Pengungsi di Gereja Ganjuran Bantul Dipindah ke Rumah Dinas Bupati
 *Fajar Pratama* - detikNews
*


Bantul* - Pengungsi Merapi yang mengungsi di Gereja Ganjuran, Bantul,
diminta pindah ke Rumah Dinas Bupati. Hal tersebut dilakukan agar pengungsi
mendapat kenyamanan yang lebih di tempat yang bersifat umum.

Gereja Ganjuran, yang terletak di desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro,
ini merupakan satu dari sejumlah tempat pengungsian yang ada di Kabupaten
Bantul.

Dari pucak Merapi, lokasi Gereja ini cukup aman karena terletak lebih 40 km
jauhnya dari puncak gunung teraktif di Indonesia tersebut.

Ketika Merapi meletus dahsyat pada Jumat (5/11/2010) silam, Gereja ini pun
kedatangan puluhan pengungsi dari Cangkringan. Para pengungsi tersebut
terdiri dari berbagai pemeluk agama.

Hal ini tampaknya menjadi pandangan yang tidak pas oleh sekelompok orang.
Pada Senin (8/11/2010) kemarin, menurut saksi mata yang tidak mau disebutkan
namanya, kurang lebih 15 orang yang beberapa di antaranya memakai baju
terusan panjang dan surban mendatangi Gereja Ganjuran.

Sekelompok orang tersebut meminta kepada para pengungsi yang beragama muslim
untuk berpindah tempat. Namun kelompok tersebut tidak sampai masuk ke
halaman gereja karena pintu pada saat itu dalam keadaan tertutup dan
dihalangi oleh petugas gereja.

Mendapat laporan ini, Kapolsek Bambanglipuro langsung mendatangi lokasi.
Beserta jajarannya, Muryanto berhasil menenangkan situasi.

Pada Selasa (9/11/2010) sore, Gubernur DIY Sri Sultan HB X beserta sang
istri GKR Hemas mendatangi Gereja Ganjuran. *Ngarso Ndalem* lantas memimpin
mediasi antara perwakilan pengungsi dengan perwakilan kelompok yang diduga
merupakan salah satu ormas tersebut.

Dalam mediasi tersebut Sultan meminta kepada pengungsi untuk memahami
sensitifnya keadaan, meski tidak secara gamblang menjelaskan duduk
permasalahan yang ada kepada para pengungsi. Untuk mediasi lebih lanjut,
Raja Kraton Yogyakarta tersebut menyerahkannya kepada Kapolres Bantul AKPB
Joas Feriko Panjaitan dalam pertemuan tertutup.

"*Sak niki niku ingkang penting mboten pindah nopo mboten, nanging aman nopo
mboten* (sekarang itu yang penting bukan pindah atau tidak namun aman atau
tidak)," ujar Sultan kepada perwakilan pengungsi.

Setelah dilakukan mediasi antara kedua pihak, maka diputuskan pada malam ini
para pengungsi yang berjumlah 98 orang tersebut dipindahkan ke Bangsal Rumah
Dinas Bupati Bantul.

"Yang jelas di rumah dinas kan tempat umum," tukas Panjaitan kepada detikcom
usai menjadi mediator dalam pertemuan tersebut.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke