*Rahasia berserah diri Kepada Allah : Cukupkah gaji bulanan untuk hidup
kita?*



Assalamu’alaikum wr.wb

Shahabat yang baik, semoga detik-detik yang sedang kita jalani terus terukir
amal-amal baik sebagai modal kita kelak di yaumul akhirah. Doa saya kepada
shahabat yang merasa sedang dikurangi jatah rezekinya, mudah-mudahan segera
Allah lancarkan untuk kemudahan hidupnya. Tak lupa rasa syukur, mari
bersama-sama kita besarkan, atas nikmat Iman senantiasa kepadanya yang Maha
Esa.



Perjalanan pulang ke Aceh minggu lalu (26-31 oktober 2010), mengulang
kembali nostalgia masa-masa saya kecil dan mengukir sejarah-sejarah hidup
yang terekam di memory otak saya dan alam semesta. Diantara nya ialah
tentang cita-cita yang pernah ditawarkan oleh almarhum ibu saya, ”*kalau
besar nanti jadi PNS*”. Bahkan cita-cita ini tidak hanya oleh orang tua,
tetapi saudara dan juga tetangga yang sudah duluan menjalnai hidup dari
saya, mengamanahkan hal yang sama.



Ada hal menarik bagi saya akan amanah atas cita-cita itu, walau sekarang
tidak sedikitpun muncul keinginan kepada diri saya. Bahkan bila dikasih
kesempatan untuk menjadi bagian, saya lebih memilih untuk tetap komitmen
dengan yang sedang saya bangun keprimaan diri seperti sekarang sebagai *
Trainer* dan *Mind-Therapist*.



Adapun yang menarik bagi saya adalah dibalik himbauan untuk menjadi PNS oleh
orang-orang terdekat saya di Aceh sana. Saya tidak tau, apakah juga ditempat
shahabat tinggal sekarang juga memiliki latar belakang keYAKINan yang sama.
Yaitu, dengan menjadi PNS telah terJAMIN Rezekinya (Uang bulanan). Kemudian
selain itu, secara status sosial berada ditatanan kehidupan makmur
berkecukupan, serta kalau mau menikah, lebih duluan prioritas oleh calon
mertua (maksudnya sudah jelas masa depannya).



Mohon difahami, statmen diatas bukanlah mengeneralisir demikian semuanya,
bahkan juga untuk justifikasi demikianlah cara pandang PNS, tetapi itu
merupakan statmen sebagian orang, yang pasti bisa dihitung, yang pernah saya
temui dan mengemukakan maksud dibalik untuk menjadi PNS.



*Utilisasi KeYAKINan*

Adalah sangat mengangumkan menjalani hidup ini. Tatkala saya
mengimajinasikan dengan diikuti sensasi pada tubuh. Seandainya saja,
keYAKINan akan JAMINAN hari esok yang dinisbatkan kepada pemerintah, sama
persis bahkan melebihi dari itu, keYAKINan akan Jaminan hari esok ditautkan
kepada Allah.



Sebagaimana kita ketahui bersama, secara hukum tarik menarik. *Kondisi emosi
seseorang yang Yakin, menyebabkan ia mudah melihat, mendengar dan merasakan
resources (sumberdaya) yang dibutuhkan.* Sehingga kegelisahan dan khawatir
tidak meliputinya. Diantara statemen optimisme yang terucap ”*Nanti setelah
gajian saya...*”



Selain itu, diantara rahasia kekuatan keYAKINan adalah meningkatnya
keSADARan panca indera. Oleh sebab itu, hadirlah ide-ide yang ditindak
lanjuti dengan perbuatan nyata, sehingga menjadi asbab akan jaminan dari
Allah.



Sungguh indah ya, seandainya saya dan Anda mampu memanfaatkan keyakinan itu
semata-mata kita nisbatkan kepada Allah yang mengatur rezeki kita. Saat ini
saya sedang belajar untuk mendapatkan keYAKINAN penuh (Haqqul Yakin) itu.
Mohon doanya ya.



*Rahasia berserah diri kepada Allah*

Persisnya saat tahun 2010 lalu memasuki kehidupan kita, seorang teman
merekomendasi saya untuk membaca buku ”*Terapi Makrifat*” karangan Ibnu
Athailah. Buku ini merupakan kumpulan dari 4 jilid. Anda akan menemukan
salah satu jilid buku tersebut berjudul ”*Rahasia berserah kepada Allah*”. Ada
bagian dari buku ini menjelaskan dengan rinci tentang *pengaturan rezeki *oleh
Allah kepada kita.

* *

*Yakin Sumber daya untuk berhasil*

Oh ya, sekali lagi saya tegaskan. Maksud dari pengantar diatas bukanlah
menjustifikasi apapun terhadap profesi pegawai negeri sipil. Dan orang-orang
yang memilih berkarir disitu, tidak semua disebabkan oleh keyakinan
kepastian uang bulanan, tetapi juga karena ada *panggilan jiwa*. Saya punya
keyakinan akan hal ini.



Adapun maksud dari keterbatasan pemahaman saya ini, pada dasarnya *”Setiap
manusia sudah memiliki resources (sumberdaya) untuk berhasil”* dan sumber
daya itu merupakan ke*YAKINAN*. Yaitu keyakinan kepastian adanya rezeki,
yang wajib dijemput serta berhak diterima dari pintu yang tak kita duga.
Tentu semuanya itu dari Allah swt.



Wallahu’alam


-- 
*".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and SOUL !!!
...." *
**
*- Aga Madjid -*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke