ZAINAL ARIFIN 



السلام عليكم ورحمته الله وبركا تها
 
semoga bermanfaat
wass....zainal
Mengucapkan selamat natal bagi seorang muslim, bolehkah?
PERAYAAN NATAL BERSAMA 
بسم الله الرحمن الرحيم 
Dewan pimpinan Majlis Ulama Indonesia, Setelah: 


Memperhatikan: 
§  Perayaan Natal Bersama pada akhir-akhir ini disalah artikan oleh 
sebagian Ummat Islam dan disangka dengan Ummat Islam merayakan Maulid Nabi 
Besar Muhammad SAW. 
§  Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut 
dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal. 
§  Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah


Menimbang: 
 
§  Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal 
Bersama 
§  Ummat Islam agar tidak mencampur adukan aqidah dan ibadahnya dengan 
aqidah dan ibadah agama lain. 
§  Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada 
Allah SWT 
§  Tanpa mengurangi usaha Ummat Islam dalam kerukunan antar Ummat Beragama 
di Indonesia 


Meneliti Kembali: 
Ajaran-ajaran Agama Islam, antara lain: 
A. Bahwa Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan Ummat 
agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah 
keduniaan, berdasarkan atas : 
§  Al-Qur’an Surat al Hujurat ayat 13 
Artinya, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang 
laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan 
bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.Sesungguhnya orang yang 
paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa 
di antara kamu.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” 
(QS. 49:13) 
§  Al-Qur’an surat lukman ayat : 15 
Artinya, “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku 
sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu 
mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan 
ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah 
kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 
31:15) 
§  Al-Qur’an surat Mumtahanah ayat 8 
Artinya, “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil 
terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) 
mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang 
berlaku adil.” (QS. 60:8)


B.Bahwa Ummat Islam tidal boleh mencampuradukan aqidah dan peribadatan 
agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain berdasarkan: 
§  Al-Qur’an surat al-Kafirun: ayat 1-6 
Artinya, “Katakanlah:"Hai orang-orang kafir!" (QS. 109:1) 
“aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.” (QS. 109:2) 
“Dan kamu bukan penyembah Ilah yang aku sembah.” (QS. 109:3) 
“Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah (QS. 109:4) 
“dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Ilah yang aku sembah.” 
(QS. 109:5) 
“Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku.” (QS. 109:6) 
§  Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat: 42 
Artinya, ”Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil 
dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.” (QS. 
2:42) 


C.Bahwa Ummat Islam harus mengakui kenabian dan kerasulan Isa Al Masih bin 
Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para nabi dan Rasul yang lain, 
berdasarkan atas : 
§  Al-Qur’an surat Maryam ayat : 30-32 
Artinya, “Berkata Isa:"Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku 
Al-Kitab (Injil) dan Dia manjadikan aku seorang nabi.” (QS. 19:30) 
“dan dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan 
Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat 
selama aku hidup.” (QS. 19:31) 
“dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang 
sombong lagi celaka.” (QS. 19:32) 
§  Al-Qur’an surat al Maidah ayat : 75 
Artinya, “Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang 
sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang 
yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan 
bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda 
kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari 
memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS. 5:75) 
§  Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat: 285 
Artinya, “Rasul telah beriman kepada al-Qur'an yang diturunkan kepadanya 
dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman 
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. 
(Mereka mengatakan):"Kami tidak membeda-bedakan antara seserangpun (dengan 
yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan:"Kami dengar dan 
kami ta'at". (Mereka berdoa):"Ampunilah kami ya Rabb kami dan kepada 
Engkaulah tempat kembali." (QS. 2:285) 


D.Bahwa barangsiapa berkeyakinan Bahwa Tuhan itu lebih dari Satu, Tuhan 
itu mempunyai anak, Isa al Masih itu anaknya, maka orang itu kafir dan 
musyrik, berdasarkan atas: 
§  Al-Qur’an surat al Maidah ayat: 72 
Artinya, “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, 
"Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam", padahal Al-Masih 
(sendiri) berkata:"Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu". 
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti 
Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah 
ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (QS. 5:72) 
§  Al-Qur’an surat al Maidah ayat: 73 
Artinya, “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:"Bahwanya 
Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yang 
kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti 
dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara 
mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS. 5:73) 
§  Al-Qur’an surat at Taubah ayat: 30 
Artinya, “Orang-orang Yahudi berkata:"Uzair itu putera Allah" dan 
orang-orang Nasrani berkata:"Al-Masih itu putera Allah". Demikian itulah 
ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang 
kafir terdahulu. Dila'nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai 
berpaling.” (QS. 9:30) 


E.Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada 
waktu di dunia menyuruh kaumnya, agar mereka mengakui Isa dan Ibunya 
(Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab “ Tidak”: Hal itu berdasarkan atas: 

Al-Qur’an surat al Maidah ayat: 116-118 
Artinya, “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman:"Hai 'Isa putera Maryam, 
adakah kamu mengatakan kepada manusia:"Jadikanlah aku dan ibuku dua orang 
Ilah selain Allah". 'Isa menjawab:"Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku 
mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah 
mengatakannya maka tentulah Engaku telah mengetahui apa yang ada pada 
diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. 
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib." (QS. 5:116) 

“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau 
perintahkan kepadaku (mengatakannya) yaitu:"Sembahlah Allah, Rabbku dan 
Rabbmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau 
wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah 
Maha Meyaksikan atas segala sesuatu.” (QS. 5:117) 
“Jika engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya adalah hamba-hamba Engkau, 
dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha 
Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 5:118) 

F.Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas: 
al-Qur’an surat al Ikhlas ayat: 1-4 
Artinya, “Katakanlah:"Dialah Allah, Yang Maha Esa." (QS. 112:1) 
“Allah adalah Ilah yang bergantung kepada-Nya segala urusan.” (QS. 112:2) 
“Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan.” (QS. 112:3) 
“dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. 112:4) 
G.Islam mengajarkan kepada ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal 
yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak 
kerusakan dari pada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas: 
§  Hadits Nabi dari Nu’man bin Basyir: 
Artinya, “ Sesungguhnya apa-apa yang halal itu jelas dan apa-apa yang 
haram itu pun telah jelas, akan tetapi di antara keduanya itu banyak yang 
syubhat (seperti halal, seperti haram), kebanyakan orang tidak mengetahui 
yang syubhat itu. Barang siapa memelihara diri dari yang syubhat itu, maka 
bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi barangsiapa jatuh pada yang 
syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada yang haram, semacam orang yang 
mengembalakan binatang makan di daerah larangan itu, katahuilah bahwa 
setiap raja mempunyai larangan dan ketahuilah bahwa larangan Allah ialah 
apa-apa yang diharamkanya-Nya (oleh karena itu hanya haram jangan 
didekati).” 
§  Kaidah Usul Fikih, yang artinya, ”Menolak kerusakan-kerusakan itu 
didahulukan dari pada menarik kemaslahatan-kemaslahatan (jika tidak 
demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan masholihnya 
tidak di hasilkan”. 
 

MEMUTUSKAN 

Memfatwakan: 
§  Perayaan Natal di indonesia meskipun tujuannya merayakan dan 
menghormati Nabi Isa As, akan tetapi Natal Itu tidak dapat dipisahkan dari 
soal-soal yang diterangkan di atas. 
§  Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumya haram. 
§  Agar Ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT 
dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal. 


Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H 
7 Maret 1981 



Komisi Fatwa 
Majlis Ulama Indonesia 

Ketua, 

ttd. 
K.H.M SYUKRI GHOZALI 

Sekretaris, 

ttd. 
DRS. H. MAS’UDI
 
 
 
 
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke