Nursinah
"/ghz" AM Please respond to [email protected] hati-hati.... "Jangan menunggu 1 x 24 jam karena anak itu bisa2 sudah ada di Belanda." Matahari baru saja beringsut dari atas kepala ketika Andjar Ghifari mencuci sepeda motor nya di halaman rumahnya di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin lalu.Tapi bukan terik matahari itu yang membuat wajah pria yang sehari-hari bekerja sebagai pembuat donat tersebut tampak layu. Kepada Tempo, Andjar mengaku selalu mengenang Izan, putranya, terutama di saat-saat dia mencuci sepeda motor seperti saat itu."Biasanya Izan suka ngrecokin saya. Dia juga membawa ember kecil dan menyiram motor. Gayanya sudah seperti orang dewasa," tuturnya. Izan atau Firdzansyah Erzha Gifari, 1,5 tahun, hilang sejak pertengahan November tahun lalu. Saat itu Izan sebenarnya hanya sekejap ditinggal neneknya untuk mengangkat jemuran. Tapi, tak dinyana, hingga kini keberadaan bocah itu tak kunjung ditemukan. Polisi, yang telah menyebar sketsa pelaku yang diungkap Andjar, belum menemukan petunjuk tambahan. Izan hanyalah satu potret penculikan anak yang terjadi di Jakarta. Data dari Komisi Nasional Perlindungan Anak menyebut setidaknya ada 16 kasus sepanjang tahun lalu. Itu yang mereka ketahui. "Ini ibarat fenomena gunung es di tengah lautan. Jumlah kasus penculikan anak pasti jauh lebih banyak dari laporan yang kami terima," kata Ketua Komisi Arist Merdeka Sirait dua hari lalu. Kasus terakhir yang diungkap Kepolisian Resor Kepulauan Seribu, misalnya, tidak ada dalam data Komisi. Kepolisian itu mengungkapkan, mereka berhasil membekuk Toni alias Sartono, 34 tahun, penculik seorang bocah dari Pulau Harapan, pada Jumat pekan lalu. Toni belakangan terungkap telah malang-melintang menculik para bocah dalam 10 tahun terakhir. Dengan mengiming-imingi handphone, anak-anak itu dibawanya berkeliling ke sejumlah kota dengan kereta. Petualangannya tersebut termasuk melakukan sodomi dan menjual para bocah lelaki itu untuk memenuhi hasrat seks pria dewasa lainnya. Bukan cuma untuk dieksploitasi dan diperdagangkan,Arist mengatakan, kasus penculikan anak bisa pula berlatar belakang persaingan bisnis dan balas dendam. Para penculiknya pun bukan cuma menyasar anak jalanan yang banyak ditemukan di stasiun-stasiun (seperti yang dilakukan Toni), tapi juga merambah sekolah, rumah bersalin, atau rumah tinggal, seperti yang dialami Izan. "Banyak pula bayi yang dijual untuk keperluan adopsi ilegal di dalam maupun luar negeri. Para penculik umumnya mendapat Rp 5-10 juta,"Arist mengungkapkan. Arist meminta para orang tua untuk menjalankan fungsi pengawasan atas anak-anaknya. Terutama ketika si anak berada di ruang publik seperti pusat belanja. Para orang tua juga diminta mengajarkan anak untuk tidak lekas percaya kepada orang yang tidak dikenal, dan berani berteriak jika dibawa paksa orang tak dikenal. "Sedangkan kepolisian harus sigap. Jangan menunggu 1 x 24 jam karena anak itu bisa-bisa sudah ada di Belanda,"katanya. RIKY FERDIANTO | DWI RIYANTO | WURAGIL http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2011/01/12/ArticleHtmls/12_01_2011_141_007.shtml?Mode=1 __._,_.___ Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic Messages in this topic (1) Recent Activity: New Members 29 Visit Your Group "Mailing-list SEHAT didukung oleh : CBN Net Internet Access&Website. Terima kasih & penghargaan sedalam-dalamnya kepada : HBTLaw, PT.Intiland, dan PT. Permata Bank Tbk. yang telah dan konsisten mensponsori program kami, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)." Kunjungi kami di : http://milissehat.web.id/ ================================================================= "SEHAT mailing list is supported by CBN Net for Internet Access&Website. Our biggest gratitude to: HBTLaw, PT. Intiland, and PT. Permata Bank Tbk. who have consistently sponsored our programme, PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk Orang Tua)." Please visit our website at: http://milissehat.web.id/ ========================================================================= Donasi Rekening YOP Yayasan Orang Tua Peduli Bank Mandiri Cabang Kemang Raya Jakarta Account Number: 126.000.4634514 ========================================================================= Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use . __,_._,___ -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
