Jangkrik Pemakan Daging dari Zaman Dinosaurus

 
<http://id.news.yahoo.com/viva/20110208/img/ptc-1297127491-2011-0-viva-aad2b
ddb332b0.html> Description: Description:
http://d.yimg.com/hb/ng/co/viva/20110208/02/988445812-jangkrik-pemakan-dagin
g-dari-zaman-dinosaurus.jpg?x=213&y=159&sig=wLHDOcoLY0imlwE1ZPY.YQ--Nenek
moyang jangkrik dari 100 juta tahun silam 

 

VIVAnews - Sebuah fosil serangga predator dari zaman dinosaurus baru-baru
ini ditemukan di lapisan kapur yang terletak di wilayah utara Brazil.
Serangga ini adalah serangga karnivora pemakan daging yang berasal dari 100
juta tahun silam.

Nenek moyang jangkrik itu hidup di periode Cretaceous, sesaat sebelum
superbenua Gondwana (superbenua yang mencakup benua Afrika, Amerika Selatan,
Australia, India, Arab, dan Antartika saat ini) terpecah.

Seperti dikutip dari situs LiveScience, ia berasal dari genus Schizodactylus
atau jangkrik berkaki miring. Genus Schizodactylus mencakup jangkrik yang
ada saat ini, belalang, serta binatang bernama katydid. 

"Nama ini mereka dapatkan sesuai dengan kaki yang mereka miliki yang membuat
mereka bisa melenting dan menyokong tubuh mereka di habitat berpasir untuk
memburu mangsa mereka," kata Sam Heads, Ketua peneliti yang menemukan fosil
ini.

Saat berburu, kata Heads, spesies ini sebenarnya tak menggunakan strategi
khusus. Serangga bertubuh tambun ini keluar malam hari menyisir habitat
mereka untuk mencari mangsa. "Mereka bisa bergerak dengan cepat bila
diperlukan... dan mereka cukup rakus," ujar Sam yang berasal dari University
Illinois itu.

Setidaknya, ia memiliki perbedaan dengan jangkrik yang ada saat ini. Dengan
panjang sekitar 6 cm dari kepala hingga ke bagian belakang tubuhnya, ia
memiliki postur yang agak aneh. 

Antenanya lebih panjang dari tubuhnya. Jangkrik ini juga memiliki sayap yang
tergulung dan kaki yang tajam seperti sepatu salju. Menurut Heads, ini untuk
mendukungnya tetap bisa menjejak di daerah berpasir. 

Namun, jangkrik yang sangat agresif ini tak bisa terbang walaupun memiliki
sayap. Sayapnya, kata Heads biasanya hanya bisa dimekarkan saat diperlukan.
Secara umum, kata Heads, jangkrik ini tidak begitu banyak mengalami evolusi
atau mengalami periode 'evolutionary stasis' selama paling tidak 100 juta
tahun. (sj)

 

 

Warm Regards,

 

 

Zigo AlCapone

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

Kirim email ke