KAMIS, 04 NOVEMBER | 07:59 WIB
Letusan Merapi Pagi Ini Paling Besar
AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Letusan awan panas Gunung Merapi yang
terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah,
Kamis (4/11/2010), masih terjadi, bahkan paling besar dibandingkan
erupsi pada 26 Oktober 2006. Masyarakat diminta tetap waspada.
"Akibat erupsi diperkirakan akan terjadi hujan abu di wilayah
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, karena angin masih mengarah ke
barat," kata Kepala Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi
(PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Surono,
di Yogyakarta, Kamis.
Surono mengatakan asap putih di puncak Gunung Merapi hingga kini terus
membumbung tinggi sehingga ketinggian asap dari puncak gunung teraktif
di Indonesia itu diperkirakan mencapai empat kilometer. Oleh karena
itu, kata dia, penduduk yang tinggal di wilayah Kabupaten Magelang,
Jawa Tengah, diminta mewaspadai hujan abu. "Hujan abu cenderung
mengarah ke Kabupaten Magelang," katanya.
Sejak Rabu (3/11/2010) mulai pukul 11.04 WIB, erupsi terus terjadi di
Gunung Merapi dan berdasarkan hasil rekaman seismograf di Balai
Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) awan
panas secara beruntun terus terjadi hingga tengah malam.
Selain awan panas, pada Rabu malam, juga terlihat lontaran batu pijar
sehingga seluruh petugas pos pengamatan Gunung Merapi ditarik
mengingat bahaya yang terjadi. Batas terjauh luncuran awan pada Rabu
adalah sekitar sembilan kilometer (km) ke arah Kali Gendol.
15 kilometer
Kondisi itu menyebabkan PVMBG memperluas radius aman penduduk dari
ancaman bahaya awan panas erupsi Gunung Merapi dari 10 kilometer
menjadi 15 kilometer. "Pada Rabu pukul 16.05 WIB, kami memutuskan
untuk memperluas radius aman menjadi 15 kilometer termasuk di dalamnya
daerah pengungsian karena jarak luncuran awan panas dilaporkan cukup
jauh," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
(PVMBG) Surono di Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi
Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Rabu.
Gunung Merapi pada Rabu Sore kembali meletus dan sekitar pukul 14.44
WIB terjadi luncuran awan panas besar dengan durasi sekitar satu
setengah jam dan jarak luncur sembilan kilometer dari puncak Gunung
Merapi.
Menurut dia, perluasan radius aman tersebut cukup signifikan mengingat
jauhnya jarak luncur yang bisa dicapai awan panas. Pada erupsi
eksplosif 26 Oktober 2010, jarak luncur terjauh yang bisa dicapai oleh
awan panas mencapai 7,5 km dengan durasi sekitar 33 menit.
ANT
Sent from my iPhone 3Gs
On Nov 4, 2010, at 8:16 AM, Edy Haryanto <[email protected]> wrote:
Berita dari KOMPAS.com
Letusan Merapi Pagi Ini Paling Besar
Letusan Gunung Merapi pagi ini merupakan letusan terbesar
dibandingkan letusan 26 Oktober 2006. Masyarakat diminta waspada.
Dapat di baca pada link berikut ini:
http://www.kompas.com/read/xml/2010/11/04/0759212/Letusan.Merapi.Pagi.Ini.Paling.Besar
.
Dapatkan KOMPAS.com diiTunes App Store secara gratis
Sent from my iPhone 3Gs
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.