Kamis, 06/01/2011 16:31 WIB 

Pakai Premium Atau Pertamax, Iritan Mana? 

M Luthfi Andika - detikOto

Description: Gambar

 

 

Jakarta - Pengguna mobil bakal diharamkan menggunakan BBM subsidi yang
memiliki bilangan oktran 88. Pembatasan bahan bakar bersubsidi ternyata
tidak semata-mata membawa sengsara. Di balik itu semua, ada keuntungan
terutama untuk mesin mobil kita. 

Seperti yang diungkapkan Kepala Teknisi Auto2000 Lenteng Agung Raya Sutrisno
ketika dikunjungi detikOto.

"Sebenarnya syarat mutlak bahan bakar itu harus tanpa tambahan bahan timbal
atau timah hitam. Ini yang membuat mesin kendaraan kita lebih awet. Tapi
untuk sekarang semua bahan bakar di Indonesia tidak menggunakan timbal,"
ujarnya.

Lelaki berkumis ini mengungkapkan bahwa penggunaan bahan bakar yang memiliki
bilangan oktan 90 ke atas itu pasti akan membuat mesin lebih baik.

"Untuk pengaruh terhadap mesin yang menggunakan bahan bakar beroktan tinggi
itu memang kami harapkan. Karena ini lebih bagus untuk pembakaran, otomatis
tenaga yang dimiliki juga akan menjadi lebih besar." Ujarnya.

Selain itu Sutrisno juga menjamin kalau menggunakan bahan bakar non subsidi,
secara cost atau pengeluaran uang itu akan sama saja atau bahkan lebih irit
jika dibandingkan menggunakan bahan bakar subsidi.

"Bahkan ini kalau dilihat secara konsumsi bahan bakar malah akan lebih irit.
memang kalau dilihat secara literan harga bahan bakar sih lebih boros. Kita
ambil contoh seperti ini, kalau seandainya saya menggunakan oktan yang
rendah, apabila saya ingin mencapai kecepatan 100 km/jam, maka secara
otomatis akan lebih banyak menghabiskan bahan bakar karena memiliki tenaga
yang kecil," paparnya.

Begitu juga sebaliknya, apabila kita menggunakan oktan di atas 90 maka
secara otomatis untuk mencapai kecepatan 100 km/jam mobil tidak perlu
menghabiskan banyak bahan bakar. "Karena tenaga yang dikeluarkan oleh mobil
saya ini sudah besar," ujarnya.

Penggunaan bahan bakar Premium memang tidak akan merusak kinerja mesin,
apabila kendaraan itu memang cukup dengan Premium. Tapi jika mobilnya sudah
meminta Pertamax cs, maka ketika diisi memakai Premium, mesin akan rewel.

"Apabila kendaraan yang seharusnya menggunakan bahan bakar yang beroktan
tinggi, tetapi masih tetap memaksakan untuk menggunakan bahan bakar beroktan
rendah. Ini akan memiliki efek di masa depannya. Kendaraan akan berbunyi
ngelitik pada bagian mesin," ujarnya.

Hal ini terjadi karena temperatur pembakarannya tidak seimbang, dan
menyebabkan komponen lain akan rusak. Seperti pada bagian busi yang memiliki
umur yang pendek, selain itu klep mesin akan terbakar. 

"Tapi ini akan berbeda bila penggunaan mesin yang seharusnya masih bisa
menggunakan mesin yang beroktan rendah tetapi memilih menggunakan oktan yang
lebih tinggi, maka ini akan memperbagus kinerja mesin dan bahkan dalam
merawatnya akan menjadi lebih mudah," ujarnya.

 

( ddn / ddn )

 

Warm Regards,

 

 

Zigo AlCapone

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke