Budhi Prasetyo












Republika OnLine » Ensiklopedia Islam » Hikmah 
Hikmah: Kabar Kubur
Jumat, 18 Februari 2011, 09:46 WIB

Oleh : Yanuar Z  Arief*

Pernahkah kita bermimpi berada di suatu tempat yang sangat asing, yakni 
tempat yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya, suatu tempat yg angker 
dengan berbagai macam hal yg menakutkan, siksaan, dan malangnya lagi kita 
tak bisa keluar dari tempat tersebut.

Dan mimpi itu seakan-akan nyata adanya hingga kita menangis atau berteriak 
dalam tidur kita. Setelah terbangun dari mimpi tersebut, dengan nafas 
masih terengah-engah, kita pun bersyukur dan berucap, "untung ini semua 
hanya mimpi".

Pernahkah kita meyakini hal mengerikan tersebut akan benar-benar terjadi 
pada kita?

Rasulullaah SAW berkata: "...Ingatlah kematian, demi Dzat yang nyawaku 
berada dalam kekuasaan-Nya, kalau kamu mengetahui apa yang aku ketahui, 
niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis." (Shahih Muslim).

Cepat atau lambat, alam kubur adalah fase yang pasti akan kita jalani. 
Fase kubur ini menjadi penentu sebelum menapak ke fase berikutnya, yaitu 
padang masyhar, pengadilan Allah SWT. 

Jika sukses kita di fase ini, insya Allah di fase berikutnya kita pun akan 
sukses, yang puncaknya dengan kehidupan penuh kenikmatan di Jannatun Na'im 
(surga). Sebaliknya, jika kita gagal di fase ini, dapat dipastikan 
kegagalan juga yang didapati di fase berikutnya, yangg diakhiri dengan 
penderitaan tak terperi di neraka jahanam, na'udzubillah.

Semua tahu itu, tapi kadang kita lalai untuk bersiap diri.

Pernahkan kita memikirkan bila kemarin kita mengantarkan teman ke 
kuburnya, dan mungkin besok atau lusa giliran kita yg diantarkan ke kubur? 
Dan bila saat itu datang, apakah kita telah benar-benar siap? Akankah kita 
menyalahkan Yang Maha Pemurah karena tak memberikan kesempatan dan peluang 
bagi kita untuk bersiap diri? 

Sering kita dikejutkan dengan berita orang-orang terkenal mulai dari tokoh 
masyarakat hingga para selebriti yg telah meninggalkan dunia ini 
selamanya, padahal masih terngiang prestasi atau karya-karyanya di dunia 
ini. Bahkan orang-orang di sekitar kita, apakah anggota keluarga, teman 
dekat atau pun tetangga yang telah meninggalkan kita selamanya, padahal 
sebelumnya kita masih berjumpa dan bercanda dengan orang-orang yg kita 
cintai tersebut. Sayangnya tipu daya setan dan beratnya beban hidup 
membuat kita terlena, hingga kita selalu merasa mendapat "giliran" paling 
akhir untuk menghadap-Nya.

Sebenarnya itu semua bagian dari  early warning system dari Yang Maha 
Pemurah bagi kita untuk bersiap diri. Selain "sinyal-sinyal" lain yg 
diberikan Allah SWT kepada diri kita secara langsung. Rambut yg telah 
berubah warna; mata yang dulunya tajam dan sangat awas  sekarang mulai 
memudar kemampuannya; gigi yang dulunya kuat melahap makanan apa saja, 
sekarang mulai terasa ngilu kalau menguyah, bahkan beberapa di antaranya 
mulai tanggal.

Belum terlambat untuk merenungi ayat ini:
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan 
sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka 
mengetahui." (QS Al Ankabut: 64).

Marilah kita mulai dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan 
segala larangan-Nya dengan segenap kemampuan kita. Mari kita pastikan, 
tiada hari yg terbuang tanpa nilai ibadah kepada-Nya, walau itu hanya 
seulas senyum, tegur sapa serta jabat tangan yang iklhas kepada 
orang-orang di sekitar kita.

Insya Allah bila tiba giliran kita menghadap-Nya, tak ada teriakan 
penyesalan dari kubur kita.

* Penulis adalah peneliti di Lab  Tegangan Tinggi Fakultas Teknik 
Universitas Tanjungpura, Pontianak 

______________________________________________________________

Anda ingin bersedekah pengetahuan dan kebaikan? Mari berbagi hikmah dengan 
pembaca Republika Online. Kirim naskah Anda melalui 
[email protected]. Rubrik ini adalah dari dan untuk sidang 
pembaca sekalian. 
http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/11/02/18/164732-hikmah-kabar-kubur

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke