coba ada gerakan lagi kaya tahun 98,,, mungkin sekarang rakyat masih sabar kali ya ,,
*Warm Regards, Zigo AlCapone * 2011/1/21 lo fen koei <[email protected]> > Hebattttt .... > > Kalo di Indonesia sih kalo bakar diri ya bakar aja ... Nggak bakalan > pemerintah ngurusin .... :p > > ------------------------------ > *From: * "Zigo AlCapone" <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Fri, 21 Jan 2011 16:12:39 +0700 > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *~ aga ~ Presiden Tunisia Ditumbangkan Tukang Sayur > > Presiden Tunisia Ditumbangkan Tukang Sayur > > VIVAnews - Barangkali ini adalah harga dari sebuah kekuasaan yang angkuh. > Di Tunisia, Presiden Zine El Abidine Ben Ali, turun dari kursi kekuasaan > dengan cara memalukan. Dia kabur ke luar negeri, karena tak mampu membendung > kemarahan rakyat. > > Meski telah berkuasa 23 tahun di negeri Afrika utara itu, Ben Ali harus > lengser akibat dia tak mendengar keluhan seorang tukang sayur. > > Adalah Mohamed Bouazizi, seorang tukang sayur, yang memicu kemarahan rakyat > atas sang penguasa. Dia masih muda, usianya 26 tahun. Lelaki itu nekad > membakar diri, setelah barang dagangannya disita polisi di kota Sidi Bouzid > pada 17 Desember 2010. Berhari-hari dirawat di rumah sakit, Bouazizi > akhirnya meninggal pada 4 Januari 2011. > > Bouazizi adalah wajah rakyat Tunisia yang menderita. Negeri itu dilanda > krisis pangan. Lapangan kerja sulit, dan rakyat hidup dalam politik yang tak > peduli pada kritik. > > Tak banyak pilihan bagi pemuda seperti Bouazizi. Lelaki itu adalah tiang > keluarga, dan dia harus menghidupi ibu dan adiknya. Itu sebabnya, Bouazizi > bekerja apa saja, termasuk menjadi penjual sayur dan buah. > > Tak jelas benar latar pendidikannya. Stasiun berita CNN menyebut pemuda itu > sebagai sarjana komputer. Lulus kuliah, Bouazizi sulit mendapatkan pekerjaan > seperti sarjana lainnya di Tunisia. Itu membuat Bouazizi terpaksa mengasong, > menjual sayur dan buah. > > Tapi, adiknya Samia Bouazizi memberi versi berbeda, seperti dilaporkan oleh > laman Gulf News. “Kakakku berusia 26 tahun, dan tak lulus sekolah menengah > atas. Jadi dia berjualan buah dan sayur untuk menghidupi dirinya, dan > keluarga,” ujar Samia. > > Pada 17 Desember 2010, adalah hari sial bagi Bouazizi. Barang jualannya > dirampas polisi. Alasannya, dia berdagang tanpa izin. Lelaki malang itu lalu > mengadu ke kantor gubernur di Sidi Bouzid. Dia meminta keadilan. Tuntutannya > sederhana: dia minta dagangannya dikembalikan, dan diizinkan berdagang > kembali. > > Tapi, teriakan Bouazizi seperti hilang ditiup angin. Tak seorang pejabat di > kantor itu peduli. Bouazizi pun putus harapan. Dia lalu nekad: mengguyur > dirinya dengan minyak, lalu menyulut api. Di depan kantor gubernur yang > angkuh itu pun tubuhnya terbakar. > > Meski tubuhnya dilalap api, jiwa Bouzizi tak melayang. Sebagian badannya > hangus, dan dia menahan pedih berhari-hari di rumah sakit. Tapi akibat luka > bakar yang parah, Bouazizi akhirnya meninggal. > > Peristiwa itu lalu menyentak warga Tunisia. Bouazizi seperti menjadi juru > bicara tragis bagi nasib mereka. Di tengah krisis pangan, pengangguran > membekap Tunisia. Harga kebutuhan pokok, seperti roti, gandum dan gula, > melejit tak terbeli. Rakyat pun murka. Demonstrasi meledak, dan kemarahan > meluas ke sekujur negeri. > > Lebih dari sepekan setelah Bouazizi membakar diri, Presiden Ben Ali > membesuk pemuda malang itu. Dia datang ke rumah sakit pada 28 Desember 2010. > Tapi Ben Ali tak peduli dengan kemarahan rakyat. Dia malah memberi cap > teroris, bagi para demonstran yang onar. > > Ben Ali bahkan mengerahkan aparat keamanan meredam aksi massa. Korban pun > berjatuhan. Kebencian pada Ben Ali dan rezimnya makin menggila. Ben Ali > kaget, tapi dia yang dulu berkuasa lewat kudeta tak berdarah pada 1987, > terlambat. Kemarahan rakyat tak lagi terbendung. > > "Saya sadar dengan tuntutan rakyat Tunisia. Saya juga sedih dengan apa yang > tengah terjadi setelah 50 tahun mengabdi bagi bangsa ini, baik dalam dinas > militer, berbagai posisi di pemerintahan, dan menjadi presiden selama 23 > tahun," kata Ben Ali, seperti dikutip stasiun televisi Al Jazeera, Kamis > malam, 13 Januari 2011 waktu > > Rakyat Tunisia lalu tumpah ke jalan. Mereka menuntut Ben Ali turun. > Akhirnya, pada 14 Januari 2011, Ben Ali yang tak lagi dipercaya rakyat itu > pun diam-diam kabur ke Arab Saudi bersama keluarganya. > > Tunisia kini dibiarkannya terombang-ambing. Tak ada pemerintahan > transisi. > > > > Aksi Bouazizi bahkan menjadi ilham bagi negara tetangga. Selama 15-18 > Januari 2011, sudah 10 orang membakar diri sebagai bentuk protes kepada > pemerintah. Mereka berasal dari Mesir, Aljazair dan Mauritania. Dua orang > dilaporkan tewas, sisanya dalam keadaan kritis.(np) > > > > > > *Warm Regards,* > > * * > > * * > > *Zigo AlCapone* > > > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected]<aga-madjid%[email protected]> > please visit to www.facebook.com/aga.madjid, > add my Yahoo Messenger at [email protected] or > add my twitter @aga_madjid > thanks for joinning this group. > > -- > you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. > to post emails, just send to : > [email protected] > to join this group, send blank email to : > [email protected] > to quit from this group, just send email to : > [email protected]<aga-madjid%[email protected]> > please visit to www.facebook.com/aga.madjid, > add my Yahoo Messenger at [email protected] or > add my twitter @aga_madjid > thanks for joinning this group. > -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
