Amerika Bangun Megaproyek Matahari Buatan
Proyek itu menelan dana sekitar 2,2 miliar poundsterling atau sekitar Rp31
triliun.
 Selasa, 16 November 2010, 11:50 WIB
Ismoko Widjaya
 Matahari buatan di California, AS (Daily Mail)
 BERITA TERKAIT

   - 40% Perusahaan Pakai Jaringan Media
Sosial<http://teknologi.vivanews.com/news/read/185726-40--perusahaan-pakai-jaringan-media-sosial>
   - Polisi Paparkan Detail Kasus di
Twitter<http://teknologi.vivanews.com/news/read/183374-polisi-paparkan-detail-kasus-di-twitter>
   - Ponsel Selamatkan 6 Ribu Nyawa per
Tahun<http://teknologi.vivanews.com/news/read/178964-ponsel-selamatkan-6-ribu-nyawa-per-tahun>
   - Video Game Masuk Kurikulum
Perkuliahan<http://teknologi.vivanews.com/news/read/173263-video-game-masuk-kurikulum-perkuliahan>
   - Delta Air Lines Jualan Tiket di
Facebook<http://teknologi.vivanews.com/news/read/171156-delta-air-lines-jualan-tiket-di-facebook>

  *VIVAnews *- Lokasi gedung ini seperti bangunan kebanyakan. Tetapi sesaat
melongok ke dalam, ada sebuah jawaban besar, terutama untuk energi
terbarukan di masa depan.

Seperti dilansir *Daily Mail, 15 November 2010, *gedung yang dimaksud itu
milik National Ignition Facility (NIF) di Livermore, California, Amerika
Serikat. Para peneliti sedang membangun pembangkit energi atau reaktor
gabungan pertama di dunia.

Proyek itu menelan dana sekitar 2,2 miliar poundsterling atau sekitar Rp31
triliun. Hasil dari megaproyek ini diperkirakan akan bisa digunakan pada
2012. Alat apa sebenarnya yang sedang dibuat? Ada yang menyebutnya bintang
buatan di bumi, atau mungkin lebih tepatnya matahari mini buatan untuk bumi.


Mengapa matahari? Karena alat ini bisa melakukan reaksi fusi dan menghasilan
energi seperti yang berada di perut matahari. Pancarannya cahayanya
bersumber dari sinar laser yang dipasang. Ini merupakan megaproyek
konstruksi sinar laser terbesar di dunia. Proyek ini di bawah naungan
Departemen Energi Amerika Serikat.

Energi mirip matahari ini akan disokong oleh rangkaian sinar laser terbesar
di dunia. Ledakan energinya diperkirakan bisa menyamai ledakan bom hidrogen
atau setara energi di dalam perut matahari. Dasar pembuatan alat luar biasa
ini untuk memenuhi kebutuhan energi di Amerika.

Untuk membuat alat supercanggih ini, ilmuwan yang terlibat membutuhkan
ruangan sebesar tiga kali lapangan bola. Fasilitas itu dilengkapi dengan 192
pemancar laser. Masing-masing laser memiliki kehandalan menempuh jarak 300
meter dalam waktu seperseribu detik. Suhu yang diciptakan bisa mencapai 100
juta derajat celcius. Laser-laser ini memiliki keakuratan sasaran target
yang jitu. Bahkan, sasaran sebesar karet penghapus di ujung pensil pun bisa
dibidik dengan tepat.

Secara keseluruhan, 192 laser dari alat seberat 450 kilogram dan diperkuat
fondasi beton itu melebihi kekuatan sebelumnya yang sudah diklaim. Kekuatan
ini sekitar 60 sampai 70 kali lebih dahsyat dari pancaran 60 laser dari
University of Rochester, New York. Bila proyek ini sukses, maka
ketergantungan Amerika pada minyak luar negeri dapat tergantikan. Fasilitas
ini juga untuk membuka tabir rahasia reaksi fusi nuklir, reaksi yang
menciptakan bom hidrogen mematikan.

Dalam waktu dekat, para pencipta alat ini akan mengadakan eksperimen dengan
menyalakan matahari mini itu untuk memicu reaksi termonuklir, reaksi nuklir
yang dipicu dari tingkatan suhu.

Tujuan akhirnya, percobaan ini dapat membangkitkan energi lebih dari 100
juta derajat celcius dan memiliki tekanan miliaran kali lipat lebih tinggi
dari yang ada di muka bumi. Bahan bakarnya, hanya sebesar jarum pentul
biasa. Jika ini sukses, maka ini menjadi stasiun pembangkit energi fusi
nuklir dengan sumber energi yang tidak terbatas.

Teknologi ini diprediksi bisa menjadi jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan
energi di seluruh dunia. Pembangkit ini tidak menghasilkan emisi gas rumah
kaca, beroperasi tanpa berhenti, produksi radioaktifnya pun tidak berbahaya.
Umurnya, bisa lebih panjang dari pembangkit listrik yang pernah ada. "Bila
ini selesai, ini menjadi awal mula sejarah dan membuat Amerika lebih bebas
menentukan sumber energi," kata Direktur NIF Ed Moss.
• VIVAnews


-- 
ketika hidup penuh dgn makna
Regards,


Eka Prasetia (Phecor)

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke