"I am the KING to my own UNIVERSE that rule my MIND, BODY and SOUL !!!"

-----Original Message-----
From: adi ningrat <[email protected]>
Date: Fri, 28 Jan 2011 02:30:01 
To: <[email protected]>
Subject: Dendam Positif



  
<< Dendam Positif >>
 
Di sebuah perusahaan pertambangan minyak di Arab Saudi, di akhir tahun  40-an.

Seorang pegawai rendahan, remaja lokal asli Saudi, kehausan dan  bergegas 
mencari air untuk menyiram tenggorokan yang kering. Ia begitu gembira  ketika 
melihat air dingin yang tampak didepannya dan segera mengisi air dingin  ke 
dalam gelas.

Belum sempat ia minum, tangannya terhenti oleh sebuah  hardikan: "Hei, kamu 
tidak boleh minum air ini. Kamu cuma pekerja rendahan. Air  ini hanya khusus 
untuk insinyur!"

Suara itu berasal dari mulut seorangi  nsinyur Amerika yang bekerja di 
perusahaan tersebut. Remaja itu akhirnya hanya  terdiam menahan haus.

Ia tahu ia hanya anak miskin lulusan sekolah dasar.  Kalaupun ada pendidikan 
yang dibanggakan, ia lulusan lembaga Tahfidz Quran, tapi  keahlian itu tidak 
ada 
harganya di perusahaan minyak yang saat itu masih  dikendalikan oleh manajeman 
Amerika.

Hardikan itu selalu terngiang di  kepalanya. Ia lalu bertanya-tanya: Kenapa ini 
terjadi padaku? Kenapa segelas air  saja dilarang untuk ku?
Apakah karena aku pekerja rendahan, sedangkan mereka  insinyur ?

Apakah kalau aku jadi insinyur aku bisa minum? Apakah aku bisa  jadi insinyur 
seperti mereka? Pertanyaan ini selalu tengiang-ngiang dalam  dirinya. Kejadian 
ini akhirnya menjadi momentum baginya untuk  membangkitkan"DENDAM POSITIF".

Akhirnya muncul komitmen dalam dirinya.  Remaja miskin itu lalu bekerja keras 
siang hari dan melanjutkan sekolah malam  hari. Hampir setiap hari ia kurang 
tidur untuk mengejar  ketertinggalannya.

Tidak jarang olok-olok dari teman pun diterimanya.  Buah kerja kerasnya 
menggapai hasil. Ia akhirnya bisa lulus SMA.

Kerja  kerasnya membuat perusahaan memberi kesempatan padanya untuk mendalami  
ilmu.

Ia dikirim ke Amerika mengambil kuliah S1 bidang teknik dan master  bidang 
geologi. Pemuda ini lulus dengan hasil memuaskan. Selanjutnya ia  pulang
kenegerinya dan bekerja sebagai insinyur.

Kini ia sudah  menaklukkan dendamnya, kembali sebagai insinyur dan bisa minum 
air yang dulu  dilarang baginya. Apakah sampai di situ saja.

Tidak, karirnya melesat  terus. Ia sudah terlatih bekerja keras dan mengejar 
ketinggalan, dalam pekerjaan  pun karirnya menyusul yang lain.

Karirnya melonjak dari kepala bagian,  kepala cabang, manajer umum sampai 
akhirnya ia menjabat sebagai wakil direktur,  sebuah jabatan tertinggi yang 
bisa 
dicapai oleh orang lokal saat itu.

Ada  kejadian menarik ketika ia menjabat wakil direktur. Insinyur Amerika yang 
dulu  pernah mengusirnya, kini justru jadi bawahannya.

Suatu hari insinyur bule  ini datang menghadap karena ingin minta izin libur 
dan 
berkata; "Aku ingin  mengajukan izin liburan. Aku berharap Anda tidak 
mengaitkan 
kejadian air di masa  lalu dengan pekerjaan resmi ini. Aku berharap Anda tidak 
membalas dendam, atas  kekasaran dan keburukan perilakuku di masa lalu"

Apa jawab sang wakil  direktur mantan pekerja rendahan ini: "Aku ingin 
berterimakasih padamu dari  lubuk hatiku paling dalam karena kau melarang aku 
minum saat itu. Ya dulu aku  benci padamu. Tapi, setelah izin Allah, kamu lah 
sebab kesuksesanku hingga aku  meraih sukses ini."

Kini dendam positif lainnya sudah tertaklukkan. Lalu  apakah ceritanya sampaidi 
sini?

Tidak. Akhirnya mantan pegawai rendahan  ini menempati jabatan tertinggi di 
perusahaan tersebut. Ia menjadi Presiden  Direktur pertama yang berasal dari 
bangsa Arab.

Tahukan Anda apa  perusahaan yang dipimpinnya? Perusahaan itu adalah Aramco 
(Arabian American Oil  Company)perusahaan minyak terbesar di dunia.

Ditangannya perusahaan ini  semakin membesar dan kepemilikan Arab Saudi semakin 
dominan. Kini perusahaaan  ini menghasilakn 3.4 juta barrels (540,000,000 m3) 
dan mengendalikan lebih dari  100 ladang migas di Saudi Arabia dengan total 
cadangan 264 miliar barrels  (4.20×1010 m3) minyak dan 253 triliun cadangan gas.

Atas prestasinya Ia  ditunjuk Raja Arab Saudi untuk menjabat sebagai Menteri 
Perminyakan dan Mineral  yang mempunyai pengaruh sangat besar terhadap dunia.

Tahukah kisah siapa  ini? Ini adalah kisah Ali bin Ibrahim Al-Naimi yang sejak 
tahun 1995 sampai saat  ini (2011) menjabat Menteri Perminyakan dan Mineral 
Arab  
Saudi.

Terbayangkah, hanya dengan mengembangkan hinaan menjadi dendam  positif, isu 
air 
segelas di masa lalu membentuknya menjadi salah seorang  penguasa minyak yang 
paling berpengaruh di seluruh dunia.

Itulah kekuatan"DENDAM POSITIF" 
Kita tidak bisa mengatur bagaimana orang lain  berperilaku terhadap kita. Kita 
tidak pernah tahu bagaimana keadaan akan menimpa  kita.

Tapi kita sepenuhnya punya kendali bagaimana  menyikapinya.

Apakah ingin hancur karenanya? Atau bangkit dengan semangat  "Dendam Positif."

(dari buku Dendam Positif karya Isa  Alamsyah dan Asma Nadia).
 

__,_._,___ 


-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke