-

السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها

*Misteri Alam Kubur*

Buletin Jum’at Al-Atsariyyah



Jika kita memasuki daerah pekuburan dan melayangkan pandangan pada
kuburan-kuburan yang tersusun rapi, maka kita akan mendapati keheningan dan
sunyi yang berkepanjangan. Tak terdengar sedikitpun suara, meski banyak yang
tinggal disitu. Kuburan-kuburan yang berjejer rapat, sementara dahulu mereka
tinggal berjauhan, tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.
Ada anak kecil yang masih menyusui, ada orang kaya, ada juga orang yang tak
punya. Ada orang yang tua renta, dan ada pula anak muda. Namun, apakah
gerangan yang terjadi pada mereka? Banyak diantara kita tidak
mengetahui *Misteri
Alam Kubur*.



Oleh karena itu, kali ini kami akan mengajak anda untuk *menjelajahi alam
kubur* sebagaimana yang telah dikabarkan oleh rasulullah *-Shollallahu
‘alaihi wasallam- *berdasaarkan wahyu dari Allah - *Subhanahu Wa Ta’ala*-,
bukan dari takhayyul yang dibuat-buat oleh manusia.



*Al-Barra’ bin ‘Azib**-radhiyallahu ‘anhu-* dia berkata*, "Kami pernah
mengiringi jenazah seorang dari sahabat anshar. Tatkala kami tiba di
kuburan, ternyata penggalian lahat belum selesai. Akhirnya Rasulullah
-Shollallahu ‘alaihi wasallam-duduk (menghadap kiblat), dan kami pun duduk
di sekelilingnya. seolah-olah ada burung diatas kepala kami yang hinggap
(karena dalam keadaan diam dan tenang). Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi
wasallam- memegang kayu yang beliau pukulkan ke tanah.(Beliau memandang ke
langit lalu memandang ke tanah, lalu beliau mendongakkan kepalanya dan
menundukkannya tiga kali). Kemudian beliau bersabda, *



*اِسْتَعِيْذُوْا بِاللهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ*

* *

*"Berlindunglah kalian kepada Allah dari siksa kubur". Diucapkan dua atau
tiga kali. (Kemudian Rasulullah bersabda, *



*اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ*



*"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari azab kubur").tiga kali. *



*Kemudian bersabda, "Sesungguhnya seorang hamba yang mu’min apabila
meninggal dunia dan menghadapi akhirat maka turunlah para malaikat dari
langit. Wajahnya putih seakan-akan di wajah mereka itu matahari. Mereka
membawa kain kafan diantara kafan-kafan surga dan hanuth (parfum) diantara
parfum-parfum surga hingga mereka duduk dari tempat yamg jaraknya sejauh
mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut -Alaihis Salam- hingga
duduk di sisi kepalanya lalu dia berkata, "Wahai jiwa yang baik (dalam
sebuah riwayat: yang tenang) keluarlah menuju kepada ampunan Allah dan
keridhoan-Nya. (Rasulullah bersabda), "Maka keluarlah ruh itu mengalir
seperti tetesan air dari wadahnya, lalu malaikat itu mengambilnya. Apabila
malaikat maut telah mengambilnya, maka para malaikat itu tidak membiarkannya
berada di tangan malaikat maut sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya,
lalu mereka meletakkan di dalam kafan dan parfum tersebut.(Maka itulah makna
firman Allah -Ta’ala-, *

 *تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لا يُفَرِّطُونَ*

*"Dia diwafatkan oleh malaikat-malaikat kami; dan malaikat-malaikat kami itu
tidak melalaikan kewajibannya".* (QS. *Al An’am*:61)

*Semerbak bau wangi seperti misik paling wangi yang didapati di muka bumi.
Lalu mereka membawanya naik. Tidaklah mereka melewatkan ruh itu di hadapan
sekumpulan para malaikat melainkan para malaikat itu mengatakan, Siapakah
ruh yang wangi ini? Mereka menjawab, Fulan bin Fulan -disebut dengan
nama-nama terbaik yang dulu mereka menyebutnya ketika di dunia- hingga
mereka sampai di langit dunia. Lalu mereka minta agar pintu dibukakan untuk
ruh itu. Maka dibukakan untuk mereka. Lalu para malaikat muqarrabun dari
semua sisi langit itu mengantarkannya sampai ke langit yang berikutnya
hingga berakhir di langit yang ke tujuh. Maka Allah -Ta’ala- berfirman,
"Tulislah untuk hamba-Ku di ‘Illiyyin. *



*"Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? (yaitu) Kitab yang bertulis. Yang
disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah)". *(QS. *
Al-Muthoffifin*:19-21).



*Maka ditulislah kitabnya di Illiyyin. (Kemudian Allah berfirman lagi),
"Kembalikanlah ia ke bumi. sesungguhmya Aku (berjanji kepada mereka bahwa)
dari bumilah Aku menciptakan mereka dan dari sana Aku kembalikan mereka, dan
dari sana pula Aku mengeluarkan mereka lagi di kali yang lain". Maka (ia
dikembalikan ke bumi, dan) dikembalikan ruhnya itu ke dalam jasadnya.(Kata
beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, sesungguhnya ia mendengar suara
sandal orang-orang yang mengantarnya, apabila mereka pulang
meninggalkannya). Lalu ia didatangi oleh dua malaikat (yang keras
hardikannya) seraya menghardiknya dan mendudukkannya. Lalu kedua malaikat
itu bertanya kepadanya, "Siapa Rabbmu?" Maka ia menjawab, "Rabbku adalah
Allah". Keduanya bertanya lagi, "Apa agamamu?" Dia menjawab, "Agamaku
Islam". Lalu keduanya bertanya lagi, "Siapakah orang yang diutus oleh Allah
kepada kalian itu?" Dia menjawab, "Beliau adalah utusan Allah". Lalu
keduanya bertanya lagi kepadanya, "Apa saja amalanmu?"Dia menjawab, "Aku
membaca Kitabullah, lalu aku beriman kepadanya, dan membenarkannya". Lalu
malaikat itu bertanya lagi, "Siapa Rabbmu? dan apa agamamu? dan siapa
nabimu?" Itulah akhir fitnah (ujian) atau pertanyaan yang diajukan kepada
seorang mu’min. Maka itulah makna firman Allah -Ta’ala-, *

*يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ
الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ*

*"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh
itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat".* (QS.*Ibrahim*: 27)

*Lalu ia menjawab, "Rabbku adalah Allah; agamaku Islam, dan nabiku adalah
Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam-". Maka ada Penyeru (Allah) yang
menyeru dari langit dengan mengatakan, "Telah benar hamba-Ku. maka
bentangkanlah permadani dari jannah (surga) dan kenakanlah untuknya dari
pakaian jannah, serta bukakanlah untuknya pintu ke jannah". Lalu sampai
kepadanya hawa jannah dan bau wanginya, dan diluaskan kuburnya sejauh mata
memandang. Datanglah kepadanya (di dalam sebuah riwayat: didatangkan
kepadanya dalam bentuk) seorang laki-laki yang tampan wajahnya bagus
pakaiannya, dan wangi baunya, lalu orang itu mengatakan, "Berbahagialah
dengan apa yang membuatmu senang, (berbahagialah dengan keridhan dari Allah
-Ta’ala-dan jannah yang di dalamnya ada nikmat-nikmat yang abadi). Ini
adalah hari yang dijanjikan kepada engkau". Lalu ia mengatakan kepadanya,
"(Engkau telah diberi kabar gembira oleh Allah dengan kebaikan) Siapakah
engkau ini? wajahmu menunjukkan wajah orang yang datang dengan kebaikan".
Orang itu menjawab, "Aku adalah amalanmu yang shalih (Demi Allah tidaklah
aku mengetahuimu, kecuali engkau orang yang bersegera melakukan ketaatan
kepada Allah. Maka Allah membalasmu dengan yang terbaik**)". Kemudian
dibukakanlah untuknya pintu jannah dan pintu neraka. Lalu dikatakan
kepadanya, "Inilah tempat tinggalmu jika engkau durhaka kepada Allah.
Kemudian Allah menggantikanmu dengan yang itu (jannah)". Saat ia melihat apa
yang ada di dalam jannah, ia mengatakan, "Ya Rabbi, segerakanlah datangnya
hari kiamat agar aku pulang lagi kepada keluargaku dan hartaku". (Lalu
dikatakan kepadanya:tenanglah). *



*Lanjut beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda** , "Sesungguhnya
seorang hamba yang kafir** (di dalam sebuah riwayat, "yang fajir/durhaka")
apabila ia meninggal dunia dan menghadapi akhirat, turunlah kepadanya para
malaikat dari langit (yang keras lagi kejam) yang berwajah hitam-hitam.
Mereka membawa pakaian kasar (dari neraka). lalu mereka duduk dari tempatnya
sejauh mata memandang. kemudian datanglah malaikat maut hingga duduk di sisi
kepalanya lalu ia berkata, "Wahai jiwa yang jelek! Keluarlah menuju
kemurkaan Allah dan kemarahannya!" Maka tercerai-berai ruh itu di dalam
jasadnya, kemudian dicabut seperti dicabutnya besi berduri (banyak
cabangnya) dari bulu yang basah lalu tertarik putus bersamanya urat-urat dan
pembuluhnya. (Kemudian ia dilaknat oleh setiap malaikat yang ada di antara
langit dan bumi dan semua malaikat yang ada di langit; ditutuplah
pintu-pintu langit. Tidak ada di antara malaikat penjaga pintu itu, kecuali
mereka memohon kepada Allah agar ruh itu jangan dinaikkan melalui tempat
mereka). Lalu malaikat maut mangambilnya. Apabila malaikat maut telah
mengambilnya, maka para malaikat itu tidak membiarkannya berada di tangannya
sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya, lalu mereka meletakkannya di
dalam kafan tersebut. Maka keluarlah dari ruh itu bau busuk seperti bangkai
paling busuk yang didapati di muka bumi**. Kemudian mereka membawanya naik.
Tidaklah mereka melewatkan ruh itu di hadapan sekumpulan para malaikat,
melainkan para malaikat itu mangatakan, "Siapakah ruh yang sangat busuk
ini?" Mereka menjawab, Fulan bin Fulan – disebut dengan nama-nama terburuk
yang dulu mereka menyebutnya ketika di dunia– hingga mereka sampai di langit
dunia. Lalu mereka minta agar pintu dibukakan untuk ruh itu. Namun tidak
dibukakan untuknya. Kemudian Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-
membaca ayat, *

إِنَّ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا لا تُفَتَّحُ
لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى يَلِجَ
الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُجْرِمِينَ

*"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan
diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu
langitdan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang
jarum. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat
kejahatan.* (QS. *Al-A’raf*:40)



*Allah berfirman, "Tulislah kitabnya di Sijjin, di bumi yang paling bawah".
(Kemudian Allah berfirman lagi), "Kembalikanlah ia ke bumi. Sesungguhmya Aku
(berjanji kepada mereka bahwa) dari bumilah Aku menciptakan mereka dan dari
sana Aku kembalikan mereka, dan dari sana pula Aku mengeluarkan mereka lagi
di kali yang lain". Maka dilemparkan ruh (dari langit) dengan lemparan (yang
membuat ruh itu kembali ke dalam jasadnya). Kemudian Rasulullah membaca, *

*وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ
الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ*

*"Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia
seolah-olah jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan
angin ke tempat yang jauh".* (QS. *Al-Hajj*: 31)



*Lalu dikembalikan ruh itu ke dalam jasadnya. (Kata beliau -Shollallahu
‘alaihi wasallam-, "Sesungguhnya ia mendengar suara sandal orang-orang yang
mengantarkannya apabila mereka pulang meninggalkannya). Lalu ia didatangi
oleh dua malaikat (yang keras hardikannya), lalu keduanya menghardiknya dan
mendudukkannya. Kemudian kedua malaikat itu bertanya kepadanya, "Siapa
Rabbmu?" Maka ia menjawab, "Haah…hah, saya tidak tahu". Keduanya bertanya
lagi, "Apa agamamu?" Dia menjawab, "Haah hah, saya tidak tahu". Lalu
keduanya bertanya lagi, "apa komentarmu tentang orang yang diutus oleh Allah
kepada kalian itu?" Dia tidak tahu namanya. Lalu dikatakan kepadanya,
"Muhammad!?" Maka ia menjawab, "Haah…hah, saya tidak tahu (saya mendengar
orang mengatakan begitu". Lalu dikatakan kepadanya, "Engkau tidak tahu, dan
tidak membaca?" Maka ada penyeru yang menyeru dari langit dengan mengatakan,
"Dia dusta. Maka bentangkanlah permadani dari neraka dan bukakanlah untuknya
pintu ke neraka". Lalu sampailah kepadanya panas neraka dan hembusan
panasnya. Disempitkan kuburnya hingga bertautlah tulang rusuknya karenanya.
Datanglah kepadanya (di dalam sebuah riwayat: didatangkan kepadanya dalam
bentuk) seorang laki-laki yang buruk wajahnya buruk pakaiannya dan busuk
baunya. Lalu orang itu mengatakan, "Aku kabarkan kepadamu tentang sesuatu
yang membuatmu menderita. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu". Lalu ia
mengatakan kepadanya, "(Engkau telah diberikan kabar jelek oleh Allah)".
Siapakah engkau ini? Wajahmu menunjukkan wajah orang yang datang dengan
kejelekan". Orang itu menjawab, "Aku adalah amalanmu yang buruk. (Demi
Allah, tidaklah aku mengetahuimu, kecuali engkau adalah orang yang
berlambat-lambat dari melakukan ketaatan kepada Allah dan bergegas kepada
kemaksiatan kepada Allah**. Maka Allah membalasmu dengan yang terburuk)".
Kemudian didatangkan kepadanya seorang yang buta, tuli lagi bisu dengan
membawa sebuah palu besar di tangannya! Kalau saja palu itu dipukulkan
kepada gunung, tentu gunung itu menjadi debu. maka orang itu memukulkan palu
itu kepadanya hingga ia menjadi debu. Kemudian Allah mengembalikannya lagi
seperti semula. Lalu orang itu memukulnya sekali lagi hingga ia memekik
keras dengan teriakan yang bisa didengar oleh segala yang ada, kecuali
manusia dan jin. Kemudian dibukakan pintu neraka untuknya dan dibentangkan
permadani dari neraka). Maka ia berkata:"Ya Rabbi! janganlah Engkau
datangkan hari kiamat itu!"* [HR. Abu Dawud dalam *Sunan*-nya (4753),
Al-Hakim dalam *Al-Mustadrok* (107), Ath-Thoyalisiy dalam *Al-Musnad* (753),
dan Ibnu Abi Syaibah dalam *Al-Mushonnaf* (12059). Hadits ini di-*shohih*-kan
oleh Syaikh Al-Albaniy dalam *Takhrij Al-Misykah* (1630)]



Demikianlah perjalanan kita kali ini. Semoga bisa menjadi nasihat bagi kita
sebagai calon penghuni kubur yang akan segera menyusul orang-orang yang ada
dalam liang lahat.* Maka persiapkanlah imanmu dan amal sholihmu dengan
mempelajarilah agamamu sehingga engkau menjadi orang-orang yang selamat dari
hardikan malaikat, dan himpitan kubur yang gelap. Ingatlah dunia dan umurmu
singkat !!*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke