Satgas Untuk Mengurai Macet. Sanggupkah?
Ini salah satu dari 17 langkah yang direkomendasikan tim bentukan Wapres
Boediono.
Senin, 29 November 2010, 23:01 WIB
Eko Priliawito, Zaky Al-Yamani
Petugas Dishub menggembok ban mobil yang sembarang parkir (VIVAnews/Tri
Saputro)
BERITA TERKAIT
*VIVAnews* - Pemerintah DKI Jakarta bersama Kepolisian Daerah Metro Jaya
telah meneken kesepakatan bersama untuk mengatasi kemacetan di Jakarta.
Caranya, berangsur-angsur hingga awal tahun depan, sebanyak 3.000 personel
satuan tugas antimacet akan diterjunkan ke jalan-jalan Ibukota.
Pembentukan satgas ini merupakan rekomendasi Pemerintah Pusat untuk mengurai
kian parahnya kondisi lalulintas di Jakarta. Ini salah satu dari 17 langkah
awal yang direkomendasikan tim yang dibentuk Wakil Presiden Boediono dan
diketuai Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian
pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto.
Dalam pelaksanaannya nanti, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan DKI
Jakarta dan Kepolisian Daerah Metro Jaya, akan menjaga dan menindak para
pelanggar aturan lalulintas di jalur macet. Mereka terdiri dari personel
Polda Metro, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Garnisun, Satpol PP, Petugas
Transjakarta, dan petugas perparkiran.
Sebagai permulaan, Satgas telah mulai bekerja sejak 2 Agustus lalu dengan
mensterilkan *busway,* yang melibatkan 468 personel.
Berdasarkan data Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, ada
sekitar 26 titik kemacetan di Jakarta. Lokasi-lokasi itulah yang akan
menjadi fokus kerja Satgas. Daerah itu antara lain: Jalan Raya Buncit,
Lenteng Agung, Kuningan, Prof. Dr. Satrio (Casablanca), Tanah Abang, Gatot
Subroto, SUdirman, Thamrin, Slipi, Grogol, dan Daan Mogot.
Selain sterilisasi *busway*, Satgas juga akan menertibkan parkir liar,
termasuk menderek mobil yang membandel, menertibkan angkutan umum serta
kendaraan barang yang tidak layak jalan.
Dalam waktu dekat, Satgas akan menertibkan beberapa lokasi yang diyakini
selalu menjadi biang keladi kemacetan saat turun hujan, misalnya jalan di
bawah *flyover* dan *underpass* yang kerap dimanfaatkan sebagai tempat
berteduh oleh pengendara sepeda motor.
Terhadap mereka yang membandel, berbagai tindakan tegas akan diambil--mulai
dari pengusiran paksa hingga tilang. Kawasan yang jadi titik perhatian di
antaranya adalah jalan layang Pasar Minggu, Pasar Rebo, Casablanca, Slipi,
Gajah Mada, Tanah Abang, dan Kebayoran Lama.
Soal parkir liar, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal
Sutarman menegaskan akan menindak pengemudi yang memarkir kendaraannya
secara sembarangan. Masalahnya, parkir liar telah mengurangi kapasitas jalan
di Ibukota secara signifikan--diperkirakan mencapai 30 persen.
Berbagai langkah di atas diyakini bakal ampuh mengurangi rasa frustrasi
warga Ibukota saat ini melihat situasi jalan raya yang makin hari makin *
astagfirullah* itu.
*Sanggupkah?*
Mari kita tunggu. Yang jelas, tugas Satgas bakal bertambah berat.
Masalahnya, sejumlah proyek pembangunan yang telah diprediksi bakal
memperparah kemacetan.
Itu antara lain adalah proyek pembangunan jalan layang non-tol Antasari-Blok
M dan Kampung Melayu-Tanah Abang. Pembangunan jalan layang ini merupakan
salah satu upaya untuk mengalihkan arus lalu lintas saat pembangunan Mass
Rapid Transportasion (MRT) dimulai akhir tahun depan.
Sebagai dampak dari pembangunan jalan layang itu, kawasan Casablanca sudah
diperkirakan bakal macet parah selama dua tahun, selama pembangunan
berjalan. Proyek ini ditargetkan akan selesai selama 630 hari atau 1 tahun
7,5 bulan dengan masa perawatan selama 180 hari.
Dalam waktu dekat, pengelola Mal Ambasador akan dipanggil pemerintah untuk
ikut membantu mengatasi kemacetan kronis di depan pusat perbelanjaan ini.
Deputi Gubernur DKI Bidang Perindustrian dan Transportasi, Soetanto Soehodo,
kemacetan di Ibukota mustahil diatasi dengan cara tunggal. Karenanya
berbagai upaya dilakukan secara paralel sebelum sistem transportasi massal
siap digunakan.
Duh, Jakarta ... (kd)
Warm Regards,
Rochmad Sigit.
{Rasa kecilnya diri ini saat berhadapan dengan masalah,
bukan disebabkan oleh besarnya masalah,
tetapi oleh kecilnya tujuan hidup.}
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.