السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها
 semoga bermanfaat
wass....Zainal Arifin
LENYAPNYA AMANAT [1]

Oleh; Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil

MUKADIMAH
Artikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang 
dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya 
yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari 
kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang 
biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, 
merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.

Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman 
kepada Allah Ta'ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan 
oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, disamping itu juga 
merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti 
karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.

LENYAPNYA AMANAT

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata : Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda; "'Apabila amanat telah 
disia-siakan, maka tunggulah kedatangan hari kiamat.' Abu Hurairah 
bertanya, Bagaimana menyia-nyiakannya itu, wahai Rasulullah ?. Beliau 
menjawab. Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka 
tunggulah datangnya hari kiamat". [Shahih Bukhari, kitab Ar-Riqaq, Bab 
Raf'il Amanah 11: 333].

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan bagaimana amanat itu 
dihilangkan dari hati manusia, hingga tinggal bekas-bekasnya saja.

Hudzaifah Radhiyallahu anhu meriwayatkan, katanya : "Rasulullah 
Shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan kepadaku dua buah hadits, yang 
satu telah saya ketahui dan yang satu masih saya tunggu. Beliau bersabda 
kepada kami bahwa amanat itu diturunkan di lubuk hati manusia, lalu mereka 
mengetahuinya dari Al-Qur'an, kemudian mereka ketahui dari As-Sunnah. Dan 
beliau juga menyampaikan kepada kami tentang akan hilangnya amanat itu, 
sabdanya :" Seseorang tidur, lantas amanat dicabut dari hatinya hingga 
tinggal bekasnya seperti bekas titik-titik yang berwarna. Lalu ia tidur 
lagi, kemudian amanat itu dicabut lagi hingga tinggal bekasnya seperti 
bekas yang terdapat pada telapak tangan karena digunakan bekerja, seperti 
bara api yang engkau gelincirkan di kakimu, lantas melepuh tetapi tidak 
berisi apa-apa. Kemudian mereka melakukan jual beli atau 
transaksi-transaksi, tetapi hampir tidak ada lagi orang yang menunaikan 
amanat. Maka orang-orangpun berkata. 'Sesungguhnya di kalangan Bani Fulan 
terdapat orang kepercayaan (yang dapat dipercaya)'. Dan ada pula yang 
mengatakan kepada seseorang. 'Alangkah pandainya, alangkah cerdasnya, 
alangkah tabahnya', padahal dalam hatinya tidak ada iman sama sekali 
meskipun hanya seberat biji sawi. Sungguh akan datang padaku suatu zaman 
dan aku tidak memperdulikan lagi siapa di antara kamu yang aku ba'iat. 
Jika ia seorang muslim, hendaklah dikembalikan kepada Islam yang 
sebenarnya ; dan jika ia seorang Nasrani maka ia akan dikembalikan 
kepadaku oleh orang-orang yang mengusahakannya. Adapun pada hari ini maka 
aku tidak memba'iat kecuali kepada si Fulan dan si Fulan". [Shahih 
Bukhari, Kitab Ar-Riqaq, Bab Raf'il Amanah 11:333, dan Kitab Al-Fitan, Bab 
Idza Baqiya Fi Khutsalatin Min An-Nasi 13:38]

Dalam hadits ini dijelaskan bahwa amanat akan dihapuskan dari hati 
sehingga manusia menjadi penghianat setelah sebelumnya manjadi orang yang 
dapat dipercaya. Hal ini terjadi pada orang yang telah hilang perasaan 
takutnya kepada Allah, lemah imannya, dan biasa bergaul dengan orang-orang 
yang suka berbuat khianat sehingga ia sendiri menjadi penghianat, seorang 
teman itu akan mengikuti yang ditemani.

Diantara gambaran hilangnya amanat itu ialah diserahkannya urusan orang 
banyak seperti urusan kepemimpinan, ke khalifahan, jabatan, peradilan, dan 
sebagainya kepada orang-orang yang bukan ahlinya yang tidak mampu 
melaksanakan dan memeliharanya dengan baik. Sebab menyerahkan urusan 
tersebut kepada yang bukan ahlinya berarti menyia-nyiakan hak orang 
banyak, mengabaikan kemaslahatan mereka, menimbulkan sakit hati, dan dapat 
menyulut fitnah di antara mereka. [Qabasat Min hadyi Ar-Rasul Al-A'zham 
Saw Fi Al-Aqa'id, halaman 66 karya Ali Asy-Syarbaji. cetakan pertama 
1398H, terbitan Darul Qalam, Damsyiq]

Apabila orang yang memegang urusan orang banyak ini menyia-nyiakan amanat, 
maka orang lain akan mengikuti saja segala kebijaksanaannya. Dengan 
demikian mereka akan sama saja dengannya dalam mengabaikan amanat, maka 
kemaslahatan (kebaikan) pemimpin atau penguasa merupakan kebaikan bagi 
rakyat, dan keburukannya merupakan keburukan bagi rakyat. Selanjutnya, 
menyerahkan urusan kepada orang yang bukan ahlinya merupakan bukti nyata 
yang menunjukkan tidak adanya kepedulian manusia terhadap Din (agama) 
mereka, sehingga mereka menyerahkan urusan mereka kepada orang yang tidak 
memperhatikan Din-nya. Hal ini terjadi apabila kejahilan telah merajalela 
dan ilmu (tentang Ad-Din) sudah hilang. Karena itulah Imam Bukhari 
menyebutkan hadits Abu Hurairah terdahulu itu dalam kitab Al-Ilm sebagai 
isyarat terhadap hal ini.

Ibnu Hajar berkata. "Kesesuaian matan (masalah akan lenyapnya amanat) ini 
dengan ilmu hingga ditempatkan dalam kitab Al-Ilm ialah bahwa menyandarkan 
urusan kepada yang bukan ahlinya itu hanya terjadi ketika kebodohan telah 
merajalela dan ilmu ( tentang Ad-Din) telah hilang. Dan ini termasuk salah 
satu pertanda telah dekatnya hari kiamat". [Qabasat Min Hadyi Ar-Rasul 
Al-A'zham Saw Fi Al-'Aqaid, hal. 66 oleh Ali Asy-Syarbaji, cet. pertama, 
1398H, terbitan Darul Qalam, Damsyiq].

Dan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberitahukan bahwa kelak 
akan datang tahun-tahun yang penuh tipu daya dan keadaan mejadi terbalik. 
Yaitu orang yang benar didustakan dan orang yang suka berdusta dibenarkan, 
orang yang dipercaya berkhianat, dan pengkhianat diberi amanat, 
sebagaimana akan dibicarakan haditsnya dalam pembahasan mengenai "Di 
antara tanda-tanda hari kiamat ialah dimuliakannya orang-orang yang rendah 
dan hina (dari segi Ad-Din dan ahlaknya)".


[Disalin dari buku Asyratus Sa'ah, Pasal Tanda-Tanda Kiamat Kecil oleh 
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil, MA. edisi Indonesia Tanda-Tanda 
Hari Kiamat terbitan Pustaka Mantiq, hal. 99-101.Penerjemah Drs As'ad 
Yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi.]
_________
Foote Note
[1] Amanat merupakan kebalikan dari khianat. Kata amanat ini disebutkan 
dalam Al-Qur'an.
"Artinya : Sesungguhnya Kami telah mengembankan amanat kepada langit, 
bumi, dan gunung-gunung, namun semuanya tidak bersedia, karena takut 
menghianatinya, lalu amanat itu diterima oleh manusia. Sesungguhnya 
manusia itu amat zhalim lagi sangat bodoh". [Al-Ahzab : 72]

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke