya. 
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Sesungguhnya Kami telah 
menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi 
itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (al a’raf 10)
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Seluruh urusannya bernilai 
baik. Jika mendapat kebaikan dia bersyukur, dan itu baik untuknya. Dan 
jika tertimpa keburukan dia bersabar, dan itu baik untuknya." (HR. Muslim)


7. Menundukkan hati sepenuhnya di hadapan Allah Subhanahu Wata'ala. 
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Dan taatilah Allah dan 
Rasul, supaya kamu diberi rahmat.”(ali imran 132)

8. Berkhalwat (menyendiri untuk beribadah) dengan Allah Subhanahu Wata'ala 
pada waktu Dia turun di akhir malam untuk bermunajat kepadaNya dan membaca 
kitabNya (al-Qur`an) kemudian mengakhiri ibadah kepadaNya dengan memohon 
ampunan dan bertaubat kepadaNya. Karena waktu itu adalah waktu pembagian 
rampasan perang (keuntungan) dan hadiah-hadiah (dari Allah ), ada yang 
dapat sedikit, ada yang dapat banyak, dan ada pula yang diharamkan (tidak 
memperoleh sedikitpun). 

9. Berteman/bergaul dengan orang-orang yang mencintai (Allah dan RasulNya 
) dan orang-orang yang jujur/ benar (keimanannya), dan mengambil yang 
terbaik dari buah pembicaraan mereka, dan hendaklah kamu tidak berbicara 
kecuali benar-benar pembicaraanmu terdapat maslahat dan kamu mengetahui 
bahwa di dalam ucapanmu terdapat tambahan kebaikan untukmu dan bermanfaat 
buat orang lain. 
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, "Dan tolong-menolonglah kamu 
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam 
berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al Maidah: 2)


10. Menjauhi segala sebab yang dapat menjadi penghalang hati ini dengan 
Allah Subhanahu Wata'ala.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman, artinya, “Sesungguhnya (ayat-ayat) ini 
adalah suatu peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi 
dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya.Dan kamu tidak mampu 
(menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah (al insan 29-30)
 


Di antara sebab-sebab yang sepuluh ini, maka insyaAllah sampailah para 
pecinta kepada lokasi-lokasi cinta dan bertemu dengan sang kekasih. 
(Abu Nabiel). 

Sumber: Diterjemahkan dari kitab, “An-Nuqath al-’Asyru adz-Dzahabiyah”, 
karya: Syaikh Abdur Rahman bin Ali ad-Dusary. 



 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke