Harga Jengkol tak Terlalu Kuat Picu Inflasi [image: Headline] *Foto: Istimewa* *Oleh: Mosi Retnani Fajarwati* *Ekonomi* - Rabu, 9 Februari 2011 | 11:18 WIB
<http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&winname=addthis&pub=inilah&source=tbx32-250&lng=en-US&s=facebook&url=http%3A%2F%2Fekonomi.inilah.com%2Fread%2Fdetail%2F1221602%2Fharga-jengkol-tak-terlalu-kuat-picu-inflasi&title=Harga%20Jengkol%20tak%20Terlalu%20Kuat%20Picu%20Inflasi%20-%20ekonomi.inilah.com&ate=AT-inilah/-/fs-0/4d5219047fa8e7cd/1&sms_ss=1&at_xt=1&CXNID=2000001.5215456080540439074NXC&pre=http%3A%2F%2Fwww.inilah.com%2F&tt=0> <http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&winname=addthis&pub=inilah&source=tbx32-250&lng=en-US&s=google&url=http%3A%2F%2Fekonomi.inilah.com%2Fread%2Fdetail%2F1221602%2Fharga-jengkol-tak-terlalu-kuat-picu-inflasi&title=Harga%20Jengkol%20tak%20Terlalu%20Kuat%20Picu%20Inflasi%20-%20ekonomi.inilah.com&ate=AT-inilah/-/fs-0/4d5219047fa8e7cd/2&sms_ss=1&at_xt=1&CXNID=2000001.5215456080540439074NXC&pre=http%3A%2F%2Fwww.inilah.com%2F&tt=0> TERKAIT - Harga Jengkol tak Terlalu Kuat Picu Inflasi<http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1221602/harga-jengkol-tak-terlalu-kuat-picu-inflasi> - Inflasi Februari akan Ditopang Kedelai dan Migor<http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1221492/inflasi-februari-akan-ditopang-kedelai-dan-migor> - BI Hentikan Penerbitan SBI Kurang dari 9 Bulan<http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1221362/bi-hentikan-penerbitan-sbi-kurang-dari-9-bulan> - Usai Libur Imlek, China Naikkan Suku Bunga<http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1221242/usai-libur-imlek-china-naikkan-suku-bunga> - BI Rate Naik, Waspadai Potensi Kenaikan NPL<http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1221102/bi-rate-naik-waspadai-potensi-kenaikan-npl> *INILAH.COM, Jakarta - Kendati mengalami kenaikan harga, jengkol tidak akan pengaruhi laju inflasi layaknya cabai. Pasalnya, bobot jengkol dalam perhitungan inflasi kecil.* "Jengkol jangan dianggap BPS (Badan Pusat Statistik) tidak mencakup jengkol lho. Ada 700-800 komoditas yang kita pantau. Jengkol Insya Allah termasuk juga," ujar Kepala BPS Rusman Heriawan di kantor Menko Perekonomian, Rabu (9/2). Saat ini, harga jengkol di pasaran telah mencapai Rp27 ribu per kilogramnya. Kendati harga meningkat dan masuk dalam perhitungan BPS, jengkol tidak masuk dalam pantauan mingguan pihaknya karena hanya memberikan bobot kurang dari 0,02%. "Kita monitor tiap minggu kalau dia punya bobot minimal 0,02 persen. Ya mungkin jengkol tidak 0,02 persen," ujarnya. Dengan demikian, kenaikan harga jengkol tidak akan memicu inflasi layaknya cabai, dalam beberapa bulan terakhir ini. "Enggak, enggak karena hitungannya kecil. Tapi saya gak tahu akan dimonitor atau enggak. Kalau gak 0,02 persen kan gak dimonitor dan itu konsumsi yang jarang, tapi enak," ujarnya. [hid] -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
