Ismoko Widjaya, Denny Armandhanu | Kamis, 4 November 2010, 22:51 WIB 

VIVAnews - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dijadwalkan mengunjungi 
Indonesia pekan depan, 9-10 November 2010. Komisi I di DPR yang mengurusi 
hubungan internasional menyampaikan harapan dan tuntutan pada kunjungan perdana 
Obama ini. 

Komisi I mempunyai tiga poin yang diharapkan dapat dibicarakan pada kunjungan 
Obama kali ini. Hal ini disampaikan Ketua Komisi I Hayono Isman pada Kamis, 4 
November 2010, yang ditemui di kantor perdagangan Taiwan, Jakarta, Kamis 4 
November 2010. 

Pertama, kata Hayono, AS tidak seharusnya terlalu mudah memberikan embargo 
peralatan militer kepada Indonesia. Hal ini terkait embargo penuh AS terhadap 
TNI menyusul dugaan pelanggaran HAM di masa lalu, diantaranya di Timor Timur. 

Embargo ini telah ditarik dan AS telah melakukan pelatihan gabungan dengan 
TNI.  Namun, menurut Hayono, pemberian embargo di masa lalu tetap tidak bisa 
dilupakan. "Sebagai negara bersahabat, hal tersebut sama sekali tidak 
menunjukkan hubungan bersahabat." 

Kedua, dalam kunjungan Obama nanti, AS dapat menuntaskan masalah antara 
Palestina dan Israel. Hayono mengatakan, percepatan perdamaian kedua negara itu 
sangat penting karena krisis di Palestina adalah biangnya masalah dunia. Dia 
menilai, terorisme dan penyelesaian dengan jalan kekerasan bermula dari krisis 
tersebut.

"Jadi kalau Amerika concern masalah terorisme, dia harus menyelesaikan masalah 
di Timur Tengah. Indonesia sangat siap membantu Amerika untuk mengatasi masalah 
terorisme," ujar politisi Demokrat ini. 

Ketiga, ujarnya, adalah pengakuan AS atas Papua Barat sebagai bagian dari 
negara Indonesia. Menurut Hayono, di parlemen AS terdapat satu atau dua anggota 
senat yang tidak setuju atas klaim itu. Namun itu masih hal yang wajar.

"Itu tergantung lobi kita, yang tentunya dipelopori oleh diplomat kita di AS, 
supaya suara-suara minor terhadap Indonesia tentang masalah Papua bisa 
ditangani," ujarnya.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Amerika di Indonesia meminta pemerintah untuk 
menyelidiki dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh anggota militer RI kepada 
para mereka yang diduga pemberontak di Papua. Penyiksaan ini terekam oleh 
kamera dan tersebar di Internet.

"Jika memang pelanggaran ini dilakukan oleh prajurit kita, tentunya harus 
dibawa ke hukum. Namun, saat ini panglima TNI masih menyelidiki apakah mereka 
memang prajurit kita, atau pihak lain yang mengenakan seragam TNI." ujarnya
Sent from my Onyx Bee® with Indosat IM3

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke