Berikut adalah artikel menarik, tentang Christian Gonzales atau Mustafa
Habibi, striker Timnas PSSI, seorang mualaf. Semoga bermanfaat :



Setiap kali pertandingan akan digelar keesokan harinya, Eva sang istri
selalu mengadakan pengajian yang dihadiri oleh ibu-ibu sekitar rumahnya dan
diakhiri dengan pembacaan doa.



Sementara pengajian berlangsung, Gonzales selalu memperhatikan pengajian dan
duduk disamping Eva atau terkadang ia duduk di belakang ibu-ibu pengajian.



Maka tidak heran jika Eva lupa tidak mempersiapkan pengajian orang yang
pertama kali menegurnya adalah suaminya sendiri.





Namun Gonzales bukanlah manusia yang sempurna, sama seperti pemain lainnya
dalam pertandingan sepak bola, konflik kadang tidak bisa dihindari.



Tercatat pada tahun 2004, Gonzales pernah memiliki masalah dengan Abu
Shaleh, Pengurus Pengda PSSI Banten, saat PSM Makassar menjamu Persikota
Tanggerang.



Tahun 2006, Gonzales bermasalah dengan Emanuel de Porras, striker PSIS.



Setahun kemudian Gonzales berurusan dengan wasit, Rahmat Hidayat, saat
melawan Pelita Jaya Jawa Barat, dan pada tahun 2008 Gonzales berurusan
dengan Erwinsyah Hasibuan, bek dari PSMS.





Tentunya permasalahan ini berujung pada sanski yang dikeluarkan tim disiplin
PSSI, mulai dari denda sampai larangan bermain.



Sanksi ini bagi Gonzales merupakan ujian berat, dan pada saat yang sama
guru-guru spiritual Gonzales selalu membingbing dan menyemangati Gonzales
untuk tetap bangkit dan bersabar menerima cobaan.



Terbukti, nasehat ini berhasil membawa Gonzales terus bangkit dan kembali
berlaga untuk menciptakan gol di lapangan hijau.





Popularitas dan harta yang melimpah ruah tidak begitu mempengaruhi Gonzales,
ia bukanlah tipe orang yang suka menghambur hamburkan uang.



Bahkan ia akan sangat marah jika ada orang yang mengajaknya ke klub atau
tempat hiburan malam dan tak segan Gonzales akan memutuskan hubungan dengan
orang tersebut.





Harta yang ia raih dari perjuangannya di persepakbolaan lebih suka ia
berikan kepada anak yatim, fakir miskin dan ibu-ibu pengajian sebagai zakat
dan shadaqah.



Hal ini dilakukan karena Gonzales mengetahui kewajiban zakat yang ia baca
dari buku-buku keislaman milik istrinya.





Sempat Gonzales beserta istrinya berkeinginan untuk menunaikan haji tahun
2008, namun Allah berkehendak lain uang yang di dapatkan dari peralihan top
skor sebanyak 50 juta digunakan guna membiayai operasi istrinya untuk
melahirkan anak keempat, Vanesa Siregar Gonzales .



Menyangkut kebiasaanya dalam pertandingan sepak bola, pemain yang rajin
bersih-bersih rumah ini setiap kali berangkat bertanding selalu membawa
tasbih di dalam tasnya dan beberapa buku doa sebagai perbekalan.



Selain itu tidak seperti pemain muslim lainnya yang sujud syukur ketika
menciptakan gol, bagi Gonzales bentuk rasa syukur ketika berhasil mencetak
gol adalah dengan mengangkat telunjuknya ke mulut seraya menengadah ke
langit, hal ini merupakan isyarat rasa syukur terhadap Allah yang Maha Esa.
Tetapi kadang juga dengan sujud syukur.





Bahkan pada saat membela tim Persib Bandung, pria berkalung ayat kursi ini
menggunakan nomor punggung 99. Nomor ini dipilih bukan tanpa alasan, 99
merupakan isyarat asma Allah yang dikenal dengan asmaul husna.



Terkait harapannya ke depan, Gonzales sangat perhatian dengan keluarga “*Saya
berharap anak-anak menjadi anak yang shaleh dan sehat wal afiyat, semoga
Allah melindungi, supaya ketika masalah datang ya cepat hilang*” demikian
keinginan Gonzales.





Sahabat Hikmah… Kadang seorang Mualaf lebih bersemangat dalam beragama.
Karena dia mau belajar dan karena mau mengamalkannya sedikit demi sedikit.



Sedangkan orang muslim yang tidak mau belajar, pasti dia tidak yakin dan
tidak memahami agamanya sehingga untuk mengamalkannya pun menjadi beban.



Semoga kita tidak kalah dalam beribadah dengan Christian Gonzales.



Dan semoga Christian Gonzales atau Mustafa Habibi diberikan keistiqomahan,
dan Indonesia bisa juara dalam piala AFF 2010 ini.  Amin…



***

*Christian Gonzales Jadi Mustafa Habibi, Mualaf Striker Timnas PSSI*

*
http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/20/christian-gonzales-jadi-mustafa-habibi-mualaf-striker-timnas-pssi/
*

*****







Terimakasih Gonzales atas kerelaanmu melepas kewarganegaraan asalmu sehingga
hanya menyandang satu paspor saja, paspor negara Indonesia.



Lantaran itulah yang membuat timnas (tim nasional) negara ini menjadi
mempunyai penyerang tengah yang gigih dan produktif serta dapat diandalkan.



Gigih, lantaran tak hanya diam termangu yang malas bergerak tanpa bola dalam
mencari posisi ideal dan celah peluang untuk merobek jala gawang lawannya.
Gigih yang tak segan mengerahkan seluruh tenaga dan daya serta upaya agar
dapat melewati pemain lawan untuk mendekatkan bola ke arah gawang lawan.



Produktif, lantaran tak pernah lupa bahwa kemenangan timnya hanya dapat
dipastikan jika timnya itu dapat mencetak jumlah gol yang lebih banyak
dibandingkan dengan gol yang diciptakan lawannya.



Dapat diandalkan, lantaran selalu mencoba memberikan penampilan terbaikmu
bagi kemenangan tim. Dimana penampilan terbaikmu itu menjadikan
rekan-rekanmu selalu dapat mengandalkanmu untuk melakukan permainan
kerjasama antar lini dan antar pemain, dengan mengesampingkan ego pribadimu
demi kebaikan permainan tim secara keseluruhan.





Semoga dengan kehadiranmu itu akan menjadi awal dari lunturnya kerak
kebebalan pengurus PSSI yang selalu mengesampingkan pentingnya pembibitan
berjenjang dan berputarnya roda kompetisi yang berjenjang pula.



Pembibitan berjenjang yang tak hanya fokus dengan mengandalkan program
pembinaan dan pelatihan secara terpusat yang elitis saja. Namun juga
diperlukan program serupa yang tersebar ke seluruh pelosok dari Sabang
sampai Merauke, sebagai bentuk hirarki penjenjangan dan penjaringan
pembibitan yang bersifat massal.



Negeri ini memang membutuhkan liga kompetisi nasional yang semarak dan
bermutu tinggi. Namun negeri ini juga sangat membutuhkan kompetisi-kompetisi
per region wilayah yang bergulir secara kontinyu untuk melengkapi sistem
kompetisi yang berhirarki dan berjenjang.



Seperti layaknya pembibitan tanaman, tunas-tunas muda akan terbonsai tumbuh
kembangnya jika tak disediakan media tanam yang selalu disesuaikan dengan
umur dan ukuran serta jumlah tunasnya.





Terimakasih Gonzales, gol indahmu telah memberikan kemenangan yang sempurna
bagi Indonesia untuk meraih tiket ke Final Piala AFF 2010.



Terimakasih juga kepada rekan-rekanmu semua, Markus Horison; Irfan Bachdim;
Firman Utina; Bambang Pamungkas; Yongki Aribowo; Oktovianus Maniani; Arif
Suyono; M Nasuha; Zulkifli Syukur; Maman Abdurachman; Hamka Hamzah; M
Ridwan; Ahmad Bustomi; dan yang lain-lainnya, yang telah mempersembahkan
kemampuan terbaiknya bagi tercapainya tujuan bersama, kemenangan tim.



Dimana kemenangan demi kemenangan yang telah kalian raih itu telah
menggembirakan hati kami, melipur duka lara dan kecewanya hati kami, serta
sejenak telah membuat kami lupa terhadap carut marutnya kondisi negeri ini.





Semoga kalian masih akan memberikan kemenangan di laga-laga berikutnya, agar
semakin sempurna kegembiraan hati kami.



Semoga pula kegembiraan hati kami akan semakin sempurna, lantaran para
pemimpin negeri ini menjadi berkesungguhan hati untuk mengurai kekusutan dan
kecarut marutan keadaan negeri.



Ataukah, *kesempurnaan gembiranya hati kami itu justru oleh mereka akan
dijadikan tabir penghijab atas makin sempurnanya kekusutan dan kecarut
marutan keadaan negeri ini ?*.



Wallahualambishshawab.





***

*Terimakasih Gonzales*

*http://olahraga.kompasiana.com/bola/2010/12/20/terimakasih-gonzales/*

*****









 __._,_.___

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke