“Pergunakanlah lima perkara sebelum datang lima perkara yang lain;

kehidupanmu sebelum datang kematianmu, kesehatanmu sebelum datang penyaitmu,

kekosonganmu sebelum datang kesibukanmu, masa mudamu sebelum datang masa tuamu

dan kekayaanmu seblum datang kemiskinanmu.(Rh. Hakim)


Sahabat, ‘Nanti’ adalah sebuah kata yang berarti ‘penundaan’. Kalimat ini kerap 
kita ungkapkan dalam setiap aktivitas yang belum terselesaikan. Boleh jadi, 
kalimat ini tak terlalu salah kita ungkapkan setelah sebelumnya berusaha keras 
untuk menyelesaikan pekerjaan. Tetapijika berkaitan dengan sebuah kewajiban 
yang harus segera kita lakukan, maka kalimat ‘‘nanti’ ini akan berdampak kepada 
sikapmenganggap remehpekerjaan. Ketahuilah; diantara kewajiban kita terhadap 
hari-hari yang terlewati adalah mengisinya dengan ilmu dan amal sholeh, karena 
hidup kita bukanlah besok atau juga kemaren, tetapi hidup kita adalah hari ini. 
Karena ‘kemaren’ adalah waktu yang tak akan kembali dan ‘besok’ adalah waktu 
yang tak pernah kita ketahui.


Penting untuk kita renungkan, sebuah tulisan seorang pengembara; ia adalah 
Muhammad bin Samrah. Kepada sahabatnya ia menulis surat;


“Hai saudaraku…!, jauhilah dirimu dari menunda pekerjaan.

Jagalah ! jangan sampai hal itu bersarang di dalam hatimu.

Menunda pekerjaanberarti bersahabat dengan kerusakan,

karena itulah adalah tempatnya kemalasan.

Menunda pekerjan berarti memutuskan cita-cita

dan penyia-nyiaan terhadap umur.


Jika kamu berbuat demikian, itu akan menjadi kebiasaanmu.

Jauhilah ragamu dari kebosanan yang telah berpaling darimu,

Karena itu tidak mendatangkan manfaat bagi jiwamu.


Hai Saudaraku…!, kamu akan selalu gembira, bila pekerjaanmu

telah kamu lakukan atau kamu akan menyesal bila kamu melalaikannya.


Saudaramu Sahabat,siapakah yang dapat menjamin seseorang dapat hidup hingga 
esok hari. Secanggih apapun ilmu yang kita dapati, tak akan mampu menahan 
kematian yang menghampiri. Sebanyak apapun harta yang kita miliki, tak akan 
mampu membeli sebuah nyawa yangsudah diakhiri dan sehebat apapun kekuasaan yang 
telah kita raih, tak akan bisa mempengaruhi ketentuan ilahi. Karenanya, 
merupakan satu keberuntungan, bila kita segera mengerjakan kebaikan dan 
menunaikan kewajiban. Dan merupakan suatu kelemahan atau kerugian, jika kita 
menundanyasehingga kesempatan berakhir.


Oleh karenanya sahabat, lepaslah belenggu ‘nanti’ dalam diri, sebab 
keberadaannya hanya akan mendatangkan penyesalan panjang dalam hati.Satu waktu; 
Umar bin Abdul Aziz dalam kelelahan karena begitu banyaknya pekerjaan, ia 
mengungkapkan; “Pekerjaanku satu hari saja telah membuatku menjadi letih, 
bagaimana kalau pekerjaan dua hari dikumpulkan menjadi satu…?.


Sahabat, kita merasakan penyesalan yang teramat dalam bila kita secara teledor 
menunda-nunda pekerjan yang seharusnya terselesaikan. Karena dengan 
membiasakannya, kita akan menghadapi beban berat karena bertambahnya pekerjaan. 
Terlebih ketika yang kita tunda adalah kewajiban melaksanakan taat danmenunda 
untuk bertaubat dari perilaku maksiat. Semakin kita biarkan hatiberselimut 
maksiat, maka akan semakin sulit membersihkannya karena sudah terlanjur 
berkarat. Karenanya, segeralah bertaubat sebelum terlambat. Jangan biarkan hati 
tertambat pada prilaku maksiat, karena hidup tak akan terasa nikmat bila tak 
ada taat, di dunia tak mendapat rahmat dan tak mendapattempat yang layak 
diakhirat . Ahmad bin Athaillah menasehati: “ Penundaanmu akan semua amal 
(kebaikan) karena menanti adanya waktu senggang termasuk dari 
kebodohan-kebodohan jiwa”.


“YA Allah, jadikanlah sebaik-baik dari umurku adalah akhirnya, sebaik-baik dari 
pekerjaanku adalah penutupannya dan sebaik-sebaiknya hari-hariku adalah hari 
aku menghadap Engkau.”. 

by:Abdul Aziz Ar-Ra'uuf

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke