*INILAH.COM, Jakarta – Air dingin di Samudera Antartika seharusnya cukup
untuk membekukan darah ikan. Namun ikan-ikan di sana tak membeku. Mengapa?*

Hal itu berkat antibeku alami yang dimiliki ikan, sehingga memungkinkan
darah terus mengalir. Padahal suhu beku Samudera Antartika minus 1,8 derajat
Celcius. Suhu ini lebih rendah dari titik beku darah ikan, minus 0,9 derajat
C.

Bagaimana ikan mampu terus bergerak di suhu itu, membingungkan peneliti
selama lebih dari 50 tahun. Hingga protein perlindungan beku khusus
ditemukan dalam darah ikan. Protein antibeku ini bekerja lebih baik dari
antibeku rumah.

Namun cara kerja antibeku ini masih belum jelas. Pada pertanyaan kimia, para
ilmuwan mempelajari protein antibeku Toothfish Antartika (Dissostichus
mawsoni) yang ditangkap salah satu peneliti saat ekspedisi Antartika.

Para ilmuwan menggunakan teknik khusus mencatat gerakan molekul air yang
tercampur protein antibeku ikan. Kehadiran protein antibeku ini membuat
molekul air menari dengan tarian yang lebih teratur dibanding seharusnya.

Protein antibeku ini menganggu molekul-molekul air sehingga tak bisa terikat
dan membentuk kristal es. "Tarian disko itu menjadi minuet,” kata anggota
tim studi Martina Havenith dari Ruhr University Bochum di Jerman.

Penelitian ini diterbitkan *Journal of American Chemical Society*. [vin]

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke