Jangan Sembarangan Injak Foto Mubarak!
 Penulis: *Josephus Primus* | Editor: *Josephus Primus*
Selasa, 8 Februari 2011 | 21:57 WIB
 Dibaca: *9089*
Komentar<http://internasional.kompas.com/read/2011/02/08/21574095/Jangan.Sembarangan.Injak.Foto.Mubarak#komentar>:
*0*
   AFP Seorang pria memukul gambar Presiden Mesir Hosni Mubarak dengan
sepatunya saat sejumlah orang berdemonstrasi untuk mendukung gelombang unjuk
rasa masyarakat Mesir yang menentang rezim Mubarak di depan Gedung Putih,
Washington, 29 Januari 2011
1<http://internasional.kompas.com/read/2011/02/08/21574095/Jangan.Sembarangan.Injak.Foto.Mubarak#>

*TERKAIT:*

   - Wisata ke Mesir Sementara
Ditutup<http://internasional.kompas.com/read/2011/02/08/20553558/Wisata.ke.Mesir.Sementara.Ditutup>
   - Komisi I: Fokus Saja Evakuasi
WNI<http://internasional.kompas.com/read/2011/02/08/1306599/Komisi.I.Fokus.Saja.Evakuasi.WNI>
   - Ribuan Demonstran Tetap Bertahan
   
<http://internasional.kompas.com/read/2011/02/08/0328449/Ribuan.Demonstran.Tetap.Bertahan.>
   - Dialog Buntu, Oposisi Tetap Meminta Mubarak Segera
Mundur<http://internasional.kompas.com/read/2011/02/08/03232466/Dialog.Buntu.Oposisi.Tetap.Meminta.Mubarak.Segera.Mundur>

 *KAIRO, KOMPAS.com -* Tri Mulyati, seorang tenaga kerja wanita (TKW) yang
bekerja sebagai guru bahasa Inggris untuk anak-anak kehilangan pekerjaan
akibat foto Presiden Mesir Hosni Mubarak dilecehkan oleh pendemo di
Indonesia. "Saya diberhentikan dan disuruh pulang oleh majikan karena foto
Presiden Mubarak diinjak-injak oleh pelaku demonstrasi di Indonesia," kata
Tri di Kairo lewat sambungan telepon, Selasa (8/2/2011).

Ketika dihubungi, Tri sedang mengurus pendaftaran keberangkatannya ke
Indonesia di posko evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Konsulat RI di
Madinat Nasr, Kairo.

Guru bahasa Inggris asal Lampung itu mengaku melihat sendiri pelecehan foto
Mubarak dalam unjuk rasa di Indonesia yang ditayangkan oleh jaringan
televisi* Al-Jazeera*. "Saya dipanggil majikan untuk melihat sendiri
tayangan di televisi menyangkut pelecehan terhadap Presiden Mubarak,"
katanya.

Majikannya dengan wajah kesal mengatakan, "Waduh, lihat itu, Tri, orang
Indonesia menginjak presiden kami, tega benar. Saya benci melihat orang
Indonesia."

Menurut Tri, majikannya tersebut bersuami seorang mantan gubernur di salah
satu provinsi di Mesir dan kini menjadi pengusaha. "Majikan saya sangat
menghormati Presiden Mubarak," tuturnya.

Tri mengungkapkan bahwa selain dia, beberapa TKW juga mengalami nasib
kehilangan pekerjaan serupa akibat majikan mereka kesal dengan sikap tidak
simpatik segelintir orang Indonesia terhadap pemimpin Mesir tersebut.

Ia menuturkan, majikannya mempercayai dia karena anak-anaknya berprestasi di
sekolah berkat didikan Tri. Bahkan, Tri diberi kepercayaan untuk mewakili
majikannya untuk mengurus anak-anaknya di sekolah seperti mengambil paspor
atau ada acara ekstrakurikuler.

Tri juga diberi kamar khusus untuk menginap selain honor 650 dollar AS atau
sekitar Rp 5,6 juta per bulan.  Bila anak-anak libur sekolah, Tri pun libur
dan diizinkan pulang ke rumah suaminya, seorang WNI yang juga bermukim di
Mesir. "Saya sudah dua tahun bekerja di keluarga tersebut. Majikan saya
baik," katanya.
Selain Tri sebagai guru bahasa Inggris untuk dua anak kembar majikan, ada
pula beberapa orang asing dari Nigeria dan Ethiopia yang bekerja sebagai
pembantu rumah tangga di keluarga tersebut, ujar Tri yang berpenampilan
perempuan terpelajar itu.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke