Kamis, 30/12/2010 07:08 WIB
Piala AFF
 Aksi Oknum Paspampres untuk Loloskan Kerabatnya Masuk ke GBK
 *Rachmadin Ismail,Moksa Hutasoit* - detikNews



* *


  *Jakarta* - Paspampres seharusnya fokus menjaga keamanan Presiden SBY.
Namun apa yang terjadi saat final Suzuki AFF 2010 di Stadion GBK, ada
sejumlah oknum pasukan khusus tersebut yang berusaha menyusupkan keluarganya
di bangku VIP tanpa tiket.

Pantauan *detikcom*, sedikitnya ada lima anggota Paspampres yang mencoba
membawa masuk kerabatnya lewat pintu menuju kursi VIP barat dan media.
Pertama, ada seorang anggota berkumis yang mengenakan safari hitam dan
berkartu Paspampres membawa dua orang yang diakui sebagai intel.

"Ini intel, sama pacarnya," ucap oknum tersebut saat ditanya siapa yang
dibawanya ke stadion GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (29/12/2010).

Meski terus diprotes wartawan, dua orang 'penyusup' itu berhasil masuk ke
dalam stadion. Sang oknum berkumis pun terlihat puas.

Tak lama kemudian, datang lagi seorang anggota paspampres bersafari yang
hendak membawa kerabatnya. Sontak hal ini kembali diprotes oleh wartawan
yang berada di lokasi dan beberapa suporter lain.

"Malu dong Pak, yang lain antre sampai mati-matian, Bapak main masuk-masukin
orang aja," teriak para pengantre lain.

Karena malu, oknum tersebut mengurungkan niatnya. Panitia juga lebih tegas
dan berani menolak para anggota tersebut.

"Kita juga maunya tegas, tapi itulah oknum aparat kita. Nggak ngerti, maunya
duit-duit saja," ucap salah seorang panitia.

Tiga orang anggota lainnya kemudian berusaha 'merayu' petugas loket. Namun,
kini usaha mereka sia-sia karena si penjaga loket sudah tegas menolak.

Melihat terus-terusan ditolak, salah seorang oknum paspampres kemudian
menghampiri wartawan. Dia meminta wartawan agar tidak mengganggu 'aktivitas'
mereka di loket. Namun itu tak berpengaruh banyak. Sang paspampres pun
sempat emosi karena diambil fotonya oleh fotografer.

"Jangan main foto-foto saja dong," ucap oknum tersebut sambil menutupi
lensa.

"Enak saja, situ yang harusnya malu. Masuk-masukin orang saja," timpal
wartawati tersebut.

Selain Paspampres, ada juga oknum anggota Brimob dan tim pengamanan Presiden
SBY lainnya yang mencoba memasukkan keluarganya. Namun, usaha mereka sia-sia
karena dilarang oleh petugas tiket.

Untuk diketahui, aktivitas penyusupan orang oleh oknum aparat ini bukan hal
baru. Panitia mengaku sejak babak penyisihan banyak oknum aparat yang
menyusupkan keluarganya ke stadion. Tak heran, jika dalam partai final
antara Indonesia vs Malaysia di leg kedua ada 95 ribu penonton yang hadir di
stadion. Sementara tiket yang dijual tak lebih dari 78 ribu. Dari mana sisa
tambahan orang-orang tersebut?

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha mengaku tak
tahu menahu soal peristiwa ini. Dirinya belum mendapat informasi soal aksi
tak simpatik yang dilakukan oleh Paspampres.

"Saya sendiri belum dengar soal ini, kita lihat dulu, biasanya sudah
dilaporkan cepat, tapi ini saya belum pernah mendengarnya, ini kali pertama
saya dengar," ujar Julian saat dihubungi.

* (mad/mok)

**Warm Regards,


Zigo AlCapone
*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke