*Ongkos*
Siti: “Kak... Kak... Bisa antar ke Jalan Suci.?"
Tukang Becak: “Bisa lah, Dek."
Siti: “Berapa ongkosnya, Kak.?"
Tukang Becak: “10.000, Dek."
Siti: “Alaahhhhh mahal sekaliiii... Jalan Suci kelihatan aja kok 10.000... 5
.000 ajaaaaaaaaa."
Tukang Becak: “Bulan juga kelihatan, Dek... Tapi berapa naik becak ke
bulan.?"
*Jeruk
*Pembeli: “Berapa jeruknya satu kilo, Kak.?”
Penjual: “8.000."
Pembeli: “6.000 yaa... Aku beli 2 kilo."
Penjual: “Iya lahhh... Buat pelares."
Penjual menimbang jeruk, membungkus dan si pembeli membayar.
Sesampainya di rumah ternyata jeruknya cut kecut tak iyee...
Tak terima lah si pembeli... Dia datangi lagi itu penjual dengan niatan mau
protes.!!!
Pembeli: “Kak , sampean nipu saya yaaa.??!"
Penjual: “Ada apa, Buuuuu. Kok saya dituduh pu nipu.?"
Pembeli: “Jeruknya cut kecut.!!!"
Penjual: “Adooooo Buuuu sampeannnn iniiiiiiiiii... Cuma beli jeruk kecut dua
kilo saja kok protessssssss...
Sampeannnn lihatttt iniiiiii... Saya punyaaa berapa
keranjanggg... Saya ngga protes.!!!"
*Orang Madura takut sama tentara*
Ada anekdot bahwa orang Madura banyak yang takut pada Tentara.
Suatu saat, di sebuah bis kota yang penumpangnya berjubel seseorang bertanya
kepada salah satu penumpang yang badannya kekar dan berambut pendek:
"Maaf pak, apakah sampeyan Polisi.?”(logat Madura)
"Bukan.!"
“Apakah sampeyan Angkatan Darat.?"
“Bukan.!"
“Angkatan Laut atau Angkatan Udara ya.??"
“Bukaaan…!"
“Kalau begitu jancuk sampeyan !"
“Lho kenapa.?"
“Ini sampeyan nginjak kaki saya”.
*Akibat ramuan Madura*
Gara -gara lihat iklan TV Ramuan Madura, ibu Gino lantas merengek–rengek
minta dibelikan ramuan agar supaya suami lebih suka ”rapat” di rumah.
Karena kesal mendengarkan rengekan isterinya terus menerus, pada suatu hari
sehabis gajian ia langsung beli ramuan Madura , bukan sebungkus melainkan
seribu bungkus.
Agar supaya seluruh keluarga bisa minum ramuan tiap hari, maka jamu tadi
dimasukkan kedalam sumur di belakang rumah.
Lebih praktis , tidak perlu repot – repot membuat jamu dalam gelas, demikian
pikir keluarga pak Gino.
Keesokan harinya , seluruh keluarga heboh karena tali timba sumurnya
”dijepit” bibir sumur.
*Benjol*
Sepulang ibadah haji, kepala Brudin benjol.
Ustadz: “Kenapa kepalamu, Din.??”
Brudin: “Benjol pas abis lempar jumrah.”
Ustadz: ”Oh pantes, lha wong setan yg kamu lempar marah, masa sesama setan
saling lempar... Hahaha...”
Brudin: �...@! # !# % !# $#!”
*Cabut gigi*
Dokter: ”2 buah gigi Bapak yg uda kropos saya cabut .”
Brudin: ”Gapapa, Dok. Brapa ongkosnya.?”
Dokter: “Buat Bapak gratis aja gpp kok.”
Brudin: ”Wah, terima kasih, Dok. Dokter sangat baik.”
Sesampainya dirumah, Brudin berkaca dan memeriksa gigi yg telah dicabut,
betapa kagetnya dia:
“Wah, Dokter semprul.!! Pantes aja ga bole bayar... Yg dicabut dua gigi
emas.. Ckckck…"
--
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.