السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها
 semoga bermanfaat
wass....zainal
AKU MALU KEPADA ALLAH

Malu, sebuah sifat mulia yang tidak menghadirkan kecuali kebaikan, lebih 
dari itu ia merupakan salah satu cabang iman, oleh karena itu ia layak dan 
patut dijaga dan pelihara, lebih-lebih di zaman ini yang mana sifat ini 
mulai tergerus oleh keadaan dan kehidupan, rasa malu telah menipis bahkan 
terkadang hilang sama sekali, kalau pun masih ada, itu hanya kepada 
manusia, maksud saya penglihatan dan pengetahuan manusia, “Malu ah, 
dilihat atau diketahui orang.” Berarti di belakang orang sudah tidak lagi 
malu, karena malunya kepada orang bukan kepada Allah. “Mereka bersembunyi 
dari manusia tetapi tidak bersembunyi dari Allah.” (An-Nisa: 108). 

Akibat, lahir sikap baik secara lahir namun bukan batin, bila ada orang 
maka ia baik, bila sebaliknya maka sebaliknya, pengawasannya adalah 
pengawasan manusia, bukan muraqabah dari Allah, di mata manusia dia 
shalih, tetapi di balik itu dia thalih, karena prinsip malunya hanya 
kepada manusia. Pertanyaannya, apakah manusia selalu bisa mengawasinya? 

Hal tersebut berbeda bila malu seseorang karena Allah, keadaan hidupnya 
sama antara yang lahir dengan yang batin, tiada kepalsuan dan 
kepura-puraan, dilihat atau tidak dilihat manusia tidak berbeda, karena 
kalaupun manusia tidak melihat, maka Allah tetap melihat, kalaupun bisa 
bersembunyi dari manusia, tetapi tidak dari Allah. 

Umar bin Ubaidullah bin Ma'mar melewati seorang laki-laki hitam sedang 
makan di sebuah kebun. Di depannya terdapat seekor anjing, jika dia makan 
satu suapan, dia melemparkan satu suapan kepada anjing itu. 
Umar bertanya, "Apakah itu anjingmu?" 
Dia menjawab, "Bukan." 
Umar bertanya, "Mengapa kamu memberinya makan seperti apa yang kamu 
makan?" 
Dia menjawab, "Aku malu dari pemilik dua mata yang melihatku sementara aku 
menguasai makanan itu dan dia tidak makan." 
Umar bertanya, "Apakah kamu orang merdeka atau hamba sahaya?" 
Dia menjawab, "Hamba sahaya milik keluarga di Bani Ashim." 

Lalu Umar mendatangi mereka dan membelinya sekaligus kebunnya… Kemudian 
dia menemuinya dan berkata, "Apakah kamu mengetahui bahwa Allah telah 
memerdekakanmu?" 

Dia menjawab, "Segala puji bagi Allah semata dan rasa syukur bagi orang 
yang memerdekakanku sesudahnya." Umar berkata, "Kebun ini untukmu." 
Dia berkata, "Saksikanlah bahwa kebun ini adalah wakaf kepada fakir miskin 
Madinah." Umar berkata, "Celaka kamu, kamu melakukan itu padahal kamu 
sendiri memerlukan?" 
Dia menjawab, "Aku malu kepada Allah, Dia telah memberiku karunia lalu aku 
kikir kepada-Nya." 

Ishaq bin Ibrahim Al-Mushili berkata, "Aku mendatangi Muhammad bin Kunasah 
untuk menulis hadits darinya. Tetapi para penulis hadits sedang 
mengerumuninya, dia sebal dan jengkel kepada mereka. Ketika mereka pulang 
aku mendekatinya. Maka dia tersenyum kepadaku menyambutku dengan wajah 
berseri-seri." 

Aku bertanya, "Sungguh aku heran terhadap perubahan yang secepat itu." Dia 
menjawab, "Mereka membuatku jengkel karena kekurangajaran mereka. Manakala 
kamu datang aku menyambutmu dengan ramah. Mendekatlah aku katakan kepadamu 
dua bait yang aku baru saja dapatkan dalam hal ini, keduanya adalah, 

Pada diriku terdapat kecanggungan dan rasa malu, tetapi 
apabila aku melihat orang-orang yang berbudi lagi mulia 
Aku bebaskan diriku sesuai dengan tabiatnya 
dan aku berkata apa yang aku suka tanpa rasa malu." 

Aku berkata, "Seandainya kedua bait itu aku yang mengatakannya dengan 
kemampuanku." Ibnu Kunasah menjawab, "Tidak ada yang tahu. Ambil saja 
keduanya untukmu, anggaplah kamu yang mengatakannya. Demi Allah aku tidak 
mengucapkan kedua bait itu kecuali saat ini." 

Dari Makarimul Akhlaq, Ali Shalih al-Hazza`. 

Ishaq berkata, "Aku malu pada Allah kemudian pada diriku sendiri mengakui 
sesuatu yang tidak aku ucapkan." 
Firman Allah SWT :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ
كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لا تَفْعَلُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu 
perbuat?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang 
tiada kamu kerjakan". 
(As shaff 2-3)

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke