Cuman analisa…. J
 ------------------------------








Analisa dari seseorang……….




*‘PERSELINGKUHAN’ SBY, ICAL dan GAYUS*

[image: Image removed by sender. PostDateIcon]Wednesday, December 2010 14:50
| [image: Image removed by sender. PostAuthorIcon]Written by Shodiq Ramadhan
| [image: Image removed by sender.
PDF]<http://www.suara-islam.com/news/tabloid/nasional/1522-perselingkuhan-sby-ical-dan-gayus?format=pdf>
 [image: Image removed by sender.
Print]<http://www.suara-islam.com/news/tabloid/nasional/1522-perselingkuhan-sby-ical-dan-gayus?tmpl=component&print=1&layout=default&page=>
 [image: Image removed by sender.
E-mail]<http://www.suara-islam.com/news/component/mailto/?tmpl=component&link=aHR0cDovL3d3dy5zdWFyYS1pc2xhbS5jb20vbmV3cy90YWJsb2lkL25hc2lvbmFsLzE1MjItcGVyc2VsaW5na3VoYW4tc2J5LWljYWwtZGFuLWdheXVz>

   - [image: Image removed by sender. Lintas
Berita]<http://www.lintasberita.com/kirimmedia/url:http:/www.suara-islam.com/news/tabloid/nasional/1522-perselingkuhan-sby-ical-dan-gayus>

[image: Image removed by sender. alt]*Indikasi tukar guling kasus antara
kedua kepentingan menunjukkan betapa bobroknya penegakan hukum di Indonesia…
Semakin jelas bahwa Gayus dan Century Gate hanya merupakan alat untuk
masing-masing pihak melakukan tukar guling kepentingan sesaat.*

Dunia politik penuh dengan intrik, cubit sana cubit sini itu sudah lumrah…
Mungkin bait lagu Iwan Fals inilah yang bisa menggambarkan betapa
perseteruan dua elit politik negeri ini, Abu Rizal Bakrie (Ical) dan Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY) yang amat meresahkan kita rakyat yang
menyaksikannya.

Perseteruan itu dimulai ketika SBY berpidato di tengah agenda penyerahan
piala Citra Bakti Abdi Negara kepada Gubernur, Walikota dan Bupati, di
Istana Negara, Jakarta Kamis, (11/2/2010). Pidato SBY dalam acara tersebut
mengungkapkan bahwa ada perusahaan yang harus membayar pajak tapi karena ada
kongkalikong bisa tidak membayar, atau membayar rendah.

Terungkapnya tunggakan royalti dua perusahaan milik Ical, PT Kaltim Prima
Coal (PT KPC) dari 2001 hingga 2007 menurut data dari Departemen ESDM
nilainya cukup besar yakni mencapai US$ 127,1 juta. Sementara perusahaan
Ical lainnya PT Arutmin Indonesia memiliki tunggakan sebesar US$ 75,4 juta
dolar.

Mendengar pidato SBY yang dikutip berbagai media itu Ical meradang,
Pernyataan SBY seputar kejahatan pajak diartikan Ical sebagai tekanan
terhadap dirinya. Kemudian dengan sigap Ical segera menyandra orang dekat
SBY di kabinet Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang kebetulan terlibat
dalam Skandal Century (Century Gate) yang merugikan negara sebesar 6,7
triliun rupiah. Namun tensi terhadap Sri Mulyani maupun kasus pajak
perusahaan-perusahan Ical belakangan menurun.

Telah menjadi rahasia umum bahwa SBY memberikan lampu hijau terhadap kemauan
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical, agar Sri Mulyani tidak
lagi menjabat posisi Menkeu. Namun di sisi lain, SBY meminta imbal balik,
agar Fraksi Golkar di DPR tidak terlalu ngotot untuk melanjutkan proses
politik Skandal Century. Beberapa sumber juga menyebutkan, SBY meminta Ical
untuk melunasi seluruh hutang pajak dan royalti di atas 11 triliun rupiah.

Terakhir yang paling hangat adalah isu keterlibatan Partai Demokrat dalam
Initial Public Offering (IPO) Krakatau Steel dan di sisi yang lain Partai
Golkar sedang menghadapi isu pertemuan antara Gayus Tambunan dengan Ical.
Namun belakangan tensi dari keberadaan kasus tersebut di tengah-tengah
publik juga mulai diredam lewat pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar
Aburizal Bakrie dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Hotel
Mulia Jakarta, Kamis (25/11/2010). Ical dihadapan para wartawan
mengungkapkan pertemuan ini untuk meredam isu di kedua partai tersebut.

Semua kasus yang melilit hubungan antara SBY-Ical kini Partai
Demokrat-Partai Golkar menjadi fenomena politik yang harus dikritisi,
indikasi tukar guling kasus antara kedua kepentingan menunjukkan betapa
bobroknya penegakan hukum di Indonesia. Jangan sampai pertemuan tersebut
menjadi transaksi problem hukum. Jika terjadi transaksi, maka keduanya dapat
merusak tatanan hukum. Padahal penegakan hukum di Indonesia sedang mengalami
masa-masa sulit. Dua kasus terakhir yang mendera kedua partai tersebut
merupakan kejahatan dengan potensi kerugian negara besar.

Hubungan SBY, Ical dan Gayus

Hubungan SBY, Gayus dan Ical bukan tidak ada. Selama ini, Gayus mengakui
dirinya mengemplang pajak dari sejumlah perusahaan milik Ical. Pengakuan
tersangka mafia pajak Gayus Halomoan Tambunan ini terungkap ketika menjadi
saksi dalam persidangan dengan terdakwa AKP Sri Sumartini di Pengadilan
Negeri Jakarta Selatan Selasa, (3/8/2010) Gayus mengaku menerima uang 5
miliar rupiah dalam penanganan kasus pajak perusahaan miliknya PT KPC.
Sejumput kisah itulah yang disinyalir menggiring isu Gayus sengaja ke Bali
untuk menemui Bakrie.

Kini Gayus kembali jadi sorotan. Keberadaannya di Bali menjadi pembicaraan
berhari-hari. Ical pun jadi sasaran dan kena getahnya. Gayus tentu bukan
orang biasa. Walau hanya menjadi terdakwa kasus pajak, dia tetap dapat
perlakuan istimewa sejak dibawa dari Singapura menuju Indonesia, Gayus tidak
diborgol. Dia dibawa dengan santai. Bahkan di dalam pesawat, beberapa kali
Gayus tersenyum, walau puluhan wartawan menjepretnya,. Dia seolah tanpa
beban, meski menjadi buronan dan tertangkap polisi. Berbeda dengan tersangka
teroris yang tertangkap polisi. Gayus diperlakukan istimewa sekali.

Sejak awal, terbongkarnya kasus Gayus dianggap karena berkat kepiawaian
Satgas Anti mafia Hukum. Satgas bentukan SBY ini menjadi begitu ngetop
seketika setelah kasus Gayus terbongkar. Namun masih tetap saja ada
kurangnya, tertangkapnya Gayus di Singapura menjadi  rebutan dan saling
sikut Antara Satgas dan Mabes Polri, demi bisa membawa Gayus pulang ke
Indonesia. Tapi deal kemudian terjadi. Satgas kebagian mengumumkan
keberhasilan mereka menemukan Gayus berada di Singapura. Sementara Mabes
Polri punya jatah membawa Gayus ke Indonesia. Dua belah pihak berhasil jadi
berita utama. Inilah awal hubungan perselingkuhan Satgas Mafia Hukum
bentukan SBY, Mabes Polri, SBY dan Ical. Semakin jelas bahwa Gayus dan
Century Gate hanya merupakan alat untuk masing-masing pihak melakukan tukar
guling kepentingan sesaat.

Berkaca Dengan Islam

Mari kita berkaca pada masa kejayaan Islam ketika ada seorang perempuan dari
Makhzumiyah melakukan pencurian. Kasus ini menjadi perhatian besar kaum
Quraisy. Mereka lalu berdiskusi untuk meminta keringanan dari Nabi Muhammad
SAW agar wanita itu bebas dari jerat hukum. Akhirnya, mereka sepakat untuk
mengutus Usamah bin Zaid, orang yang sangat dicintai oleh Rasulullah Saw.
Usamah pun menyampaikan misinya.

Mendengar hal itu, Rasulullah berkata kepada Usamah, “Wahai Usamah, apakah
engkau hendak meminta keringanan atas penerapan salah satu hukum Allah?”
Beliau lantas berpidato di hadapan masyarakat, “Sesungguhnya orang-orang
sebelum kalian binasa karena jika ada yang mencuri dari kalangan bangsawan
atau pejabat mereka membiarkannya. Sebaliknya, ketika ada yang mencuri dari
kalangan masyarakat lemah mereka menerapkan hukum dengan tegas. Demi Allah,
andai saja Fathimah binti Muhammad mencuri, pasti akan aku potong
tangannya.” (Imam al-Bukhari, Abu Dawud dan an-Nasai).

Merujuk pada hadist tersebut, setidaknya banyak pelajaran yang dapat kita
petik. Pertama: kita perlu waspada, di Indonesia, hukum hanya berlaku bagi
kaum papa. Pejabat yang merampok uang rakyat dalam kasus Century tetap bebas
berkuasa, begitu pula dengan para pengusaha pengemplang pajak, mereka
berkolaborasi melakukan tukar guling kasus sesuai kepentingan politik dan
partainya. Sebaliknya, Nenek Minah yang mengambil tiga kakao seharga 1500
rupiah dijatuhi hukuman.

Kedua, Rasulullah SAW sangat keras menolak permintaan keringanan hukuman
bagi pelaku kejahatan sekalipun dia keluarga pembesar Quraisy. Kalau hal
demikian saja ditentang oleh Nabi Saw., apalagi makelar kasus alias markus.

Bahkan samapai Rasulullah SAW bersabda, “Penegak hukum itu ada tiga jenis;
dua masuk neraka dan satu masuk surga. Penegak hukum yang menegakkan hukum
yang tidak benar, padahal ia tahu, ia di neraka. Penegak hukum yang
menegakkan hukum yang tidak benar, sementara ia tidak tahu sehingga
terampaslah hak masyarakat, ia pun di neraka. Penegak hukum yang menegakkan
hukum yang benar ada di surga.” (HR al-Baihaqi dan An-Nasa’i). *(Jaka
Setiawan)*

http://www.suara-islam.com/news/tabloid/nasional/1522-perselingkuhan-sby-ical-dan-gayus
-- 
“Apakah kalian mengira akan dibiarkan (begitu saja), sedangkan Allah belum
mengetahui (dalam kenyataan) orang yang berjihad diantara kalian dan tidak
mengambil teman setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Dan
Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kalian kerjakan.”  (TQS. At Taubah
[9] : 16)

__._,_.___

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke