Jumat, 11/02/2011 15:35 WIB
 Mau Urus KTP? Nyanyi Indonesia Raya Dulu
 *Nurvita Indarini* - detikNews

   * *

  *Jakarta* - "...Hiduplah Indonesia Raya...." Lagu Indonesia Raya terdengar
berkali-kali di kantor kelurahan di kawasan Jakarta Timur. Ya, warga yang
hendak mengurus KTP diminta menyanyikan lagu kebangsaan itu.

Imbauan unik ini diterapkan di Kantor Kelurahan Halim Perdanakusumah,
Jakarta Timur. Lagu itu juga menjadi 'syarat' bagi warga yang ingin
menggunakan layanan lainnya di kelurahan itu.

"Tidak hanya KTP, tapi di semua pelayanan di kelurahan. Misalnya saja mereka
yang mengurus surat tidak mampu, SKCK, kartu keluarga, surat pindah,
pensiun, surat nikah dan sebagainya," kata Wakil Lurah Halim Perdanakusumah,
Marulitua Sijabat, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (11/2/2011).

Menurut dia, imbauan ini merupakan ide dari Lurah Halim Perdanakusumah,
Yuswil Rasid. Imbauan ini efektif berlaku sejak 9 Februari 2011 lalu.

"Ini kebijakan lurah, Pak Yuswil, karena melihat nasionalisme yang mulai
luntur. Untuk meningkatkan nasionalisme, dimulai dengan langkah kecil yakni
dari pelayanan. Pelayanan kan gratis, maka kompensasinya dengan
memperlihatkan nasionalisme," jelas Maruli.

Dia menerangkan, warga diminta menyanyikan Indonesia Raya secara kolektif
jika kebetulan ada lebih dari 1 orang yang sedang mengurus pelayanan di
kelurahan. Namun demikian, jika kebetulan hanya satu warga yang mengurus
surat, maka dia diminta menyanyi sendirian.

"Ini inisiatif Pak Lurah sendiri. Beliau menjadi lurah sejak 26 Januari
lalu," tambah dia.

Rupanya, tidak semua warga lancar menyanyikan lagu Indonesia Raya. Beberapa
orang yang baru tamat SMA dan akan mengurus SKCK malah tidak hafal teksnya.
Terpaksa, pihak kelurahan menyodorkan lirik lagu tersebut.

"Komplain dari warga sih tidak ada. Mereka hanya bertanya, kenapa mesti
menyanyi. Tapi ini hanya imbauan, kalau mereka tidak mau menyanyi ya tidak
apa-apa. Pelayanan kepada mereka akan tetap jalan terus kalau syaratnya
lengkap," jelas pria yang menjadi wakil lurah sejak 2008 ini.

Setiap harinya, Kelurahan Halim Perdanakusumah disambangi minimal 25 warga
yang hendak mengurus berbagai pelayanan. Ketika mereka menyanyi lagu
Indonesia Raya, salah seorang di antaranya diminta untuk menjadi pemimpin.

"Kalau tidak ada yang memimpin saya minta anak buah saya dari Satpol PP. Ini
sekaligus juga untuk memperbaiki citra Satpol PP yang selama ini identik
dengan penggusuran," ucap Maruli.

Dia berharap, imbauan semacam ini bisa meluas ke kelurahan lainnya. Bahkan
bila perlu bisa menjadi semacam kebijakan daerah. Aha!

* (vit/nrl)

**Warm Regards,


Zigo AlCapone
*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke